Interest

Dukung Belajar Di Rumah, J.K. Rowling Buka Lisensi 'Harry Potter'

Ahmad Redho Nugraha

Posted on March 24th 2020

Pandemi Coronavirus atau COVID-19 memang berdampak di banyak sektor, termasuk pendidikan. Banyak sekolah dan kampus di seluruh dunia yang terpaksa meliburkan siswanya demi mencegah penyebaran Coronavirus.

Meski demikian, beberapa sekolah tidak benar-benar libur. Tapi mereka coba mengalihkan proses belajar-mengajar. Dari tatap muka langsung menjadi berbasis daring (online).

Nah kabar terbarunya nih, sang penulis novel 'Harry Potter', J.K. Rowling menyediakan lisensi terbuka bagi guru-guru Bahasa Inggris di dunia yang ingin menjadikan 'Harry Potter' sebagia materi ajar di kelas online. Selama ini sih 'Harry Potter' memang kerap menjadi materi ajar guru-guru di Inggris. Kadang dalam bentuk audiobook berbayar.

J.K Rowling coba mengatasi masalah tersebut dengan memberikan lisensi terbuka. Harapannya, materi 'Harry Potter' bisa jadi bahan ajar online tanpa ada pelanggaran hak cipta di kemudian hari. FYI, versi audiobook 'Harry Potter' dalam beberapa tahun ini memang diperjualbelikan sebagai produk literasi digital.

Kebijakan J.K. Rowling disampaikan lewat tweet-nya. Penulis dengan nama pena lain 'Robert Galbraith' tersebut mengumumkan bahwa ia ingin membantu semua guru yang bekerja secara remote di seluruh Inggris akibat pandemi COVID-19. Dia ingin melonggarkan hak cipta 'Harry Potter' agar guru-guru Bahasa Inggris punya materi ajar dan mereka tak ragu terhadap hak cipta.

Banyak hal yang bisa dilakukan para guru dengan memanfaatkan materi 'Harry Potter' tanpa harus bermasalah dengan hak cipta. Misalnya mereka membacakan buku tersebut lalu direkam dan dibagikan ke anak didik mereka di rumah.

Tentu saja cara ini bisa jadi alternatif yang efisien dan ringan di kantong. Sebab siswa tidak perlu lagi diwajibkan membeli audiobook Harry Potter hanya untuk mengikuti pembelajaran.

Tapi kebijakan Rowling dan Agensi Blairs Partnership tersebut memberikan beberapa syarat. Misalnya, video ajar yang menggunakan materi 'Harry Potter' tersebut hanya boleh direkam dan disebarkan dalam jaringan sekolah atau institusi pendidikan yang aman dan tertutup.

Selain itu, kebijakan tersebut juga hanya berlaku mulai 20 Maret 2020 hingga akhir tahun ajaran ini, atau sekitar akhir Juli mendatang.

Langkah J.K. Rowling tersebut juga merupakan bagian awal dari kampanye 'Bring Back Harry Potter to Children at Home' yang baru-baru ini dipopulerkan lewat hashtag #HarryPotterAtHome.

Selain itu, Audible --partner dari Wizarding World, waralaba yang diciptakan oleh J.K. Rowling-- juga baru saja meluncurkan situs mini bebas bayar bernama stories.audible.com. Situs ini berperan menampung konten audiobook mendidik dan menghibur khusus untuk anak-anak.

Selain menyediakan audiobook 'Harry Potter', Audible juga memberikan akses ke lainnya. Misalnya akses audiobook 'Winnie the Pooh', 'Alice’s Adventure in Wonderland', 'Aladdin', 'Jane Eyre', 'Wuthering Heights' dan 'Moby Dick'.

Btw, 'Harry Potter' sebenarnya bukan barang baru dalam proses belajar-mengajar Bahasa Inggris di negara asalnya. Sejak awal 2000-an, 'Harry Potter' --terutama seri pertama dan keduanya-- memang sudah marak digunakan sebagai media ajar materi reading di sejumlah sekolah di Inggris.

Bisa dibilang, memang ada hubungan emosional antara kisah anak penyihir asal Inggris tersebut dengan warga Inggris sendiri, sehingga Harry Potter selalu punya tempat di hati para pembacanya.(*)

 

Artikel Terkait
Entertainment
J.K. Rowling Nyatakan Dirinya ‘Sembuh’ dari Gejala-gejala COVID-19

Interest
Kamu Potterhead yang Hobi Make-Up? Pasti Pengen Borong Produk Ini Nih

Current Issues
Pemilik Mesin Cetak 3D Bersatu Bikin Face Shield Gratis untuk Tenaga Medis