Current Issues

Belajar dari Singapura: Rahasia Minimnya Petugas Medis yang Tertular Coronavirus

Jangan remehkan kekuatan social distancing dan kebersihan tangan!

Delya Oktovie Apsari

Posted on March 28th 2020

Petugas kesehatan di rumah sakit Singapura. (Website resmi Pemerintah Singapura)

 

Dalam melawan pandemi coronavirus COVID-19, bukan hanya pasien yang perlu dikhawatirkan, tetapi juga petugas medis yang menjadi garda terdepan.

Kabar buruk terus berdatangan dari dokter maupun perawat di Indonesia yang akhirnya tertular coronavirus COVID-19. Dilansir dari CNBC, Pemerintah DKI Jakarta mengumumkan ada 50 tenaga medis yang terpapar, dua di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Sedangkan data dari akun Instagram @ikatandokterindonesia, menyebutkan ada setidaknya 10 dokter yang telah meninggal akibat virus ini. Tak hanya karena tertular, tetapi ada pula yang meninggal karena kelelahan menangani COVID-19.

Tenaga medis Indonesia bukan satu-satunya yang menderita gara-gara pandemi, tetapi juga Spanyol, Italia dan Amerika Serikat. Tetapi, ada satu negara yang hingga kini, jumlah petugas medis yang tertular terhitung sedikit, yakni Singapura.

South China Morning Post menulis, pengalaman Singapura dalam menghadapi pandemi coronavirus COVID-19 memberi 'optimisme' pada negara-negara lain.

Singapura melaporkan lebih dari 630 warganya terinfeksi, dan semuanya dirawat di rumah sakit. Namun, hanya sedikit petugas medis yang tertular dan tak ada yang kehilangan nyawanya.

 

Ekstra hati-hati dan menjaga jarak dengan pasien

Para ahli menyebut, pencapaian ini lebih dari 'sekadar keberuntungan'. Mereka mencontohkan kasus di mana 41 petugas medis di salah satu rumah sakit Singapura yang terekspos coronavirus, namun tak ada satupun yang tertular.

Untuk menangani salah satu pasien COVID-19 misalnya, tenaga medis menjaga jarak sejauh dua meter dari pria paruh baya yang sedang diintubasi. Intubasi adalah prosedur di mana tabung dimasukkan ke dalam trakea pasien. Prosedur ini dipandang sangat berbahaya bagi petugas kesehatan karena 'menghasilkan aerosol'. Pasalnya, dalam prosedur ini, pasien sering batuk-batuk.

Waktu itu, para tenaga medis tidak tahu kalau pria tersebut positif coronavirus. Meski begitu, setelah melewati masa karantina dan dinyatakan sembuh, seluruh tenaga medis negatif coronavirus.

 

Menggabungkan masker surgical standar dan N95

Tenaga medis di Singapura menggabungkan dua masker, yakni masker surgical standar dan masker N95. Gabungan antara kedua masker ini menurut para dokter adalah 'standar emas', karena masker tersebut mampu memfilter 95 persen dari partikel airborne.

"Tidak adanya petugas kesehatan di situasi ini yang terinfeksi, menyatakan bahwa masker surgical, kebersihan tangan dan prosedur standar lainnya ampuh dalam melindungi mereka dari penularan." Kesimpulan tersebut ditulis dalam jurnal akademik dunia, Annals of Internal Medicine.

Ahli bedah dan penulis Atul Gawande, juga menyebutkan kasus Singapura ini dalam artikel untuk The New Yorker. Ia menyebut, ada hal-hal yang perlu dipelajari dari Asia dan pelajaran-pelajaran ini datangnya dari 'buku kesehatan publik standar'. Dengan kata lain, kita tidak boleh meremehkan kekuatan social distancing, kebersihan tangan standar dan kebiasan bersih-bersih dalam melawan COVID-19.

 

Belajar dari masa lalu

Para dokter di Singapura menyebut kesiapan mereka dalam menghadapi coronavirus COVID-19 kali ini, adalah karena mereka belajar dari pandemi SARS. Ketika SARS mewabah di Negeri Singa, 41 persen dari 238 kasus merupakan petugas medis.

Setelah kasus-kasus pertama muncul, rumah sakit langsung beralih ke mode perencanaan kontingensi, serta memberi tahu staf untuk menunda cuti dan rencana perjalanan. Sementara itu, rumah sakit juga membagi tenaga kerja menjadi beberapa tim untuk memastikan ada cukup pekerja bila wabah memburuk. Pembagian tim ini juga demi mengatur waktu istirahat tenaga medis. (*)

Related Articles
Entertainment
Produktif Selama Social Distancing ala Harry Styles: Bikin Lagu Baru!

Current Issues
Musim Panas Datang, Akankah Virus SARS-Cov-2 Jadi Tak Berdaya?

Interest
Indosat, XL, Axis Berikan Kuota Gratis untuk Akses Aplikasi Ruangguru!