Interest

Inggris dan India Susul Negara Lain Lockdown untuk Atasi Coronavirus

Dwiwa

Posted on March 25th 2020


Semakin merebaknya Coronavirus di berbagai belahan dunia membuat banyak negara mengambil langkah lockdown. Yang terbaru, Inggris dan India memutuskan melakukan lockdown setelah jumlah kasus di negaranya mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

India mulai memberlakukan lockdown total di seluruh negara mulai Selasa (24/3) malam. Hal ini diumumkan secara langsung oleh Perdana Menteri Narendra Modi melalui pidato yang disiarkan secara langsung di televisi.

Kebijakan ini akan diberlakukan selama 21 hari untuk menekan penyebaran virus Covid-19. Sebelumnya, Narendra juga sudah menghentikan semua penerbangan baik internasional maupun domestik demi mencegah meluasnya wabah Covid-19.

“Jika anda ingin mengatasi virus ini, satu-satunya cara adalah dengan memutus siklus penularan melalui penerapan social distancing,” ujarnya. Aksi jaga jarak ini pun tidak hanya berlaku untuk orang yang sudah terinfeksi virus, melainkan untuk semua orang, termasuk dalam keluarga.

Semua bisnis akan ditutup kecuali rumah sakit dan fasilitas medis lain yang akan tetap verfungsi normal. Orang-orang pun tidak boleh keluar dan harus berdiam di rumah. “Jika anda tidak mematuhi lockdown selama 21 hari, bisa jadi negara ini akan menghadapi kemunduran 21 tahun,” imbuh Narendra.

Dia juga menyebutkan jika akan menggelontorkan dana sebesar USD 2 miliar untuk meningkatkan fasisitas kesehatan. Sehari sebelumnya, pemerintah India sudah melakukan percobaan dan meminta masyarakat untuk menyemangati para tenaga medis dari balkon rumahnya.

Sayangnya, aturan itu justru disalahartikan sebagian penduduk. Mereka turun ke jalan untuk menari dan juga melantunkan mantra. “Tidak bisa dibayangkan harga yang harus di bayar India jika perilaku tidak bertanggung jawab seperti itu terus berlanjut,” tegasnya.  

Selain India, Inggris juga melakukan kebijakan untuk me-lockdown negaranya sejak Senin (23/3).  Kebijakan ini diambil setelah kasus kematian akibat Covid-19 di negara ini meningkat hingga menembus angka 335 orang.

Semua warga Inggris diminta untuk berdiam di rumah selama setidaknya tiga minggu ke depan. Mereka hanya diperbolehkan keluar untuk melakukan pekerjaan penting, olah raga sekali dalam sehari atau membeli obat dan makanan.

Gedung-gedung perkantoran, hiburan, perpustakaan maupun tempat-tempat lain yang dianggap tidak penting ditutup. Semua aktivitas di mana banyak massa berkumpul juga di larang. Termasuk acara pernikahan dan juga pembaptisan.

Jika warga tidak mematuhi aturan ini, polisi memilki wewenang untuk menindak tegas mereka, termasuk dengan menarik denda. Besaran denda yang dijatuhkan bagi pelanggar berkisar antara £ 30 hingga £ 1000 atau sekitar Rp 558 ribu hingga Rp 18 juta.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyebut jika wabah Covid-19 ini menjadi ancaman terbesar dalam kurun waktu satu dekade terakhir.  “Tanpa ada usaha secara nasional untuk menghentikan pertumbuhan virus, akan ada masa dimana fasilitas kesehatan di dunia tidak dapat mengatasinya karena tidak mencukupinya ventilator, ruang perawatan, dokter dan perawat,” ujarnya.

Dia pun mencontohkan di beberapa negara yang memiliki fasilitas kesehatan yang luar biasa tetap kewalahan mengalami wabah ini. “Sederhananya, jika banyak orang jatuh sakit di waktu bersamaan, pelayanan kesehatan nasional (NHS) tidak akan mampu menanganinya- ini berarti akan semakin banyak orang mati, bukan hanya karena coronavirus tetapi juga penyakit lain,” tambahnya.

Hingga saat ini, sudah lebih dari 10 negara yang memutuskan untuk melakukan lockdown demi mencegahnya penyebaran coronavirus yang lebih banyak. Di antara negara-negara tersebut ada yang memberlakukan lockdown sebagian, tetapi juga ada yang mengunci seluruh negara secara keseluruhan.

Artikel Terkait
Interest
Disiplinkan Warga agar Diam Di Rumah, Robot Dalek Lakukan Patroli di Inggris

Interest
Angka Kematian Coronavirus di Vietnam Nol, Ini 4 Rahasianya

Interest
Novel Thriller 'Lockdown' yang Dulu Ditolak, Dirilis karena Mirip Pandemi Corona