Current Issues

Selamat Hari Film Nasional! Ini Rekomendasi 6 Film Indonesia yang Menang Award

Delya Oktovie Apsari

Posted on March 30th 2020

Selamat Hari Film Nasional! Setiap tanggal 30 Maret, kita merayakan karya-karya sineas Indonesia yang semakin ke sini, semakin keren!

Tanggal 30 Maret dipilih karena itu adalah hari pertama pengambilan gambar film 'Darah & Doa' yang disutradari H. Usmar Ismail. Ia dianggap sebagai pribumi yang berjasa besar bagi dunia perfilman Indonesia. Bahkan, namanya dijadikan ajang penghargaan film Indonesia 'Usmar Ismail Awards'. 

Nah, di rekomendasi film kali ini, ada film yang mengharumkan Tanah Air sampai ke negeri orang, lho! Film-film yang dipilih Mainmain di bawah ini, semuanya bisa kamu tonton di layanan-layanan streaming resmi seperti Netflix dan iflix.

 

1. Dua Garis Biru


Sepasang kekasih yang masih SMA, Bima (Angga Aldi Yunanda) dan Dara (Adhisty Zara) melakukan hubungan di luar nikah. Kejadian itu membuat Dara marah dan menjauhi Bima. Namun, mereka akhirnya bertemu lagi karena ternyata, hubungan sesaat itu membuat Dara hamil.

'Dua Garis Biru' menampilkan keresahan Bima dan Dara yang tidak memahami konsekuensi hubungan intim, apalagi di usia yang masih sangat belia, serta respon keluarga dan sekolah mereka yang membuat permasalahan makin runyam.

Film garapan Gina S. Noer ini memenangkan Festival Film Bandung dan Festival Film Indonesia.

 

2. Keluarga Cemara

 

Diangkat dari novel Arswendo Atmowiloto, 'Keluarga Cemara' bercerita tentang keluarga Abah (Ringgo Agus Rahman) dan Emak (Nirina Zubir. Mereka mengalami kebangkrutan akibat ditipu salah satu anggota keluarga besar mereka.

Kehidupan Abah, Emak serta kedua anaknya, Euis (Adhisty Zara) dan Cemara (Widuri Putri Sasono) pun berubah drastis. Mereka harus bertahan hidup dengan berbagai cara dan terpaksa pindah rumah. Namun, di tengah kesulitan itu, mereka mampu mempertahankan cinta.

'Keluarga Cemara' berjaya di Piala Maya, memenangkan enam piala sekaligus. Film garapan Yandy Laurens ini juga memenangkan Festival Film Indonesia.

 

3. Pengabdi Setan

 

'Pengabdi Setan' bercerita tentang keluarga Mawarni Suwono (Ayu Laksmi) alias 'Ibu'. Keluarga mereka menghadapi masalah keuangan gara-gara mandeknya royalti lagu ibunya, 'Kelam Malam'. Sedangkan mereka butuh uang untuk kehidupan sehari-hari sekaligus merawat ibu mereka yang sudah lama sakit, hanya bisa berbaring di tempat tidur. Jika membutuhkan bantuan, Mawarni membunyikan lonceng.

Teror mulai bermunculan usai Mawarni meninggal dan dimakamkan. Rini (Tara Basro), Rony (Endy Arfian), Bondi (Nasar Annuz) dan Ian (Muhammad Adhiyat) pun harus berhadapan dengan makhluk gaib yang menyerupai ibu mereka, serta sekte pengabdi setan yang mencurigakan.

'Pengabdi Setan' berhasil memenangkan Festival Film Indonesia, Festival Film Tempo hingga Piala Maya.

 

4. Tenggelamnya Kapal van der Wijck

 

Film drama romantis tahun 2013 ini merupakan film termahal yang pernah diproduksi Soraya Intecine Films. Tak tanggung-tanggung, produksinya menghabiskan waktu lima tahun, dan penulisan skenarionya memakan waktu dua tahun!

'Tenggelamnya Kapal van der Wijck' bercerita tentang Zainuddin (Herjunot Ali) yang berlayar menuju kampung halaman ayahnya di Batipuh, Padang Panjang.

Di tengah perjalanan Zainuddin, ia bertemu dengan Hayati (Pevita Pearce) dan keduanya saling jatuh cinta. Sayangnya, adat dan istiadat menghalangi cinta mereka. Hayati pun diminta keluarganya untuk menikah dengan Aziz (Reza Rahadian).

Kisah ini diangkat dari sebuah novel berjudul sama, berlatar pada tahun 1930-an.

'Tenggelamnya Kapal van der Wijck' berhasil memenangkan penghargaan Indonesian Choice Awards, Festival Film Bandung dan Festival Film Indonesia

 

5. Surat dari Praha

Dibintangi oleh Julie Estelle, Tio Pakusadewo, Widyawati dan Rio Dewanto, 'Surat dari Praha' terinspirasi dari kisah kehidupan pelajar Indonesia di Praha yang tak bisa kembali ke Tanah Air sebagai imbas Gerakan 30 September.

Kehidupan keluarga Larasati (Julie Estelle) tidak bahagia. Hubungan antara Larasati dan ibunya, Sulastri (Widyawati) jauh dari kata harmonis. Namun, sebelum Sulastri meninggal, ia meminta Larasati untuk mengantar kotak dan surat untuk Jaya (Tio Pakusadewo), mantan tunangan ibunya yang tinggal di Praha.

'Surat dari Praha' membawa pulang penghargaan Usmar Ismail Awards dan Indonesia Movie Actor Awards.

 

6. The Raid

 

Sampai saat ini, film 'The Raid' telah memiliki satu sekuel, yakni 'The Raid 2: Berandal'. Tapi kalau ingin menyaksikan awal mula film yang bikin pecinta film Indonesia ternganga ini, kamu wajib nonton seri pertamanya, 'The Raid'!

'The Raid' bercerita tentang Rama (Iko Uwais), perwira polisi elit baru dalam regu yang dipimpin oleh Sersan Jaka (Joe Taslim). Mereka berencana bakal menyerbu blok apartemen kumuh yang ditinggali gembong narkoba terkenal, Tama Riyadi (Ray Sahetapy).

20 polisi senjata dan taktik khusus dikerahkan untuk menyerbu apartemen tersebut, tanpa mengetahui mimpi buruk apa yang bakal mereka hadapi di dalamnya.

'The Raid' deretan penghargaan nasional maupun internasional. Di antaranya adalah Indonesian Movie Awards, Festival Film Internasional Dublin Jameson hingga Festival Film Imagine. Ia juga menjadi satu di antara 11 film terpilih yang masuk Spotlight dalam Festival Film Sundance 2012. (*)

Artikel Terkait
Entertainment
Selamat Hari Film Nasional, Berikut Beberapa Karya Anak Bangsa yang Mendunia

Entertainment
'Bumi Manusia' hingga 'My Stupid Boss' Kini Bisa Ditonton di Netflix!

Entertainment
5 Film Horor Indonesia Paling Seram ini Bisa Kamu Tonton di Netflix