Current Issues

Kebanyakan Garam Ternyata Bisa Turunkan Imunitas, Begini Penjelasannya

Delima Pangaribuan

Posted on March 29th 2020

(DevaNews)

 
Suka makan fast food atau ngemil snack yang asin-asin? Kalau masak, maunya kasih garam yang banyak biar asinnya nendang? Hmm... kayaknya kebiasaan ini kudu dikurangin dulu, deh. Pasalnya, menurut penelitian terbaru yang dikutip Daily Mail, kebanyakan garam bisa bikin sistem imun kita turun. 
 
Pasti akhir-akhir ini sering banget kan dengar soal sistem imun atau imunitas. Yap, di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, menjaga imunitas adalah kunci penting biar kita nggak gampang sakit dan terserang virus. Kelebihan makan garam bakal bikin imun kita terganggu dan akhirnya badan kesulitan buat melawan virus dan bakteri jahat.
 
Penelitian ini dilakukan sama University Hospital of Bonn di Jerman. Mereka meneliti tikus yang dikasih high-salt diet atau asupan garam yang tinggi. Hasilnya tikus percobaan itu terserang infeksi bakteri yang cukup parah.

 
Waktu dicoba ke manusia, peneliti University Hospital of Bonn kasih tambahan garam sebanyak enam gram setiap kali mereka makan. Relawan yang jadi percobaan ini kemudian mengalami defisiensi imun.
 
"Kami meneliti relawan manusia yang mengkonsumsi 6 gram garam tambahan ke setiap porsi (garam) harian mereka. Ini kurang lebih dikasih ke dua makanan cepat saji, contohnya dua burger dan dua porsi kentang goreng," jelas salah satu peneliti University Hospital of Bonn, Christian Kurts.
 
Kurts bilang kalau hasil penelitian ini agak bertentangan dengan studi yang pernah ada. Menurut Kurts, studi sebelumnya menunjukkan infeksi parasit yang terjadi di kulit hewan bisa sembuh lebih cepat kalau hewan dikasih high-salt diet. Hal ini terjadi karena sel imun bernama macrophages (yang tugasnya memakan parasit) bereaksi lebih aktif ketika ketemu garam.

 
Hasil yang bertentangan ini sementara disimpulkan sama peneliti dari University of Wuzburg, dr Katarzyna Jobin, bahwa manfaat garam ternyata nggak bisa digeneralisasikan atau dianggap sama. Sederhananya, garam mungkin bisa bekerja lebih baik di bagian kulit karena memang kulit berfungsi sebagai penyimpan garam untuk tubuh. Tapi begitu kena ke bagian tubuh lain, barangkali garam menimbulkan efek yang kurang bagus.
 
Sebenarnya, tubuh kita sudah punya mekanisme buat "mengurangi" pengaruh garam itu. Kalau makan kan, seringnya kita nggak mungkin nggak pakai garam buat penyedap. Nah, biar nggak timbul efek yang tidak diinginkan di tubuh, garam itu biasanya sudah disaring sama ginjal dan dibuang melalui urin. 
 
Ginjal punya sensor sodium klorida yang mendeteksi garam itu. Sayangnya, sensor ini kalau bekerja bikin glukokortikoid (hormon yang memengaruhi metabolisme nutrisi) ikut menumpuk. Ketika berlebihan glukokortikoid maka ini bisa menghambat kerja sel imun yang ada dalam darah. Hal inilah yang menurut para peneliti berpengaruh ke kerja sistem imun di tubuh kita. 
 
Hasil studi ini mungkin saja bisa berubah. Tapi untuk sementara, setelah tahu hasil penelitian tentang garam ini, nggak ada salahnya kita kurangi dulu makan makanan asin yang terlalu banyak. Beralih ke makanan yang lebih sehat dan ramah sel imun, supaya kita nggak gampang sakit. (*)
Related Articles
Current Issues
Kebiasaan Sehari-Hari Ini Bantu Perkuat Kekebalan Tubuh Loh!

Current Issues
Ahli: Omicron Mungkin Cepat Berlalu dan Hanya Ancaman Kecil Bagi yang Divaksin

Current Issues
Studi: Vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Pfizer Aman Dikombinasikan