Current Issues

Kenapa The Sims dan Animal Crossing Populer di Tengah Coronavirus?

Delya Oktovie Apsari

Posted on March 25th 2020

Game Animal Crossing dan The Sims. (Origin)

 

Dua game 'life simulation' The Sims dan Animal Crossing: New Horizons lagi populer banget di Twitter! Banyak orang yang memainkannya di tengah self-isolation gara-gara wabah coronavirus COVID-19.

Animal Crossing: New Horizons adalah game yang memungkinkan pemainnya untuk membangun pulau impian mereka. Pemain juga bisa memancing dan berteman dengan orang lain dari desa tersebut. Gamer lainnya beralih kembali ke The Sims, yakni permainan open-end di mana pemain bisa mengkreasikan sendiri dunia fiksi mereka dan menentukan takdir karakter-karakter yang disebut 'Sims'.

Dilansir dari CNBC Make It, ada alasan-alasan psikologis di balik kepopuleran mendadak game-game simulasi ini. "Kita punya kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan kita di kehidupan nyata, jadi kita berpaling ke dunia virtual," tutur Chris Ferguson, profesor psikologi Stetson University.

 

Ilustrasi main video game. (Time)

 

Membuat kita merasa memegang kendali
Menurut Ferguson, ketika kita membangun rumah impian dan membentuk sendiri karakter dalam The Sims, kita merasa mampu membangun dunia sendiri dan punya kontrol atas keputusan-keputusan yang diambil di dunia tersebut.

"Kamu bisa merasa dunia akhirnya makes sense, dan dunia itu punya peraturan yang bisa kamu pahami."

Apalagi di tengah pandemi dan ketidakpastian ini, keinginan untuk 'memegang kendali' semakin kuat.

"(The Sims) membantu memberi kita rasa keberlangsungan: 'walaupun rutinitas sehari-hari kita sedang terganggu saat ini, setidaknya aku bisa melanjutkan hidupku di game ini'," jelas Thaddeus Griebel dari Dominican University.

 

Membuat kita 'punya' kehidupan sosial
"Kita adalah makhluk sosial, jadi kita tidak nyaman diisolasi," kata Ferguson.

Selain bisa berkomunikasi dengan karakter fiksi dalam game, banyak game yang punya fitur di mana pemain bisa kontak dengan pemain lainnya.

Contohnya seperti di Animal Crossing: New Horizons, di mana delapan orang bisa hidup di pulau yang sama, dan pemain didorong untuk mengunjungi pulau temannya. Pemain The Sims juga bisa berbagi fan art mereka di website EA Games.

"Jangan kaget kalau video games lainnya yang punya elemen sosial, seperti World of Warcraft dan Dungeons and Dragons, (populer) kembali di masa-masa ini," tambahnya.

 

Membuat kita merasa bisa 'melarikan diri'
Bukan berarti di dalam game kita tidak punya 'masalah'. Tetapi, 'permasalahan' yang dirasakan karakter The Sims dan penduduk desa Animal Crossing lebih ringan dibanding permasalahan di kehidupan nyata pemain.

"Idenya adalah supaya kamu punya versi lebih fancy dari kehidupan nyatamu [...] game seperti The Sims atau Animal Crossing membantu mengingatkan kita kalau kita bisa kembali ke kehidupan normal kita. Daripada terlalu khawatir tentang kondisi buruk (di dunia nyata)."

Alasan lain mengapa game 'life-simulation' populer adalah battle game seperti Call of Duty memang juga memiliki efek relaxing, tetapi juga bisa bikin frustrasi kalau kita kalah dalam suatu misi.

"Animal Crossing dan The Sims kan termasuk mudah, kamu bisa menjalankannya dalam waktu singkat meskipun tidak punya pengalaman main video game," terangnya. (*)

Artikel Terkait
Current Issues
10 Cara Mengurangi Stres Gara-gara Coronavirus dari Pakar Kesehatan Mental

Current Issues
Kepanikan Massal Akibat Corona Bisa Picu Gangguan Kecemasan

Current Issues
Ahli: Nostalgia Senjata Ampuh Menghadapi Social Distancing