Interest

Greta Thunberg Cerita Pernah di-Bully: "Aku Sangat Kesepian"

Delya Oktovie Apsari

Posted on March 30th 2020

(Euronews)

 

Dalam wawancaranya bersama Rolling Stone, aktivis muda Greta Thunberg bercerita tentang pengalamannya menghadapi bullying dari teman-teman sekelasnya.

Dilansir dari Teen Vogue, Greta menyebut bullying tersebut terjadi di tahun-tahun awal sekolahnya. Gara-gara di-bully, Greta berkata ia sering bersembunyi di kamar mandi ketika istirahat. Saat pulang ke rumah, ia bakal menghabiskan waktu berjam-jam menangis.

Kemudian, Greta mengungkap kalau ia sempat mengalami gangguan makan, dan akhirnya mengisolasi dirinya dari teman-teman sekelasnya. Jarak antara dirinya dan teman-temannya pun semakin lebar ketika ia mempelajari krisis iklim.

"Aku merasa sangat kesepian waktu itu karena tampaknya aku satu-satunya yang khawatir soal ini [...] Tinggal aku saja yang ada di 'bubble' ini. Orang-orang lain melanjutkan hidup mereka seperti biasa, dan aku tak bisa melakukan itu," tutur gadis berusia 17 tahun ini.

Greta juga bercerita awal mula dirinya merasakan keinginan membuncah untuk beraksi dalam pergerakan iklim. Perasaan itu ia dapat ketika melihat banyaknya siswa menjadi aktivis setelah tragedi penembakan di sekolah di Parkland, Florida.

"Tentu saja, nggak cuma itu yang bikin aku merasakan itu. Aku juga melakukan itu karena aku merasa lelah duduk dan menunggu. Aku berusaha mengajak yang lain, tapi nggak ada yang tertarik dan nggak ada yang mau melakukannya. Jadi aku bilang, 'Aku akan melakukan ini sendiri kalau tidak ada orang lain yang mau melakukannya'."

Kini, Greta tentu tak lagi sendiri. Greta telah bertemu dengan pemimpin-pemimpin dunia, bicara di depan keramaian, dan masuk dalam Time 'Person of the Year' di tahun 2019. Greta juga tampaknya berhasil belajar bagaimana cara menghadapi bullying; melihat keberaniannya dalam merespon komentar-komentar menyakitkan yang ditujukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump padanya.

Greta pun menegaskan kalau ia tidak mau orang lain -- termasuk dirinya -- menghabiskan waktu mengkhawatirkan para perisak.

"Jujur aku nggak paham kenapa orang dewasa memilih untuk menghabiskan waktu mereka menghina dan mengancam remaja dan anak-anak yang mempromosikan sains, ketika mereka bisa melakukan sesuatu yang baik," tulis Greta di Twitter-nya.

"Aku rasa mereka mungkin merasa terancam oleh kita... dunia mulai bangun. Perubahan akan terjadi entah mereka menyukainya atau tidak." (*)

Artikel Terkait
Interest
Ketika Dua Aktivis Inspiratif, Greta Thunberg dan Malala Yousafzai Bertemu

Current Issues
Studi: 85 Persen Populasi Dunia Diperkirakan Terpengaruh Perubahan Iklim

Current Issues
Amazon Merasa Terancam Aktivis Perubahan Iklim, Greta Thunberg Malah Tersanjung