Pop-Sci

Dukung Penanganan Covid-19, Pabrik Tesla di Buffalo Kembali Produksi Ventilator

Ahmad Redho Nugraha

Posted on March 27th 2020

Rabu (25/03) lalu, CEO Tesla Elon Musk mengabarkan lewat Twitter pribadinya bahwa pabrik mereka di Buffalo, New York yang memproduksi ventilator akan kembali beroperasi dalam waktu dekat. Langkah ini diambil Musk karena minimnya suplai ventilator di pasaran akibat pandemi Covid-19.

Pernyataan Musk tersebut selaras dengan pernyataan sebelumnya yang pernah ia lontarkan juga di Twitter. Sebelumnya, ia menyatakan akan mendonasikan ventilator kepada rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 atau meningkatkan kapasitas produksi ventilator.

Salah satu gejala Covid-19 adalah radang paru-paru, sehingga penanganan pasien penderitanya memang memerlukan alat bantu pernapasan seperti ventilator. Selama ini salah satu barang yang diproduksi Tesla memang ventilator. Namun karena adanya pandemi Covid-19, Tesla menutup sementara pabriknya.

New York Times melaporkan, saat ini terdapat sekitar 160.000 alat ventilator di seluruh Amerika Serikat, ditambah 12.700 unit lainnya dari Suplai Strategis Nasional Amerika Serikat.

Pekan sebelumnya, Tesla sempat mengumumkan bahwa aktivitas produksi mereka di pabrik di Fremont, California dan Buffalo, New York, akan dihentikan sementara untuk mencegah penyebaran Coronavirus. Meski demikian, Tesla membuat pengecualian untuk produksi sparepart bagi peralatan penting penunjang sektor jasa dan infrastruktur.

Musk tidak menyebutkan secara spesifik kapan pabrik Tesla di Buffalo tersebut akan mulai beroperasi kembali. Ia juga tak menjelaskan berapa lama waktu yang akan dibutuhkan Tesla untuk mengonversi pabrik produsen panel surya-nya agar bisa memproduksi ventilator. Ia juga tidak menyebutkan kemungkinan kerjasama antara Tesla dan Medtronic dalam langkahnya tersebut.

Di lain pihak, Omar Ishrak, CEO Medtronic membeberkan pada hari yang sama perusahaannya telah meningkatan kapasitas produksi ventilator. Mereka berkolaborasi dengan perusahaan besar lain, termasuk Tesla.

Percepatan produksi akan dilakukan. Caranya dengan membuat ventilator yang lebih sederhana yang menggunakan lebih sedikit komponen, untuk sementara menutupi kebutuhan pasar akan peralatan tersebut.

Tesla bukan satu-satunya perusahaan otomotif yang berkomitmen mendonasikan produksinya untuk menyokong penanganan Covid-19. GM, Ford dan FCA juga turut menyumbangkan suplai mereka untuk memproduksi peralatan ventilator.

Ford bahkan secara khusus bekerjasama dengan GE Healthcare untuk memperluas kapasitas produksi ventilatornya. Keren ya bahu membahu yang dilakukan perusahaan raksasa di Amerika Serikat? (*)

 

Related Articles
Pop-Sci
Internet Archive Bebaskan Masa Tunggu untuk Peminjaman 1,4 Juta Ebook Mereka

Pop-Sci
Pemilik Mesin Cetak 3D Bersatu Bikin Face Shield Gratis untuk Tenaga Medis

Pop-Sci
Minecraft Sediakan Konten Edukasi Gratis