Interest

Ayo Nostalgia Bersama 5 Merk Es Krim Jadul Ini!

Ahmad Redho Nugraha

Posted on April 1st 2020

Es krim memang salah satu produk kuliner yang paling terkenal di seluruh dunia. Bagi sebagian orang, makanan asal Tiongkok ini sudah jadi bagian yang wajib ada dalam hidangan di meja makan. Es krim pun hadir dalam berbagai bentuk dan jenis, mulai dari es serut, es lilin, popsicle dan masih banyak lagi.

Di Indonesia, kehadiran eskrim memiliki sejarah yang tidak singkat. Berbagai kedai es krim berkembang di wilayah perkotaan Indonesia. Contohnya seperti Kedai es krim Ragusa di Jakarta dan Kedai Es Krim Oen di Malang, Jawa Timur.

Produksi es krim secara manufaktur di Indonesia baru dilakukan pada awal 1970-an oleh perusahaan es krim lokal asal Surabaya yang kini dikenal dengan nama Campina. Sejak pasarnya terbentuk di tengah masyarakat Indonesia, barulah berbagai perusahaan es krim internasional seperti Wall’s dan Diamond ‘menginvasi’ Indonesia dengan merk-merk es krim mereka.

Beberapa merk es krim tersebut turut menyertai masa kecil sebagian orang, terutama generasi Y dan generasi Z yang kini sudah tumbuh dewasa. Sedihnya, beberapa merk es krim jadul yang paling populer pada zamannya kini sudah jarang dijual, bahkan sebagian ada yang sudah tidak diproduksi lagi oleh pabriknya.

Kerinduan untuk mencicipi makanan nostalgik ini pun mau tak mau harus dipendam bersama segala kenangan yang menyertainya. Sebagai bentuk penghormatan terhadap elemen pengisi masa kecil millenials ini, berikut kami rangkum dan ulas kembali beberapa merk es krim jadul yang pastinya bisa membangkitkan ingatan masa kecil kalian yang bahagia.

1. Heart

Es Krim Heart (foto:https://www.google.co.id/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.kompasiana.com%2Fdenik13%2F5b880a1a677ffb656e6d99b2%2Fantara-aku-bapak-dan-es-krim-campina&psig=AOvVaw0peRImf7US1eHB4lM-Cwww&ust=158581692525700)

Entah sejak kapan tepatnya eskrim ini mulai disukai anak-anak Indonesia. Es krim ini populer bukan hanya karena bentuk ikoniknya yang menyerupai figur hati, tapi juga karena rasanya yang khas.

Es krim Heart memiliki tiga rasa sekaligus di setiap batangannya: cokelat, stroberi dan vanilla, yang dilapisi cokelat di sebagian permukaannya. Di balik lapisan cokelatnya yang renyah dan es krimnya yang legit, citarasa es krim Heart juga dilengkapi dengan rasa asam-manis dari saus stroberi di bagian dalamnya. Es krim Heart masih eksis hingga kini, walau sekarang sudah cukup sulit ditemukan di gerai-gerai es krim Campina


Bola

Es Krim Bola (foto:https://www.google.co.id/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Ficecreamstore.co.id%2Fproduk%2FBola.html&psig=AOvVaw0ysgh87JSlOku--i5i4amH&ust=1585817006782000&source=images&cd=vfe&ved=0CAIQjRxqFwoTCPDM-PrqxugCFQ)

Sesuai namanya, es krim Bola memang mengambil bentuk bola sepak. Bola sudah seperti saudara sepupu dari es krim Heart, karena mereka memang dipasarkan secara bersamaan. Termasuk di poster-poster harga es krim jadul, gambar dua eskrim ini selalu bersebelahan.

Rasa vanilanya yang manis dihiasi oleh pola-pola coklat yang membuatnya jadi menyerupai bola. Keunikan Bola terdapat pada lapisan gula tipis renyah yang menyelubungi es krim satu ini.


3. Conello

Kemasan Es Krim Conello (foto:https://www.google.co.id/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.pulsk.com%2F638381%2F&psig=AOvVaw0rn7JdXFvxva1RyJyRTT3u&ust=1585817135888000&source=images&cd=vfe&ved=0CAIQjRxqFwoTCMjS-LfrxugCFQAAAAAdAAAAABAD)

Merk Conello adalah pendahulu dari merk Cornetto yang sekarang dipakai dan dikembangkan oleh Wall's. Pada masanya, Conello tergolong es krim premium yang tidak bisa dibeli sembarangan anak-anak jadul, kecuali jika mereka di-backup oleh dompet orangtuanya.

Conello menjadi favorit karena berbeda dengan merk es krim pabrikan lain pada umumnya, Conello dilengkapi corong atau cone yang terbuat dari wafer, sementara eskrimnya sendiri mengisi bagian dalam cone tersebut bersama dengan lapisan cokelat renyah dan taburan choco chips dan kacang.

Kemasan uniknya yang berbentuk kerucut juga menjadi daya tarik sendiri bagi pembeli, khususnya anak-anak. Meski kini nama Conello telah berganti menjadi Cornetto, beberapa orang yang belum bisa move on tetap memanggil es krim ini dengan nama Conello.


4. Es Mony

3 Varian Rasa Es Mony (foto:https://www.google.co.id/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fpusatjajanantempodulu.wordpress.com%2Fkatalog-jajanan-tempo-dulu%2Fes-mony%2F&psig=AOvVaw1Twh-hWpkbFCCdAID9tLFw&ust=1585817241636000&source=images&c)

Berbeda dengan jenis-jenis es krim yang sudah disebutkan di atas, Es Mony tidak memiliki cita rasa milky karena memang tidak dibuat dari bahan susu. Es Mony meramaikan masa kanak-kanak millenials dengan varian rasa jeruk, stroberi dan anggur.

Dibandingkan dengan eskrim lain, harga Es Mony sedikit lebih terjangkau, namun reputasinya tetap terkenal di seluruh Indonesia. Selain bentuk kemasan segitiganya yang cukup unik dan memorable, Es Mony bisa dikonsumsi keadaan beku maupun cair, sehingga sering jadi jajanan incaran anak-anak saat berbelanja bersama keluarga di supermarket.


5. Vienetta

Penampakan Es Krim Legendaris Wall's Vienetta (foto:https://www.google.co.id/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fjogja.idntimes.com%2Ffood%2Fdining-guide%2Fprila-arofani%2F6-es-krim-unik-era-2000-an-yang-gak-diproduksi-lagi-regional-jogja&psig=AOvVaw2nPpQJqZ3Fk)

Meski bukan merk lokal, Vienetta yang pernah diproduksi oleh Wall’s mungkin adalah merk es krim yang paling fenomenal di Indonesia, terutama sejak setahun belakangan. Tahun 2019, sebuah petisi bertajuk “Kembalikan Es Krim Wall's Vienetta ke Pasaran sempat ramai jadi bahan perbincangan di Facebook dan Twitter. Petisi yang digagas oleh Pramirtha Sudirman ini ‘menuntut’ perusahaan Wall’s untuk kembali memproduksi dan menjual eskrim Vienetta di pasaran Indonesia. Hingga saat ini, setidaknya lebih dari 74.000 orang telah menandatangani petisi tersebut.

Pembuatan petisi ini berawal karena hal yang sederhana : Vienetta sudah tidak diproduksi lagi oleh Walls’ Indonesia. Padahal, iklan es krim super premium ini benar-benar memorable bagi banyak anak-anak tahun 90-an. Sayangnya, tidak semua orang bisa membeli dan menikmati es krim ini karena harganya yang sangat mahal untuk ukuran eskrim pada masa itu. Sebagai gambaran kasar, pada saat eskrim ini populer di tahun 1990-an, harga semangkok mie ayam berkisar antara 1.500 hingga 3.000 rupiah, sementara harga eskrim Vienetta bisa mencapai 30.000 rupiah. Kondisi ini tak heran menjadikan Vienetta angan-angan muluk bagi banyak anak-anak tahun 90-an. Bahkan hingga sekarang, banyak dari mereka yang tumbuh dewasa tanpa sempat mencicipi es krim legendaris ini.

Namun sebuah kabar baik dihembuskan oleh Wall’s Indonesia melalui akun instagram resmi mereka. Eskrim Vienetta ternyata akan kembali diproduksi dan dipasarkan di Indonesia mulai 1 April 2020! Info ini tentu saja merupakan angin segar bagi millenials yang dulu ngidam mencicipi eskrim ini, tapi tidak sempat melampiaskan nafsunya karena eskrim ini keburu menghilang dari pasar.

Vienetta memiliki bentuk unik yang menyerupai bolu balok, lengkap dengan isian saus stroberi, lapisan cokelat dan semprotan krim yang bergelombang di permukaan atasnya.

Selain memanjakan lidah, es krim ternyata memberikan dampak positif pada kondisi psikologis seseorang. Kandungan kalsium yang kaya pada es krim berbahan susu dapat memberikan efek relaksasi bagi otot manusia dan orbitofrontal cortex, yakni bagian depan otak yang menganalisis berbagai hal. Selain itu, mengonsumsi es krim ternyata bukan hanya menyehatkan mental, tetapi juga meningkatkan kekebalan tubuh, terutama terhadap virus. Kandungan laktoferin dalam eskrim berbahan susu berfungsi sebagaizat antiviral untuk melawan aneka virus, seperti cytomegalovirus dan influenza.

Nah, lengkap sudah alasan untuk menjadikan es krim sebagai kudapan favorit selama masa karantina diri. Kalau kamu, sudah makan es krim hari ini?


Artikel Terkait
Interest
Pembatasan Sosial Berskala Besar? Apa Bedanya dengan Karantina Wilayah?

Current Issues
10 Tips Hidup Sehat ala WHO saat Jalani Self-quarantine

Opinion
7 Kebiasaan Baru Milenial dan Generasi Z Gara-gara Coronavirus