Current Issues

Kisah Hans Christian Andersen di Balik Hari Buku Anak Internasional

Ridho

Posted on April 2nd 2020

Hans Christian Andersen

Tepat tanggal 2 April ini dunia memperingati perayaan Hari Buku Anak. Salah satu tujuan perayaan Hari Buku Anak Internasional ini adalah untuk mendorong minat baca anak sejak dini. Sebab membaca menjadi metode yang mendorong perkembangan belajar anak.

Dipilihnya 2 April sebagai Hari Buku Anak Internasional ini bukan tanpa alasan. Sebab tanggal itu merupakan hari lahirnya seorang penulis buku anak termasyhur: Hans Christian Andersen. 

Hans lahir di Odense, Denmark, 2 April 1805. Sebuah momen yang membuat Hans bisa menjadi seorang penulis buku anak adalah saat ia diberikan sebuah bacaan oleh sang ayah sebelum meninggal. Bacaan itu adalah Arabian Nights.

Sebenarnya Hans tak mengawali karirnya sebagai penulis. Pada usia 14 tahun, ia pindah ke Kopenhagen demi memburu cita-cita sebagai aktor. Saat itu ia punya suara sopran yang bagus sehingga dirinya diterima di Royal Danish Theatre.

Namun, suara Hans tak selamanya terjaga. Ketika beranjak dewasa, suaranya berubah. Rekannya pun kemudian menyarankan untuk berpindah haluan menjadi seorang penyair. Semenjak itu, ia mulai rajin menulis.

Hans lantas masuk ke sekolah menulis. Terutama soal tata bahasa. Ia mendapat pengajaran langsung dari direktur Royal Danish Theatre,  Jonas Collin.

Waktu berlalu, saat usianya menginjak 17 tahun. Hans sudah menerbitkan cerita pertamanya. Dengan judul The Ghost at Palnatoke's Grave

Meski sempat tak mendapat dukungan untuk terus menulis. Tekat Hans masih sangat kuat. Ia masih aktif menulis dan menghasilkan karya sepanjang 1820-an. Salah dua karya yang ia hasilkan adalah The Tallow Candle dan A Journey on Foot from Holmen's Canal to the East Point of Amager.

Lewat karyanya itu, Hans bahkan mendapat hadiah dari sang raja untuk berjalan-jalan kelilling Eropa. Inilah awal mula Hans menulis cerita dongeng yang beragam.

Dongeng milik Hans, bisa dibilang tak akan lekang oleh waktu. Meskipun cerita itu lahir pada kurun waktu 1835 hingga 1837. Namun cerita itu bisa memberkas pada dunia. 

Pada kurun waktu itu, Hans merilis dua seri buku, yakni Fairy Tales. pada buku itulah terdapat cerita-cerita yang melegenda. Seperti The Tinderbox, The Princess and the Pea, Thumbelina, The Little Mermaid, dan The Emperor's New Clothes

Bahkan beberapa cerita milik Hans, menjadi dasar untuk pembuatan film. Tak hanya itu, cerita miliknya juga menjadi ide untuk cerita rakyat dalam dunia sastra klasik Inggris. Kalau kalian, buku anak-anak apa yang paling membekas di ingatanmu? (*)

Related Articles
Current Issues
Kenapa sih Rindu Itu Berat?

Current Issues
Lebih Cepat dan Aman, Amerika Serikat Ciptakan Robot untuk Tes Covid-19

Current Issues
Meski Sedang Uji Coba, Peneliti Inggris Siap Produksi Satu Juta Vaksin Covid-19