Current Issues

On This Date: 31 Maret 1889 Menara Eiffel Pertama Kali Dibuka

Ahmad Redho Nugraha

Posted on March 31st 2020

Ide membangun menara besi setinggi 300-an meter di Kota Paris pada awalnya disambut dengan ketidakpercayaan. Namun semenjak dibukanya menara tersebut untuk umum pada 31 Maret 1889, bangunan tersebut akhirnya dikenal sebagai keajaiban dalam dunia arsitektur sampai saat ini.

Bangunan keren ini berawal saat Pemerintah Perancis mengumumkan sebuah sayembara desain rancang bangun monumen peringatan Revolusi Perancis. Desain milik Gustava Eiffel akhirnya terpilih.

Desain tersebut menggambarkan rancangan struktur bangunan buatan manusia bertinggi 1.000 kaki (304 meter), tertinggi di seluruh dunia pada masanya. Eiffel sendiri adalah seorang perancang. Ia seorang arsitek jembatan terkenal yang juga membangun rancangan awal Patung Liberty di Pelabuhan New York pada 1886.

Dalam pembangunan menaranya, Gustava Eiffel dibantu oleh dua insinyur Maurice Koechlin dan Emile Nouguier. Plus seorang arsitek Stephen Sauvestre.

Ide dasar tentang bentuk menara ini adalah sebuah tiang besi besar, dengan empat kolom kiri-kisi yang disusun oleh balok-balok logam. Terpisah di pangkal dan tersambung di ujung atasnya menjadi satu kesatuan. Pada 1884, Eiffel mendaftarkan patennya, yaitu  konfigurasi terbaru dalam mendirikan bangunan dengan fondasi dan tiang logam yang mampu menjulang hingga ketinggian 300 meter.

Sauvestre, sebagai arsitek eksekutor dalam pembangunan Menara Eiffel merancang landasan berbahan batu di pangkal kaki menara, tembok kaca lebar di setiap lantai, puncak berbetuk pentul dan fitur-fitur ornamental lainnya untuk mempercantik menara tersebut. Rancangan tersebut pada akhirnya disederhanakan, namun unsur-unsur elemental seperti lengkungan di antara kaki-kaki menaranya tetap dipertahankan sebagai karakteristik utama menara.

Pembentukan lengkungan dan sambungan-sambungan rangka pada menara Eiffel secara matematis dirancang untuk tahan terhadap tiupan angin kencang. Pemasangan struktur pertama dilakukan pada 1 Juli 1887 dan selesai 21 bulan kemudian.

Semua elemen struktur diproduksi di pabrik milik Eiffel di Levallois-Perret, sebuah daerah di tepian Paris. Tidak kurang dari 18.000 kepingan bagian digunakan dalam pembangunan Menara Eiffel, dan semuanya didesain serta dikalkulasikan dengan akurasi hingga sepersepuluh milimeter. Kepingan-kepingan tersebut kemudian disusun menjadi rangkaian-rangkaian kecil sepanjang lima meter.

Seluruh kepingan logam Menara Eiffel dirangkai dengan teknik rivet atau pancang, sebuah teknik konstruksi yang baru ditemukan pada masa menara itu dibangun. Kepingan-kepingan logam tersebut disatukan dengan baut-baut, yang nantinya akan digantikan dengan pancang yang dipanaskan hingga ke titik muai.

Pancang logam yang panas tersebut kemudian akan mengencang saat udara mendingin. Pengerjaan pancang logam tersebut memerlukan setidaknya empat orang pekerja untuk setiap pancang. Dari total 2.500.000 pancang yang digunakan dalam pembangunan Menara Eiffel, hanya sepertiga yang dipasang langsung di lokasi pembangunan.

Selama masa pengerjaannya, lima bulan waktu pembangunan digunakan untuk mendirikan fondasi, sementara 21 bulan dihabiskan untuk menyatukan semua rangka logam.

Dengan penguasaan teknik konstruksi pada abad ke-19, kecepatan pengerjaan Menara Eiffel termasuk luar biasa, ditambah lagi dengan presisi pemasangan rangka dan pancang logam. Konstruksi Menara Eiffel dimulai pada Januari 1887 dan selesai pada 31 Maret 1989.

Sepanjang masa pembangunannya, Menara Eiffel mendapat banyak cacian dari kritikus. Tak jarang menjadi bahan perdebatan bagi banyak pihak, termasuk sastrawan dan seniman. Berbagai pamflet dan artikel berisi penentangan pembangunan Menara Eifel diterbitkan sepanjang 1886.

“Protest Against the Tower of Monsieur Eiffel” diterbitkan di koran Le Temps. Protes-protes tersebut ditujukan terutama kepada Monsieur Alphand, Ketua Pelaksana World Fair yang akan diadakan di Kota Paris pada 1889, berbarengan dengan tahun Menara Eiffel ditargetkan selesai dibangun.

Kritik dan protes tentang Menara Eiffel berasal dari berbagai nama sastrawan dan seiman besar seperti Charles Gounod, Guy de Maupassant, Alexandre Dumas Junior, Charles Garnier dan masih banyak lagi. Beberapa seniman satir menyebut Menara Eiffel dengan sebutan-sebutan tidak menyenangkan seperti ‘tiang lampu raksasa’ (Leon Bloy), ‘menara lonceng’ (Paul Verlaine), ‘tiang gimnastik yang tidak tuntas, bingung dan tidak  berbentuk’ (Francois Coppee).

Namun setelah selesai dibangun, semua kritik tersebut lenyap dengan sendirinya di hadapan mahakarya Eiffel. Sebanyak dua juta pengunjung menyambangi Menara Eiffel pada World Fair 1889 di Paris, Perancis.

Menara Eiffel pun mencatatkan rekor sebagai bangunan tertinggi di dunia dan sukses mempertahankan rekornya selama 41 tahun hingga Gedung Chrysler di New York dibangun pada 1930.

Menara Eiffel masih berdiri dengan kokoh hingga saat ini di jantung Kota Paris, Perancis, dan sempat tercatat sebagai salah satu keajaiban dunia.(*)

Artikel Terkait
Current Issues
Kasus Covid-19 di Amerika Cetak Rekor. Sehari, Catatkan 83 Ribu Pasien Positif

Current Issues
Prancis Subsidi Warga untuk Biasakan Penggunaan Sepeda Pasca Lockdown

Current Issues
Varian Baru Virus Corona Muncul di Perancis, Bisa Bersembunyi dari Tes Standar