Current Issues

India Sulap 20 Ribu Gerbong Kereta Jadi Kamar Rumah Sakit Dadakan

Drian Bintang

Posted on April 2nd 2020

Seakan tak mau kalah dengan salah satu perusahaan di Indonesia yang mengubah pusat perbelanjaannya sebagai Rumah Sakit (RS) darurat. India akan menyulap 20 ribu gerbong kereta mereka menjadi RS bagi mereka yang positif terjangkit Coronavirus. Keputusan ini dilakukan setelah meningkatnya jumlah mereka yang terinfeksi menjadi 1.590 positif dan 45 meninggal.

Sebagai negara yang memiliki 1,3 miliar penduduk, tentu saja pemerintahan setempat tidak mau tinggal diam. Mereka harus segera mencari cara untuk menangani warganya yang terjangkit Coronavirus. Sebelumnya, pihak pemerintah juga sudah memerintahkan warganya untuk melakukan karantina di dalam rumah. Semua kegiatan seperti bekerja dan bersekolah, sudah dihentikan secara total. Negara pun sudah melakukan lockdown secara besar-besaran.

Pemodifikasian kereta menjadi RS darurat sedang berjalan. Sampai saat ini saja, sudah ada 5 ribu kereta yang sedang direparasi. Setiap gerbong di kereta tersebut akan dilengkapi dengan peralatan seperti yang ada di rumah sakit. Seperti kasur untuk pasien berbaring, Elektrokardiografi (EKG) alias pengukur detak jantung, tabung oksigen, dan selang-selang infus.

Setiap gerbong bisa menampung 16 pasien sekaligus. Diperkirakan akan ada 320 ribu orang yang bisa dirawat, jika ke-20 ribu gerbong kereta sudah selesai dimodifikasi.

Tingginya kasus Covid-19 di India ini terjadi karena berbagai macam faktor. Salah satunya, banyak yang mengatakan minimnya kemampuan pemerintah setempat untuk melakukan tes ke warganya. Sehingga banyak dari mereka yang tidak terdeteksi, meskipun sudah terjangkit dan menulari warga lainnya. Hal ini membuat para migran yang saat ini berada di India, baik untuk berlibur maupun kerja, mulai waswas ketika hendak kembali ke negaranya masing-masing.

Minimnya tenaga medis di India juga menjadi alasan kenapa tempat berdirinya Taj Mahal ini sangat riskan terinfeksi Covid-19. Bayangkan saja, sebagai perbandingan 10 ribu warga yang positif terjangkit Covid-19, pemerintah hanya menyediakan 8 dokter untuk merawat mereka.

Berbeda dengan Amerika Serikat (AS) yang memiliki setidaknya 26 dokter, Italia 41 dokter, dan Korea Selatan 71 dokter. Hanya untuk mengurusi pasien dengan jumlah yang sama.

Oleh karena itu seluruh upaya terus dilakukan pemerintah setempat untuk menangani warganya yang sudah terjangkit. Dalam waktu dekat, mereka juga akan mengubah beberapa stadion olahraga sebagai RS darurat. Ini hanya bersifat temporer saja. Ketika wabah Covid-19 sudah selesai, maka lokasi-lokasi tersebut akan dipergunakan sebagaimana mestinya.(*)

Related Articles
Current Issues
Alat Rapid-test Murah dan Bisa Dilakukan di Rumah Ciptaan Orang Indonesia

Interest
India Juga Siapkan Aplikasi Tracking  Pasien Covid-19

Interest
Lahir Saat Lockdown, Bayi Kembar di India Ini Diberi Nama Corona dan Covid