Current Issues

Buat Kamu yang Introvert, Self-Quarantine Bisa Jadi Sebuah Kebebasan!

Kezia Kevina Harmoko

Posted on April 1st 2020

(Dribble)

 

Self-quarantine akibat Coronavirus yang merebak saat ini bisa jadi masa yang sulit buat banyak orang. Tapi walaupun kurang menyenangkan, masa self-quarantine ini justru jadi menyenangkan lho buat beberapa kalangan. Kenal dengan kalangan ini? Mereka adalah manusia introvert!

Sering banget rasanya kita mendengar istilah introvert dan extrovert. Dua sebutan ini menggambarkan sebuah karakter seseorang.

Kaum introvert adalah orang yang bisa mendapatkan energi sosialnya dengan menyendiri dan menikmati kesendirian. Sedangkan extrovert adalah kebalikannya, mereka gak bisa tahan dengan kesendirian dan perlu untuk berinteraksi dengan orang-orang untuk mengisi energi sosial mereka.

Kalau sebutan introvert untuk orang yang pemalu dan pendiam itu salah ya. Dan juga, gak semua extrovert juga cerewet dan memimpin segala hal.

 

(Pinterest)

 

Umumnya di dunia modern seperti sekarang ini, extrovert punya tempat yang lebih banyak untuk menikmati hari mereka. Seseorang yang aktif dan suka bicara punya lebih menarik daripada si kutu buku yang diam di pojok ruangan.

Anak hits yang hobi hangout sama teman-temannya terlihat lebih keren daripada anak sastra yang merenungkan makna hidup sendirian di kamarnya lalu menulis novel pertamanya. Begitulah. Extrovert mendominasi kehidupan sosial yang berjalan di lingkungan kita.

Namun, gimana pas lagi masa self-quarantine kayak sekarang? Untuk extrovert, bisa jadi masa sekarang sangat menyengsarakan tapi gak buat introvert! Masa sekarang sangat ideal buat seorang introvert untuk punya dunia sendiri. Mereka bisa punya kesempatan hidup tanpa tuntutan menjadi extrovert yang jarang banget bisa didapetin. Yay, hidup introvert!

Para introvert di masa self-quarantine bisa menyelami lebih dalam tentang apa pun yang ia suka. Kesendirian juga bisa meningkatkan kreativitas mereka lho! Contohnya John Keats, penulis puisi terkenal di England. Ketika ia sakit tuberculosis saat usia 24 tahun, ia dikarantina selama 10 hari. Waktu itu digunakannya untuk menulis memoir tentang masa kecilnya.

Bahkan Isaac Newton, ilmuwan terkenal dunia, juga seorang introvert lho! Ketika ia berada di Cambridge University pada 1665-1666, wabah bubonic merebak dan universitas itu ditutup. Isaac Newton pun terpaksa tinggal di rumah milik keluarganya yang terletak di pedesaan Lincolnshire.

Gak ada kata “terpaksa” sih sebenarnya. Isaac Newton menghabiskan waktu sendirian dengan menikmati alam tanpa gangguan sedikit pun. Ketika ia melihat sebuah apel jatuh dari pohon dan menyadari bahwa hal tersebut terjadi karena adanya energi yang sama yang menarik bulan ke bumi, tercetuslah teori gravitasi.

 

(financehippy.com)

 

Ia juga mengamati cahaya dengan berbagai warna dan mulai memikirkan tentang optika. Bahkan alam juga menginspirasinya hingga melahirkan teori kalkulus. Tahun di mana Isaac Newton mencetuskan beberapa teori tersebut menjadi tahun keajaiban atau Annus Mirabilis.

Nah para introvert, mau menghasilkan apa nih di masa self-quarantine ini? Gak ada tuntutan untuk menjadi seperti Isaac Newton kok, tapi ia berhasil menunjukkan bahwa justru di tengah wabah yang merebak, ia bisa menghasilkan karya-karya jenius yang mengubah dunia.

Menjadi introvert memang bukan berarti pasti jenius, tapi pasti ada deh di antara kalian para introvert yang mengaplikasikan kemampuan kalian untuk menjadi sebuah karya! Masa yang ideal banget kan?

 

(Debbie Tung via boredpanda.com)

 

Untuk para extrovert bukan berarti gak bisa produktif ya di masa seperti ini. Kita manusia gak bisa sepenuhnya menjadi introvert atau extrovert seperti kata ilmuwan Carl Jung.

Kalau kamu menikmati masa self-quarantine ini, gak masalah! Kalau gak, juga gak ada masalah. Tetap tenang dan kita semua tentunya terus berharap Coronavirus ini segera reda dan kehidupan menjadi lebih baik.

Related Articles
Current Issues
On This Day: 7 April 1948 WHO Terbentuk, Mari Bantu Mereka Atasi Covid-19

Current Issues
Peringatan WHO: Jangan Pakai Masker Kalau Sehat!

Current Issues
Perlu Gak Sih Pakai Sarung Tangan Biar Aman Dari Coronavirus? Nih Jawabannya!