Interest

Ini Klarifikasi Belva Devara Soal Poster BNPB yang Mendapat Banyak Protes

Delya Oktovie Apsari

Posted on March 25th 2020

Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Belva Devara. (Pikiran Rakyat)

 

Akun Twitter resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendadak ramai, Senin (23/3). Permasalahan bermula ketika BNPB mengunggah tweet tentang masukan-masukan yang diberikan oleh salah satu Staf Khusus Presiden, Adamas Belva Syah Devara, tentang apa yang bisa dilakukan milenial di tengah wabah coronavirus COVID-19.

Kemudian, BNPB mengunggah foto Belva, lengkap dengan tiga quote yang ia sampaikan ketika menjadi pembicara.

 

 

Meski di bawah foto BNPB sudah menambah kutipan tambahan dari Belva, rupanya warganet masih tak puas dengan jawaban founder Ruangguru ini.

 

 

Dua hari setelah kejadian tersebut, Belva akhirnya angkat bicara melalui akun Twitternya @AdamasBelva, Rabu (25/3).

Dalam klarifikasinya, ia menyebut bahwa quote yang ditulis BNPB 'tidak memberikan gambaran yang utuh' dari konferensi pers yang digelar BNPB. Waktu itu, Belva diundang oleh BNPB menjadi narasumber di konferensi pers harian satgas COVID-19 dengan tema 'Peran Milenial di Wabah Corona'.

 

 

"Setelah acara, saya lihat ada poster yang diupload oleh BNPB, dan menjadi diskusi publik. Itu adalah sepotong saja dari press conference. Tanpa menonton video full, bisa terjadi salah paham dan jadi “out of context”." Tulis Belva. Kemudian, ia memberi link video lengkap press conference yang dimaksud.

 

 

Kemudian, pria kelahiran 30 Mei 1990 tersebut juga mengklarifikasi soal tugas dan fungsi dirinya sebagai staf khusus presiden. Pasalnya, banyak warganet yang merasa Belva belum menjalani perannya dengan baik.

 

 

Ia pun menjelaskan kalau tugas utama Belva ada di gugus 'inovasi'. Ia juga hanya bertugas memberi masukan untuk isu COVID-19 karena sudah ada tim inti dari Kementerian Kesehatan dan BNPB. "Walaupun demikian, saya tetap berikan masukan dari sisi kesehatan, ekonomi, teknologi berdasarkan riset/opini/pengalaman negara lain."

Ia lalu mengingatkan bahwa staf khusus hanyalah berfungsi sebagai penasihat. Sehingga tugas Belva ialah memberi rekomendasi di balik layar. "Setelah itu, keputusan ada di Presiden/Kementerian. Karena sifatnya rekomendasi, bisa dilakukan, bisa juga tidak. Eksekusi baik, bisa juga tidak." Tambahnya.

Belva turut menjawab kegeraman warganet yang merasa uang pajaknya disia-siakan karena dirinya. Ia menjelaskan bahwa sejak dilantik, ia menyumbangkan seluruh gaji dan tunjangan yang ia terima untuk program UMKM Cipta Nyata. Totalnya mencapai Rp 200 juta.

"Saya dari awal tidak berencana menerima gaji dan tunjangan, dan semata2 menerima posisi stafsus untuk berkontribusi. Terima kasih sekali lagi untuk masukan teman-teman. Mari kita tetap fokuskan pada upaya pencegahan dan kesiapsiagaan COVID19. (17/17) END".

Warganet lainnya pun menunjukkan dukungan pada lulusan Harvard University ini.

"Satu2nya stafsus yg sumbang seluruh gaji tiap bulan, aksi nyata, dan komunikasi publik bagus! Hats off to Belva!!" ucap @rahmatwas6.

Ada pula @FerdiansahYP yang menulis "Sepakat mas Belva. Sebuah akar pohon mustahil jika tidak bercabang. Demikian untuk membangun Indonesia yang baik dan mengakar, tentu setiap kita harus bersama sama fokus pada cabangnya. Adapun masukan kritikan alhamdulillah mungkin mereka masih peduli dengan bangsa kita" (*)

Related Articles
Interest
Indosat, XL, Axis Berikan Kuota Gratis untuk Akses Aplikasi Ruangguru!

Current Issues
Kepala BNPB Ungkap Banyak Orang Jakarta dan Jawa Timur Percaya Kebal Covid-19

Interest
8 Tips Nonton Konser Tanpa Takut Corona ala Billboard