Entertainment

Penonton Bioskop: Yang Beradab dan Kurang Adat

Afrieza Zaqi

Posted on May 7th 2018

Menikmati film di  bioskop memang sebuah kenikmatan yang nggak akan kita dapatkan di tempat lain. Meskipun kita menonton film yang sama dengan perangkat home theatre di rumah. Nggak bakal sama. Makanya, banyak orang yang memanfaatkan waktu kosong untuk nonton di bioskop.

Namun, ada kalanya para penonton, termasuk saya sendiri, merasa terganggu dengan ulah tetangga alias penonton lain. Perbuatan mereka yang kurang menghormati penonton lain ketika berada di bioskop menjadi penyebabnya. Bukannya kesenangan yang kita dapat, malah emosi dan dosa (karena ngomongin orang dan bersumpah serapah).

Menurut saya sendiri ada dua hal yang bisa menodai sensasi menonton di bioskop. Yaitu ketiadaan etika menonton dan penggunaan gawai bukan di waktu yang tepat. Mari kita diskusikan bersama-sama. Supaya nggak jadi penonton yang kurang adat.

Etika atau adab menonton film di bioskop memang nggak ada pelajarannya di sekolah. Tapi, sebenarnya ini udah jadi aturan umum supaya para penonton nggak ada yang menggangu dan terganggu. Salah satunya adalah posisi duduk.

Entah disengaja atau nggak, terkadang kaki dari penonton bisa bersenggolan dengan kursi di depannya. Sekali dua kali mungkin penonton yang tersenggol akan memaklumi. Namun, jika berkali-kali? Wah tentu yang disenggol jengkel berat. Prahara di kursi penonton bukan hal yang mustahil terjadi. Buat kamu yang gerakan kakinya terlalu lebay, please berusahalah untuk berbenah. Lagi nonton enak terus disenggol-senggol itu rasanya menyebalkan!

Selain masalah posisi, diskusi dengan teman sebangku juga sangatlah mengganggu penonton lain. Bahkan, orang yang kamu tanya juga akan terganggu loh! Salah satu pengalaman mengesalkan ini yang saya dapatkan adalah ketika menonton film Avengers: Infinity Wars (2018).

Sepuluhan superhero hadir di dalam film ini. Saya sih maklum kalau ada beberapa penonton yang bingung tentang siapa yang baik dan siapa yang jahat, apalagi kalau dia nggak mengikuti berbagai film Marvel sebelumnya. Kayak tetangga sebelah saya ketika nonton, misalnya.

 

Karena nggak mengerti dengan isi film, dia jadi sering bertanya ke teman yang duduk di sebelahnya. Masalahnya, tanya jawab di antara keduanya terdengar hingga beberapa baris di depan mereka. Sontak, banyak orang yang menegur perilaku tersebut. Tapi nggak digubris dong. Mereka malah makin asyik melanjutkan diskusi mereka. Sambil cekikikan. Ntaps bosque…

Padahal nggak susah loh baca review dari film yang bakal kamu tonton di bioskop.  Banyak banget media social dan situs berita yang menjelaskan “Ini loh beberapa hal penting yang kudu dipahami biar mudeng liat film A”.

Jikalau memang nggak sempat, kamu bisa menahan rasa penasaranmu sampai film memasuki bagian closing credit (sambil menunggu post-credit scene). Hal ini lebih sopan daripada bertanya atau berdiskusi ketika film berjalan.

Selanjutnya adalah membawa anak kecil ke bioskop. Nggak ada hukum yang melarang membawa anak kecil untuk menonton ke bioskop kok. Tapi, bertanggung jawab dengan mengajak anak ke bioskop juga wajib dijunjung tinggi. Gini, secara fisiologis telinga anak kecil sangat peka dengan suara. Nggak heran kalau anak kecil lebih sering kaget dengan suara daripada dengan gerakan.

So, bisa dibayangin dong bagaimana rasanya ketika telinga kamu sangat peka harus mendengar “bisikan” dari perangkat Dolby Surround 7.1 yang dikenal kencang dan detail? Bahkan, di beberapa kesempatan sound di bioskop bisa menggetarkan dada kita.

Mungkin hal ini nggak akan masalah kalau hanya untuk menonton film berdurasi 20 atau 30 menit. Namun, jika film yang ditonton lebih dari satu jam bahkan 2,5 jam seperti Avengers: Infinity Wars (2018), tentu anak kecil, terutama balita, akan merasa nggak nyaman berada di sana.

 

 Apa yang terjadi? Benar sekali, mereka akan rewel dan bisa saja menangis dengan kencang. Hal ini nggak mengganggu satu dua orang saja. Tapi satu studio! So, bagi kalian yang membawa anak kecil, think twice ya!

Beralih ke faktor lainnya, yaitu gawai. Jauh sebelum smartphone laris manis bak kacang goreng, hampir seluruh penonton bioskop bisa menikmati film yang ditonton dengan khidmat dan khusyuk. Nggak percaya? Kamu bisa tanya ke orang tuamu yang kencannya nonton bioskop, hehehe.

Tapi, memasuki era tahun 2008-an hingga sekarang, di mana gawai adalah barang yang mudah didapat, beberapa orang mulai terusik dengan kegiatan ber-gawainya di dalam studio. Lampu yang menyala terang, suara yang bising karena ringtone, hingga membajak film tentu akan merugikan banyak orang.

Solusinya? Kalian bisa mengoprasikan gawai kalian dari bawah tas atau ditutup dengan tangan agar cahaya yang muncul tidak mengganggu sekitarnya. Jangan lupa gunakan mode silent supaya gawaimu nggak berdering keras saat ada notifikasi atau telepon yang masuk. Atau, yang lebih baik lagi, matikan saja gawaimu dan nikmati filmnya.

So, semoga tulisan ini bisa menjadi salah satu bahan renungan buat kalian yang akan menonton film di bioskop. (afr/ash)

Related Articles
Entertainment
Shawn Mendes Penuhi Janji Konser di Indonesia!

Entertainment
#Sawityowit Siap Meramaikan Waktu Sahur Ramadhan Tahun ini

Entertainment
Terpengaruh Coronavirus, Majalah Playboy Hentikan Produksi Edisi Cetak