Interest

Sering Pesan Makan dan Belanja Online Saat Self-qurantine? Ikuti 4 Tips Ini

Ahmad Redho Nugraha

Posted on April 4th 2020

Selama masa karantina wilayah, layanan ojol atau delivery service memang jadi penyelemat. Terutama bagi anak kos yang tidak bisa pulang ke kampung halaman.

Lewat layanan pesan-antar makanan dan belanja online, bukan hanya tidak perlu keluar rumah, tapi kamu juga bisa terhindar dari berinteraksi dengan banyak orang di tempat-tempat umum, seperti jalanan, rumah makan, warung atau supermarket. Peran tersebut cukup diambil alih dan dilakukan saja oleh kurir atau penyedia layanan.

Tapi pertanyaan lain justru muncul setelah itu. Apakah dengan mengalihkan tugas belanja dan mengantre kepada kurir, lantas kita sama sekali terlepas dari potensi terpapar virus korona?

Menurut CDC dan FDA, meski bakteri dan virus dapat bertahan hidup pada beberapa permukaan benda tertentu hingga berhari-hari, kenyataannya sejauh ini belum ada kasus penyebaran virus korona yang menyebar lewat makanan dan kemasan makanan.

Itu artinya, kamu tidak perlu cemas jika koki yang memasak makanan pesanan kamu sakit atau berpotensi tertular Covid-19. Potensi penyebaran virus korona mungkin lebih besar pada makanan dingin seperti salad, tapi jika makanan tersebut diolah dengan higienis, maka seharusnya kamu tidak perlu khawatir.

Isu yang lebih perlu dicemaskan adalah penyebaran virus lewat kurir pengantar makanan dan barang belanjaan yang banyak berinteraksi dengan orang lain.

Beberapa layanan pengantaran makanan dan belanja online di luar negeri seperti DoorDash, Postmates, Uber, Yelp dan Instacart mengembangkan fitur drop-off, yang memperbolehkan pengguna jasanya untuk memilih, apakah mereka ingin barang pesanan mereka diantarkan langsung atau cukup diletakkan di dekat lokasi pengantaran, sehingga pengguna jasa dan kurir tidak perlu berinteraksi langsung.

Meski demikian, inovasi satu ini baru marak digunakan di wilayah Amerika Serikat, sob. Selagi menunggu layanan pesan-antar di tempat kamu mengembangkan inovasi yang sama, berikut kami berikan kamu tips agar bisa tetap memesan makanan atau berbelanja secara online tanpa takut terpapar virus korona.

1. Berikan Instruksi Khusus Kepada Kurir

Ilustrasi pemesanan ojol (foto:suara.com)

Kapan pun kamu berbelanja online, mau itu makanan atau keperluan lainnya, biasakanlah untuk memberi instruksi khusus kepada kurir pengantar dengan menggunakan fitur chat yang biasanya disediakan oleh penyedia aplikasi pemesanan. Agar tidak perlu berinteraksi dengan kurir, kamu bisa kirimkan dia foto tempat untuk meletakkan pesanan kamu, bisa di depan pagar atau di depan pintu tempat tinggal kamu.


2. Rajin-rajinlah Cuci Tangan!

Ilustrasi cuci tangan (foto:okezone.com)

Untuk berjaga-jaga, cucilah tanganmu setiap akan keluar atau baru masuk rumah, atau kapan pun kamu baru menyentuh barang yang menurutmu tidak higienis.

Cucilah tanganmu dengan sabun anti bakteri minimal selama 20 detik, dan hindarilah menyentuh wajahmu setelah kamu mengambil pesanan makanan atau belanjaan yang diantarkan kurir.

Ingat, meski belum ada bukti virus korona dapat menyebar lewat makanan, tapi masih ada peluang virus tersebut dapat menempel pada bungkus plastik makanan yang bersentuhan dengan kurir dan orang lainnya.


3. Segera Pindahkan Makanan ke Wadah Lain Setelah Kamu Menerimanya

Ilustrasi piring makan (foto:okezone.com)

Cara paling aman untuk menikmati makanan pesanan kamu adalah dengan segera memindahkannya ke piring bersih secepatnya setelah kamu menerima makanan tersebut dari kurir. Sebelum makan, jangan lupa buang kemasannya ke tempat sampah dan cuci tangan kamu dengan sabun sebelum makan.

Jika memungkinkan, cobalah gunakan disinfektan untuk membersihkan mejamu dan perabotan rumah tanggamu yang tersentuh bungkus makanan atau belanjaan. Hindarilah berbagi sendok dan piring makan dengan temanmu, jika kamu tidak makan sendirian.


4. Berika Tip untuk Kurir Kamu

Ilustrasi stoples tip (foto:mojok.co)

Kurir makanan, khususnya ojol, adalah pekerja yang dibayar berdasarkan kinerja mereka, atau berdasarkan jam kerja (jika bekerja di restoran). Mereka tidak bisa WFH dan harus berjibaku di tempat kerja dan jalanan setiap hari untuk mencari nafkah.

Kami merekomendasikan kamu untuk memberi tip, setidaknya 20 persen dari total belanjaanmu untuk membantu meningkatkan pendapatan para kurir. Dan ingat, cara terbaik untuk memberi tip adalah lewat aplikasi layanan yang kamu gunakan, alias cashless.

Jika kamu memberi tip dalam bentuk tunai, jangan lupa cuci tanganmu setelahnya. Kalau memungkinkan, berikan juga hand-sanitizer untuk kurir yang sudah capek-capek mengatarkan pesananmu, untuk mengurangi risiko si kurir tertular Covid-19.

Jadi, sebenarnya memesan makanan atau belanja online itu aman-aman saja, selagi kamu masih berprinsip higienis, Sob. Jangan lupa untuk rajin mencuci tangan dengan sabun dan hindari interaksi fisik langsung dengan orang lain dari luar rumah, ya!


Related Articles
Current Issues
Dukung PSBB, Grab dan Gojek Non-aktifkan Fitur Go-Ride dan GrabBike di Jakarta

Interest
Hendak Menikah via Zoom? Hal-Hal Ini Harus Diperhatikan

Interest
Restoran Ini Hanya Layani Satu Pelanggan Setiap Harinya Selama Pandemi