Interest

Takut Terpapar Coronavirus, Pasutri Ini Malah Keracunan karena Salah Obat

Surya Dipa Nusantara

Posted on March 28th 2020

Badai pandemi Covid-19 yang tak kunjung mereda membuat sebagian orang kalang kabut. Ketakutan berlebihan membuat mereka kerap kali melancarkan aksi tak masuk akal, yang berbuntut kecelakaan. Salah satunya adalah yang dialami oleh sepasang manula asal Amerika Serikat ini.

Ceritanya bermula ketika awal pekan lalu Donald Trump mengatakan bahwa obat malaria klorokuin terbukti ampuh menangkal Covid-19. Namun karena salah paham, alih-alih menenggak obat yang direkomendasikan Trump, keduanya justru meminum obat pembersih akuarium.

Kalian pasti tanya, kenapa tindakan bodoh itu dilakukan? Ternyata jawabnya, karena di botol cairan itu, tertulis mengandung klorin. Hasilnya, mereka keracunan. Dan naasnya lagi, sang suami harus meninggal dunia, dan istrinya berhasil diselamatkan setelah sempat koma.

Sebetulnya, klaim Trump sendiri belum diuji klinis. Namun karena kadung disebar di publik, banyak warga Amerika yang percaya begitu saja, dan meracik sendiri obat tersebut dari zat-zat yang kedengaranya serupa. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh sepasang suami istri tersebut.

“Saya begitu ketakutan, karena kabarnya virus ini menyasar orang-orang tua seperti kami. Kemudian saya lihat di rak, saya memiliki cairan yang mengandung klorokuin dan hidroksiklorokuin. Ini seperti yang diomongin Trump di TV, kan? jadi kami tenggak saja,” ujarnya dilansir dari NBC News.

“Covid-19 dipenuhi ketidakpastian, sehingga kami maklum kenapa orang melakukan ini-itu supaya tidak tertular atau sembuh. Akan tetapi, tidak sepatutnya mereka mengobatinya sendiri,” terang Daniel Brooks, Direktur Medis di Banner Health Poison and Drug Information Center, Phoenix.

“Di situasi seperti sekarang ini, kami tidak mau unit darurat kewalahan menangani pasien yang membahayakan kesehatan mereka sendiri karena mencoba-coba solusi berbahaya," imbunya.

Inspirasi Trump mengatakan bahwa klorokuin mujarab dalan menyembuhkan Covid-19, adalah berkaca dari kisah Korea Selatan, Prancis, dan Tiongkok. Sebab ketiga negara tersebut menggunakan obat yang sama untuk menangani pasien dan terbukti sembuh.

Tapi, hal itu dilakukan dengan pengawasan dokter, dengan dosis yang pas. Jika tak tepat, akan berakibat fatal. Semoga, kasus ini mengilhami orang lain agar tak ceroboh dalam mengkonsumsi obat.(*)

Related Articles
Interest
Jackie Chan dan Paus Fransiskus Dikabarkan Terinfeksi Coronavirus, ini Faktanya

Interest
Yuk, Ikutan 'Until Tomorrow' Challenge! Begini Caranya

Interest
ISIS pun Ngeper Terpapar Coronavirus di Eropa