Current Issues

Sulit Tidur Malam Selama Self-quarantine? Ini Penyebabnya dan Cara Mengatasinya

Delima Pangaribuan

Posted on April 1st 2020

 
Sulit tidur kayaknya banyak dialami orang-orang belakangan ini. Ketika mereka harus melakoni self-quarantine di rumah. Gangguan ini bahkan sampai mengarah ke insomnia ringan. Apakah hal ini terjadi karena Covid-19 merebak? Bisa jadi. Kemungkinan banyak orang jadi sulit tidur akhir-akhir ini ada hubungannya sama pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung.
 
Menurut Health Line, konidisi pandemi saat ini memang berkontribusi menimbulkan kecemasan berlebihan. Kecemasan karena banyak pikiran soal Covid-19 inilah yang sadar nggak sadar bikin kita akhirnya sulit tidur di malam hari.
 

Ngomongin soal susah tidur terlihat sepele, padahal tidur merupakan salah satu "senjata" penting untuk melawan virus. Sebab ketika tidur kita bisa menjaga tubuh tetap sehat dan imun tetap kuat.
 
Dengan berkurangnya jam tidur, tubuh kita akan semakin lama bekerja justru di saat-saat harusnya organ-organ tubuh kita beristirahat. Ini bisa memengaruhi imun dan membuat kita lebih gampang terserang penyakit.
 
Makanya kalau mulai merasakan sulit tidur, kita kudu cari tahu penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya. Situs Sleep Health Foundation menyebutkan beberapa cara mengatasi sejumlah masalah penyebab sulit tidur ini.

 
1. Jaga kebiasaan bangun dan tidur
 
Berubahnya kebiasaan ternyata bisa berpengaruh sama jam tidur kita. Banyak dari kita yang akhirnya menghabiskan sebagian besar waktu di rumah karena adanya kebijakan pembatasan fisik atau physical distancing.
 
Tanpa sadar dengan diam di rumah kita jadi lupa waktu. Bisa bangun siang, terus siang juga tidur lagi, sore kalau ngantuk tidur lagi karena nggak ada kegiatan. Akhirnya malamnya malah melek kayak burung hantu.
 
Sleep Health Foundation menyarankan supaya kita tetap menjaga rutinitas kita seperti biasa. Bukan berarti berakivitas di luar ya, tapi jamnya dijaga seperti biasa.
 
Kalau pagi biasanya sekolah, ya sekarang di rumah tetap belajar. Atur alarm juga supaya kita tetap bangun di jam yang sama setiap pagi. Tetap buat kesibukan yang berkualitas sepanjang hari. Alhasil saat malam nanti kita otomatis akan bisa tidur seperti biasa.
 
 
2. Batasi paparan gadget
 
Banyak di rumah bikin kalian punya banyak waktu luang juga. Dan yang biasa dilakukan milenial dan gen Z sekarang ya main handphone atau komputer. Jangankan yang masih muda, kadang orang tua kita juga sadar nggak sadar banyak menghabiskan waktu main HP. Padahal, ini juga menjadi salah satu penyebab kualitas tidur berkurang menurut Sleep Health Foundation.
 
Makin banyak terpapar dengan ponsel, makin banyak pula kita mendapatkan informasi soal Coronavirus. Dampaknya makin cemas kita. Selain itu, terlalu lama terpapar ponsel juga membuat mata kita terlalu lama terpapar blue light dari gadget.
 
Supaya tetap bisa tidur berkualitas di malam hari, batasi waktu kita bermain gadget. Gunakan untuk hal yang memang benar-benar penting seperti ikut kelas online, kerja, atau freelancing. Main medsos dikit-dikit boleh, tapi jangan kelamaan. Dan usahakan nggak pakai gadget apa-apa sejam sebelum tidur.
 
 
3. Olahraga dan makan makanan bergizi
 
Satu hal ini juga yang sering luput dilakukan kalau stay di dalam rumah: Olahraga! Padahal otot-otot kita ini tetap butuh digerakkan supaya nggak kaku. Olahraga juga bisa menjaga kesehatan organ-organ tubuh juga.
 
Lakukan olahraga yang ringan-ringan saja yang mungkin diterapkan di dalam rumah. Energi kita jadi terpakai buat olahraga dan malamnya tubuh bisa merasa rileks dan akhhirnya bisa tidur.
 
Dampingi juga kegiatan olahraga itu dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi. Jangan kebanyakan makanan cepat saji, kalau lemak menumpuk nanti bawaannya jadi males gerak melulu. Dan minum air putih yang banyak, jangan malah minum kopi atau yang mengandung kafein. Itu yang bikin mata kita akhirnya melek sepanjang malam.
 
 
4. Jaga jarak dengan kasur
 
Jaga jarak fisik alias physical distancing kayaknya asyik banget buat kita yang kaum rebahan. Akhirnya bisa rebahan sepanjang hari. Tapi eh tapi, tanpa sadar rebahan dalam waktu lama justru bikin kita makin sulit tidur. Sebab tubuh sudah terbiasa dengan postur itu dan nggak merasa capek jadi seolah nggak butuh istirahat.
 
Jadi, meskipun physical distancing, kalian tetap juga butuh jaga jarak dengan kasur selama stay di rumah. Bahkan kalau bisa, pagi sampai siang jangan di kamar saja.
 
Kalau malam hari nggak bisa tidur padahal sudah rebahan di kasur, coba bangun dulu dan lakukan kegiatan ringan di tempat atau ruangan lain. Jangan paksakan dengan berbaring di kasur dalam waktu lama. Kalau sudah ngantuk lagi dan merasa siap tidur, baru deh kembali ke kasur.
 
 
5. Berkomunikasi dengan orang lain
 
Nggak bisa tidur memang menyebalkan. Maka dari itu, kita barangkali butuh "bantuan" orang lain. Coba ngobrol sama keluargamu atau temanmu di malam hari kalau nggak bisa tidur, mungkin bisa membantu. Misalnya dengan ngajak kamu ngobrol lamaaaa sampai akhirnya kamu ngantuk-ngantuk sendiri.
 
Social distancing memang rawan bikin susah tidur karena kita jadi cenderung menjaga jarak dengan orang lain dan akhirnya jarang bersosialisasi. Ini bisa bikin bosen, kemudian kita jadi kebanyakan waktu buat mikir sendirian. Nah, mikir sendirian ini yang berujung pada overthinking dan akhirnya membuat kita sulit tidur. Makanya, lakukan physical distancing sesuai anjuran terbaru WHO. Bukan social distancing
Related Articles
Current Issues
Ilmuwan: Pandemi Baru Bisa Muncul, kecuali Manusia Ubah Perlakuan ke Satwa Liar

Current Issues
Perubahan Iklim Bikin Virus Makin Kuat, Manusia Tambah Lemah

Current Issues
Normal Baru Nonton Bioskop, Begini Pengaturannya...