Interest

Alasan Kenapa TikTok Sulit Ditiru Aplikasi Lain

Delima Pangaribuan

Posted on April 2nd 2020

 
Physical distancing agaknya bikin banyak orang jadi lebih aktif di media sosial. Nggak terkecuali di TikTok. Bahkan sebelum pandemi pun, aplikasi video singkat ini juga sudah booming dan jadi alternatif hiburan warganet. Kesuksesan aplikasi ini ternyata nggak lepas dari "keunikan" yang dimilikinya dan sulit ditiru sama aplikasi lain.
 
Mengutip Tech Crunch, sebenarnya sudah ada aplikasi lain yang mencoba membuat alternatif video singkat seperti TikTok. Yakni Facebook dan YouTube. Facebook pernah mengembangkan aplikasi bernama Facebook Lasso, juga Instagram Reels di aplikasi Instagram.
 
Sementara YouTube punya dengan nama YouTube Short. Konsepnya mirip sama TikTok, bikin video singkat dengan latar belakang musik atau suara-suara. Tapi herannya, dua aplikasi ini nggak berhasil seperti TikTok.

 
Menurut Tech Crunch, yang bikin TikTok bisa sukses adalah remixability-nya, alias kemudahan buat ngeremix suara. Yap, TikTok bikin penggunanya gampang kalau mau pakai suara remix dengan pilihan "use this sound" di konten-konten yang sudah ada. Nggak harus susah-susah bikin suara baru untuk bisa membuat konten di TikTok, walaupun kalau mau bikin sendiri juga bisa. 
 
Meskipun pakai suara yang sudah dipakai di konten orang lain, nggak lantas menjadikan konten yang kita unggah itu membosankan dan nggak orisinal. Video yang kita unggah tetap memiliki value karena setiap pengguna pasti punya preferensi masing-masing berdasarkan pengalamannya sendiri dan akhirnya bisa menghasilkan konten yang beragam.
 
Misalnya nih, video dengan latar belakang lagu Any Song punya Zico. Gerakannya sih sebenernya begitu doang, tapi ada jutaan video dengan tema sama tapi semuanya sama-sama menghibur karena masing-masing punya keunikannya sendiri. Ada yang mungkin pakai kostum-kostum lucu supaya beda, ngerekam di outdoor, bareng teman, bareng orang tua, macam-macam lah pokoknya.

 
Yang bikin TikTok juga merajai aplikasi video adalah bisa sharing video bareng pengunggah aslinya. Yap, kita bisa bikin satu video dari sound yang udah ada, plus masukin video dari pengunggah aslinya atau pengunggah sebelumnya. Jadi seolah-olah kita bikin video bareng gitu.
 
Bayangin kalau yang diajak "kolaborasi" itu artis favorit kita. Beuh, siapa yang nggak mau duet langsung sama idolanya?
 
Nggak harus musik, TikTok juga menyenangkan karena ada banyak pilihan suara dubbing. Mirip Dubsmash, sih. Tapi di TikTok penggunanya nggak cuma ngedubbing di depan layar HP aja. Kita juga bisa act seolah-olah lagi ada di sitkom gitu. Kreasi-kreasi kayak gini yang bikin main TikTok kerasa lebih fun.
 
Pendiri Facebook, Mark Zuckeberg, pernah bilang kalau TikTok sebenarnya gampang dibuat dan diterapkan di aplikasi lain. Misal Instagram. "Aku pikir TikTok itu mirip-mirip sama Explore di Instagram Stories," jelasnya seperti dikutip Tech Crunch.
 
Instagram sendiri punya fitur Story yang terinspirasi dari Snapchat. Instagram sukses berat dengan fitur Story itu, bahkan mengalahkan aplikasi aslinya.
 
Tapi lain soal untuk TikTok. Story mudah diaplikasikan ke Instagram karena template-nya yang kurang lebih sama. Kalau di TikTok, cara kerjanya juga seolah-olah seperti template tapi dengan database yang jauh lebih banyak.
 
Semua konten adalah database yang bisa dipakai ulang sama pengguna lain. Beda  sama Story yang kita nggak bisa meng-copy langsung suara dari Story orang lain.
 
Dan lagi, TikTok juga mempermudah penggunanya buat nemuin materi suara buat konten yang paling tepat. Dibanding mencari langsung di antara miliaran database itu, TikTok sudah menyediakan kategori-kategori seperti Trending, For You, Greatest Hits, Travel, Gaming, dan lain-lain.
 
Tech Crunch memperkirakan kejayaan TikTok masih akan terus berlangsung dan bahkan mungkin meningkat seiring dengan makin tingginya minat orang untuk membuat konten v. (*)
Related Articles
Current Issues
Ini Media Sosial yang Berjaya dan Tumbang dalam Satu Dekade

Current Issues
CEO TikTok Minta Bantuan Instagram dan Facebook Lawan Pemblokiran

Current Issues
Google Siapkan Saingan TikTok Akhir 2020, Namanya YouTube Shorts