Interest

Bawa Petugas Medis, Pesawat Lionair Terbakar di Bandara Manila. Bukan Lion Air!

Mainmain.id

Posted on March 30th 2020

Sejumlah media online di Indonesia malam ini menurunkan berita yang bikin kaget masyarakat Indonesia. Dikabarkan bahwa pesawat Lion Air jatuh di Manila saat membawa petugas medis.

Berita itu sendiri bermula dari tersebarnya video insiden kecelakaan tersebut. Nah ternyata, pesawat naas itu tak ada kaitannya dengan maskapai Indonesia Lion Air. Dikutip dari portal berita asal Filipina, Rappler, pesawat naas itu memiliki nomer register RP-C5880 dan dioperasikan oleh perusahaan lokal bernama Lionair. Bukan Lion Air yang ada di Indonesia.

Berdasarkan data flightradar24, pesawat itu berjenis IAI1124A Westwind yang statusnya private owner. Dari penelusuran yang dilakukan mainmain.id, ternyata memang Lionair dan Lion Air berbeda perusahaan. 

Dikutip dari situs resmi Lionair, perusahaan itu memang bergerak di persewaan pesawat jet eksekutif dan helikopter. Perusahaan ini berbasis di Kota Pasay City.

Lionair RP-C5880 harusnya terbang dari Bandara Internasional Ninoy Aquino (NAIA) Minggu malam, 29 Maret. Tujuannya adalah Haneda Airport, Jepang. 

Dalam konferensi persnya, Otoritas Bandara Internasional Manila (MIAA) mengatakan, insiden itu terjadi di ujung landasan pacu 24 saat pesawat akan lepas landas sekitar pukul 8 malam. Saat akan terbang, pesawat itu terbakar. "Tidak ada yang selamat di penerbangan itu," kata MIAA. 

Dikutip dari Rappler, Senator Richard Gordon melalui akun Twitternya mengatakan, di penerbangan itu ada petugas medis di antaranya perawat dan dokter, tiga awak pesawat, seorang pasien dan rekan si pasien.

Di pesawat itu ada enam orang Filipina dan dua orang asing --seorang Kanada dan seorang Amerika. Pukul 9.20 waktu Filipina, pesawat yang terbakar itu sudah bisa diatasi. 

Wakil Direktur Otoritas Penerbangan Sipil Filipina (CAAP) Don Mendoza mengatakan dalam konferensi pers bahwa pesawat itu layak terbang. Pilot yang membawa pesawat itu juga lisensinya tak ada masalah.

Data di Flightradar24 menunjukkan, pesawat itu terakhir kali terbang pada 28 Maret. Ada tiga penerbangan hari itu. Pertama dari Manila ke Zamboanga. Lalu Zamboanga ke Butuan, dan Butuan kembali ke Manila.

Kecelakaan yang dialami Lionair ini bukan yang pertama. Pada 7 bulan lalu, pesawat yang membawa petugas medis yang dioperasikan Lionair juga jatuh di Laguna. Saat itu sembilan orang tewas. 

"Kami sedang mempertimbangkan untuk menghentikan seluruh armada karena ini cukup mengkhawatirkan," kata Mendoza seperti dikutip dari Rappler.

Mendoza mengatakan pesawat yang jatuh pada hari Minggu telah digunakan untuk mengangkut pasokan medis ke Iloilo pada hari Sabtu, 28 Maret.

Sementara itu, pihak Lion Air yang ada di Indonesia juga telah memastikan bahwa pesawat yang mengalami insiden di Bandara Internasional Ninoy Aquino itu tidak dioperasikan oleh mereka. Lion Air hingga saat ini belum beroperasi di Manila.(*)

Related Articles
Sport
Jadwal Lengkap Timnas U-23 di SEA Games 2019

Sport
Keren! Indonesia Kirim Wasit Esports ke SEA Games

Sport
Menaruh Target Emas Tekken 7 di SEA Games 2019 Lewat Tangan Dingin Meat