Interest

Kesaksian Korban Nth Room, Diiming-imingi Uang 4 Juta Won oleh Pelaku

Delima Pangaribuan

Posted on March 27th 2020

Cho Joobin (Unreserved Media)
 
Semakin banyak titik terang muncul dalam kasus Nth RoomSetelah terungkap bahwa ada nama-nama orang terkenal dalam pelanggan Nth Room, kini salah satu korban berani berbicara ke publik tentang kejahatan yang dialaminya itu.
 
Melansir Koreaboo, korban diwawancarai oleh Kim Hyun-jung dalam program radio News Show di CBS. Namanya disamarkan. Dia merupakan salah satu korban di bawah umur. Bahkan dia mengaku masih duduk di bangku SMP waktu menjadi korban kejahatan Cho Joobin.
 

Selama interview 13 menit itu, korban menceritakan awal mula dia bisa terjebak hingga kenapa dia nggak bisa melawan Cho Joobin kala itu. Serta bagaimana pandangannya terhadap pelaku yang saat ini sudah ditangkap polisi. Demi keamanan si korban, suaranya juga disamarkan selama wawancara.
 
1. Awal Mula Dijebak
 
Korban masih berusia SMP (nggak disebutkan usia lengkapnya) waktu terjebak dalam kejahatan Nth Room. Seperti yang udah diberitakan sebelumnya, Nth Room ini adalah ruang chat di mana Cho Joobin dengan username 'Doctor' memperjualbelikan video-video pelecehan seksual. Korban disuruh ngerekam sendiri dengan berbagai paksaan dan ancaman.
 

Nah, satu korban ini dulu menemukan informasi soal chat room itu secara nggak sengaja. Dia lagi butuh uang karena keluarganya tergolong miskin. Karena masih SMP, dia mencoba cari part time job lewat berbagai aplikasi. Ketemulah sama satu tawaran, dia cek dan kemudian dapat chat dari penyedia part time job itu. 
 
Orang pertama yang ngechat korban lalu mengarahkannya ke pihak lain. Pihak lain ini ngasih pengumuman kalau dia butuh pekerja paro waktu buat cari sponsor dengan bayaran yang lumayan fantastis. Sampai 4 juta won sebulan. Karena waktu itu korban masih SMP, dia belum paham soal part time job yang mengharuskan ketemu orang buat cari sponsor itu. Tapi karena bayarannya gede, dia tertarik.
 
2. Dimintai Informasi Pribadi
 
Setelah itu, korban diminta pindah ke aplikasi chat Telegram. "Aku bahkan nggak tahu apa itu (Telegram)," ungkap korban. Tapi dia nurut-nurut aja. Dan di sana dia berkomunikasi dengan Cho Joobin. Pelaku memintanya mengirim nomor rekening buat kirim-kirim uang hasil part time job.
 
Korban langsung ngasih nomor rekening karena dia mikir, "Aku lagi dalam situasi sulit jadi kukasih aja lah nomor rekening bank-ku dan lihat apa yang bakal terjadi." Lalu Kim Hyun-jung tanya, kok korban nggak takut ngasih nomor rekeningnya padahal dia nggak tahu Cho Joobin itu siapa dan gimana wajahnya. 
 
Si korban lantas bilang kalau dia percaya karena pelaku mengiriminya foto bursam saham dan sejumlah uang di rekening yang siap dia kirim. Tinggal isi nomor rekening si korban aja. Beberapa menit setelah ngasih nomor rekeninng itu, Cho Joobin ngechat lagi dan minta nama lengkap, nomor telepon, serta alamat rumah korban. Dia mau kirim HP sebagai hadiah, katanya.
 
"Itu HP baru. Waktu itu aku sudah percaya saja sama dia jadi dengan sadar aku ngasih nomor telepon dan alamat rumahku," ungkap korban. Yap, dalam waktu singkat pelaku berhasil mengantongi informasi pribadi korban.
 
3. Mulai Minta Rekaman Tak Senonoh
 
Korban kemudian dimintai foto diri sebadan. Lalu, Cho Joobin juga minta foto wajah korban yang jelas. Awalnya korban nggak mau. Tapi Cho Joobin pakai jurus HP baru. "Kamu kan udah aku kasih HP baru, masa iya disuruh begini aja nggak mau?" kurang lebih gitu. Korban bilang, kata-katanya selalu maksa sampai korban jadi sungkan sendiri buat menolak.
 
Awalnya foto biasa. Lama-lama mulai foto yang nggak sopan. Lalu Cho Joobin minta video. Setiap kali diminta foto dan video, korban mengaku nggak bisa menolak karena dia selalu diancam data-data pribadinya bakal disebar. Terutama disebar ke pelanggannya supaya korban bisa dikejar sama pelanggannya sendiri. Sudah ada nomor telepon dan alamat rumah. 
 
Korban mengakui sejak menjadi korban tahun 2018 sampai kemarin Cho Joobin ditangkap, dia sudah disuruh bikin lebih dari 40 video. Dan Cho Joobin kerap minta si korban untuk melakukan hal-hal berbahaya seperti menyakiti fisik sendiri. Korban pun mengakui, meskipun banyak luka yang dia derita, dia lebih sakit secara mental gara-gara perlakuan Cho Joobin itu.
 
"Lebih daripada luka fisik, aku lebih merasakan sakit hati. Aku nggak bisa tidur sejak saat itu. Dan aku juga pernah punya bipolar disorder serta depresi. Aku merasa nggak bisa meninggalkan rumah karena takut dikuntit orang. Setiap keluar rumah, aku nggak mau dilihat orang jadi aku pakai baju yang bener-bener tertutup bahkan ketika musim panas," tuturnya.
 
4. Lebih Banyak Korban
 
Media memberitakan kalau jumlah korban kejahatan Nth Room ini mencapai 74 orang. Di mana 16 orang di antaranya merupakan anak di bawah umur alias masih remaja. Waktu ditanya sama Kim Hyun-jung, korban ini bilang kalau nggak mungkin jumlahnya hanya segitu. Ada lebih banyak lagi korban di bawah umur.
 
Bahkan, korban mengaku ada yang berusia 10 tahun dan rutin mendapat uang 50 ribu won setiap kali kirim foto. Iming-imingnya pun biasanya ditujukan buat anak sekolah yang butuh pekerjaan tapi belum tahu banyak tentang dunia luar.
 
"Di aplikasi yang kita ketemu itu, kebanyakan yang pakai adalah anak sekolah. Mereka kelihatannya memang mentargetkan anak di bawah umur yang belum tahu apa-apa tentang kehidupan sosial," ungkap korban.
 
Si korban ini juga mengaku marah banget waktu tahu ternyata pelakunya adalah seorang lulusan universitas yang baru berusia 25 tahun. Artinya ketika dia memulai kejahatan itu dua tahun silam, dia masih 23 tahun dan mungkin masih kuliah. Korban membaca artikel di media kalau pelaku adalah mahasiswa yang baik dan bahkan aktif di media kampus.
 
Kim Hyun-jung bilang kalau Cho Joobin pernah menulis kritik terhadap kampus karena dia menganggap kampus nggak memprioritaskan keamanan mahasiswa. "Waktu baca itu, aku marah banget dan tanganku sampe gemetar. Kok bisa dia pura-pura bersikap baik begitu padahal dia mengancam hidup banyak anak di bawah umur," ujar korban.
 
5. Dorong Korban Lain Juga Bersuara
 
Korban berharap pelaku dihukum seberat-beratnya. Bila perlu, penjara seumur hidup karena korban takut pelaku bakal mengulangi kejahatan yang sama kalau bebas dari tahanan. Selain pelaku, juga masih banyak orang yang harus bertanggung jawab yakni pelanggan yang terlibat dalam Nth Room.
 
Dia pun mendorong supaya korban lain juga mau bersuara menceritakan kisah mereka. "Kalau kita nggak speak up, kejahatan seperti ini mungkin akan terulang. Aku dukung kalian semua buat speak up supaya para penjahat itu bisa dapat hukuman yang setimpal. Aku juga berharap kalian semua nggak akan lagi menghadapi masa-masa sulit seperti ini," ungkap korban. (*)
Related Articles
Interest
KPop Idol dan Artis Dukung Petisi Ungkap Skandal 'Nth Chatroom'

Interest
Polisi Identifikasi 70 Orang yang Diduga Terlibat Nth Chat Room

Interest
Pelaku "Nth Room" Akui Sasar Fancafe Idol untuk Cari Korban