Current Issues

Pemilik Mesin Cetak 3D Bersatu Bikin Face Shield Gratis untuk Tenaga Medis

Ahmad Redho Nugraha

Posted on March 30th 2020

Dalam menghadapi pandemi COVID-19, profesi yang paling berisiko adalah tenaga medis, khususnya perawat dan dokter. Selain karena jumlah mereka terbatas dibandingkan jumlah pasien, mereka pun sangat rentan tertular COVID-19. Ditambah lagi, alat pelindung diri (APD) yang layak kian terbatas.

Demi menyokong peran tenaga medis, di Inggris, para pemilik mesin cetak 3D (3D printer) turut andil. Mereka menggunakan mesin cetak untuk memproduksi pelindung wajah alias face shield untuk para tenaga medis di Inggris. 

Proyek pencetakan pelindung wajah yang dinamai 3DcrowdUK tersebut diluncurkan pada Senin lalu setelah institusi kesehatan di Inggris menyatakan kelangkaan suplai APD, terkait dengan penutupan pabrik produsennya selama Pandemi COVID-19 berlangsung.

“Kami mengumpulkan semua orang di negara ini yang memiliki meisn cetak 3D dan mendata mereka untuk ikut serta dalam program ini, demi memproduksi pelindung wajah bagi para pekerja medis,” tutur Seb Lee-Delsle, seniman dan pemilik mesin cetak 3D kepada AFP. 

Kelangkaan pelindung wajah di pasaran terjadi tak lama setelah produsennya di Tiongkok ditutup karena penyebaran virus korona sepanjang Januari dan Februari.

Stephen Stewart, kepala bagian komputer di SMA Lochaber, Skotlandia Barat, mengatakan bahwa ia langsung menggunakan mesin cetak 3D-nya untuk memproduksi pelindung wajah segera setelah ia mendengar bahwa rumah sakit di daerahnya membutuhkan suplai APD secepatnya.

“Proses pencetakan satu pelindung memakan waktu 2 jam, tapi aku berharap waktu tersebut dapat berkurang karena desainnya sudah kusempurnakan. Sejak memulainya kemarin, aku sudah mencetak 5 pelindung wajah dengan satu mesin cetak dan memberikannya kepada Rumah Sakit Belford,” jelasya.

Desain pelindung wajah yang kini dicetak secara massal dirancang oleh Josef Prusa, pemilik mesin cetak 3D yang berkebangsaan Republik Ceko.

Selain mesin cetak, para sukarelawan di proyek ini juga menyumbangkan bahan baku yang mereka peroleh secara mandiri. Aksi penggalangan dana juga diadakan untuk mendukung berlangsungnya proyek ini.

Artikel Terkait
Current Issues
Ilmuwan Oxford Klaim Vaksin Covid-19 Akan Siap September Mendatang

Current Issues
Tekan Obesitas Selama Pandemi, Pemerintah Inggris Dorong Kebiasaan Hidup Sehat

Current Issues
Jangan Pegang Bagian Depan Masker! Ini Alasannya