Pop-Sci

Jangan Panik Dulu, Berikut Fakta Soal Hantavirus yang Sempat Bikin Heboh

Dwiwa

Posted on March 26th 2020

Semenjak pandemi Covid-19 merebak ke seluruh dunia, sepertinya orang-orang jadi lebih sensitif saat mendengar kata virus. Apalagi jika virus itu muncul di wilayah Tiongkok. Bayangan akan menyebar ke berbagai belahan dunia lain seperti virus corona seolah langsung menghantui.

Tidak mengherankan jika munculnya kasus kematian di Tiongkok akibat hantavirus membuat banyak orang memiliki ketakutan yang berlebihan. Kehebohan ini dimulai ketika berita seorang pria dari Provinsi Yunnan tiba-tiba meninggal dunia.

Pria ini meninggal saat sedang melakukan perjalanan ke Provinsi Shandong. Akibat kasus ini, 32 orang yang berada satu bus dengan pria tersebut juga diperiksa. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui jika pria tersebut positif terkena hantavirus.

Lalu, sebenarnya apa dan bagaimana hantavirus ini menular?

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), hantavirus merupakan jenis virus yang biasa ditemukan pada hewan pengerat seperti tikus. Penularan virus ini terjadi ketika manusia melakukan kontak dengan urin, feses, dan saliva hewan pengerat.

Penularan dapat terjadi ketika manusia digigit oleh hewan pengerat yang terinfeksi. Selain itu, hantavirus bisa menular melalui transmisi udara lewat debu maupun benda benda yang telah terkontaminasi dengan saliva, urin,maupun feses hewan pengerat yang terinfeksi.

Pada tubuh manusia, infeksi dari virus ini dapat menyebabkan hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS). HFRS sendiri merupakan demam yang timbul berbarengan dengan pendarahan disertai sindrom ginjal.

Gejala pada penyakit ini akan muncul dengan segera. Mulai dari sakit pada punggung dan perut, pusing, mual dan demam. Penglihatan bisa terganggu dan wajah memerah atau mengalami peradangan.

Kondisi ini dapat diikuti dengan tekanan darah rendah, syok akut, pecahnya pembuluh darah dan gagal ginjal akut. Pada kondisi tersebut, setidaknya 1 hingga 15% kasus berakhir dengan kematian.

Selain itu, hantavirus yang menginfeksi manusia juga dapat menyebabkan penyakit hantavirus pulmonary syndrome (HPS). Penyakit ini dalam kondisi yang sudah parah akan menyebabkan gangguan pada sistem pernafasan dan dapat menjalar hingga mengganggu kerja jantung.

Gejala yang muncul seperti kelelahan, demam, nyeri otot terutama di bagian paha, punggung dan pinggang. Bisa juga mengalami pusing, muntah, diare dan sakit perut. Dalam kurun waktu 4 sampai sepuluh hari, penyakit ini akan memburuk sehingga menyebabkan nafas pendek, batuk dan kemungkinan terjadi penumpukan cairan pada paru.

Ketika pasien dalam kondisi ini, CDC menyebutkan rasanya seperti "ada sesuatu yang begitu kuat mengikat dada dan wajah tertutup bantal". Jika masuk dalam kondisi ini, sekitar 38% kasus mengalami kematian.

Kabar baiknya, virus ini bukan hal yang baru ditemukan seperti SARS-Cov-2 yang kini tengah menyebar diberbagai negara. Sejak puluhan tahun yang lalu para ilmuwan telah mempelajari virus ini dan sudah menemukan vaksin untuk menangkalnya.

Selain itu, kasus penularan antar manusia ke manusia yang lain sangat jarang dan belum pernah dilaporkan. Jadi, hantavirus hanya ditularkan dari hewan pengerat yang terinfeksi kepada manusia.

Meski tidak perlu panik, penyakit ini juga tetap perlu di waspadai. Menerapkan pola hidup sehat seperti rajin mencuci tangan dan makan-makanan bergizi bisa mengurangi risiko. Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan akan membuat berbagai hewan pengerat yang menjadi sumber virus enggan berada di sekitar kita.(*)

Related Articles
Pop-Sci
Peneliti MIT Sebut Jarak 2 Meter Masih Belum Aman dari Penularan Coronavirus

Pop-Sci
Plasma Darah Survivor Corona Diujicobakan Jadi Penyelamat Nyawa Pasien Covid-19

Interest
Tak Hanya Nyawa, Pandemi Covid-19 Juga Bisa Bunuh Privasi