Interest

Novel Thriller 'Lockdown' yang Dulu Ditolak, Dirilis karena Mirip Pandemi Corona

Delya Oktovie Apsari

Posted on April 5th 2020

 

Ketika Peter May, penulis naskah yang kini menjadi novelis, menulis buku berjudul 'Lockdown' pada tahun 2005, ia tidak menyangka kalau novelnya bakal jadi kenyataan.

Dilansir dari CNN, May bercerita bahwa bukunya dulu ditolak oleh berbagai penerbit karena 'terlalu tidak realistis dan tidak beralasan'. Novel bergenre thriller ini berlatar di London sebagai pusat pandemi global, yang akhirnya memaksa pemerintah untuk melakukan lockdown.

Cerita ini bukan imajinasi May belaka. Ia menggunakan dokumen-dokumen persiapan pandemi yang dimiliki Inggris dan Amerika pada tahun 2002, untuk membuat novelnya terasa makin nyata.

"Ketika aku menulis buku ini, ilmuwan memprediksi kalau flu burung bakal menjadi pandemi dunia selanjutnya," tutur penulis 'The Blackhouse' tersebut.

"Itu hal yang sangat, sangat mengerikan dan itu sangat mungkin terjadi, jadi aku banyak melakukan penelitian dan muncullah ide itu, gimana kalau pandemi ini bermula di London? Apa yang bakal terjadi kalau kota seperti itu benar-benar di-lockdown?"

 

 

Flu burung dan corona COVID-19 memang virus yang berbeda, tetapi skenario lockdown yang ia bayangkan 15 tahun lalu benar-benar terjadi saat ini. Penerbit bukunya pun berharap kalau kemiripan situasi saat ini akan menarik perhatian pembaca.

Gara-gara dulu bolak-balik ditolak, May akhirnya menyimpan bukunya hingga ia sendiri lupa. Sampai ketika seorang penggemar di Twitter memintanya untuk menulis buku berlatar pandemi corona COVID-19.

"Aku berpikir sebentar sebelum akhirnya aku menyadari kayaknya aku sudah melakukan itu [...] aku memberitahu penerbitku dan editorku nyaris jatuh dari kursinya. Ia lalu membaca seluruh isi buku itu dalam semalam dan esok paginya, ia berkata, 'Ini brilian. Kita harus menerbitkannya sekarang.'"

May sendiri saat ini berusia 68 tahun. Ia berada di usia yang sangat rentan tertular corona, sehingga ia mendukung adanya lockdown. Namun, ia sendiri ketakutan mengetahui betapa mirip tulisannya sendiri dengan keadaan dunia sekarang.

"Ketika aku membacanya lagi untuk pertama kali sejak aku menulis buku itu, aku kaget karena seram sekali keakurasiannya," katanya.

"Detail bagaimana kamu melewati hari-harimu, bagaimana lockdown bekerja, orang-orang dilarang meninggalkan rumah mereka. Ini semua akurat dengan cara yang menyeramkan."

'Lockdown' saat ini tersedia di Amazon, dan akan dijual dengan format Kindle. Audiobook-nya akan dirilis 30 April 2020. (*)

Artikel Terkait
Interest
Yuk Kenali Istilah Seputar Coronavirus, Biar Nggak Panik dan Salah Langkah

Interest
Jokowi Masih Enggan Lockdown, Sejumlah Wilayah Pilih Tutup Akses Mandiri

Interest
6 Penulis dan Situs yang Menggratiskan Buku Mereka untuk Dukung Self-Quarantine