Current Issues

Gimana Susahnya Bikin Vaksin Coronavirus?

Delya Oktovie Apsari

Posted on March 23rd 2020

(Axio)


Yang bikin orang-orang semakin takut sama coronavirus COVID-19 bukan virusnya saja, tetapi fakta kalau belum ada vaksin yang bisa membantu mencegah penyebarannya.

Dalam wawancara The Guardian bersama Hanneke Schuitemaker, kepala penemuan vaksin dan pengobatan translasional di Janssen Pharmaceuticals, mereka mengupas tentang bagaimana susahnya membuat vaksin coronavirus COVID-19. Schuitemaker adalah kepala tim yang sedang mengembangkan vaksin COVID-19.

 

Ilustrasi kerja vaksin dalam membunuh virus (Purdue University)

 

Vaksin bisa dibuat dengan memanfaatkan antibodi
Menurut Schuitemaker, orang yang telah terinfeksi COVID-19 memiliki antibodi terhadap virus tersebut. Ia mengatakan, timnya percaya jika antibodi ini dapat melindungi manusia terhadap serangan di masa depan dari virus Sars-CoV-2 (yang bertanggung jawab atas COVID-19).

"Namun, virus tersebut adalah pendatang baru di bidang sains sehingga belum mungkin untuk mengetahuinya. Kita juga tidak tahu berapa lama perlindungan seperti itu - dari kekebalan alami - bisa bertahan lama."

 

Virus dapat bermutasi
"Pohon filogenetik pertama [diagram yang menunjukkan evolusi suatu organisme] dari virus, menunjukkan bahwa ada beberapa pergeseran genetik di dalamnya. Tetapi apakah itu akan memengaruhi pengembangan vaksin masih belum jelas. Semuanya sangat baru dalam menangani virus corona ini," jelas Schuitemaker.

 

Kepastian efektivitas vaksin butuh waktu 12-18 bulan
Tim Schuitemaker saat ini telah mengambil satu genom virus dan menggunakannya untuk membuat vaksin. Vaksin tersebut kini tengah diuji.

"Nantinya, sepotong virus itu akan menjadi dasar vaksin, yang harus diberikan kepada miliaran orang. Itu akan membutuhkan upaya luar biasa dalam produksi vaksin massal - dan itu pasti memakan waktu," ucapnya.

Schuitemaker menambahkan, timnya harus benar-benar meyakini vaksin sudah siap dan efektif melindungi orang dari COVID-19. Nah, hasil ini bisa dicapai dalam waktu sekitar 12 hingga 18 bulan.

"Selain itu, mungkin kita harus siap untuk menyiapkan vaksin untuk wabah musiman COVID-19 di tahun-tahun mendatang," imbuhnya.

 

Dua alternatif pendekatan vaksin
"Salah satu pendekatan (vaksin COVID-19) adalah supaya sistem kekebalan bisa membuat antibodi yang mengenali dan memblokir lonjakan protein yang digunakan coronavirus agar mereka bisa masuk ke sel manusia," katanya.

Pendekatan lainnya melibatkan pembunuh sel T dari tubuh yang bisa mengenali dan membunuh sel yang terinfeksi.

 

Kesulitan uji coba
Uji coba vaksin COVID-19 juga tidak mudah. Ada beberapa masalah dalam uji coba vaksin ini. Yang terpenting, mereka harus mengidentifikasi hewan yang memberikan respon imun baik terhadap vaksin tersebut.

Masalah kedua adalah keamanan vaksin. Supaya vaksin terjamin keberhasilannya, tim Schuitemaker harus memberikannya kepada orang sehat. Orang sehat yang dimaksud adalah mereka sama sekali belum pernah terpapar COVID-19. Permasalahannya, mereka bisa terkena efek samping yang mungkin terjadi.

"Jadi, Anda harus sangat yakin bahwa vaksin Anda aman dalam keadaan seperti itu. Itu berarti melakukan uji coba berskala sangat besar dan membandingkan hasilnya dengan vaksin plasebo untuk memastikan Anda memiliki vaksin yang aman dan efektif. Dan itu butuh waktu," tutupnya. (*)

Related Articles
Current Issues
Brasil Beri Lampu Hijau Uji Coba Vaksin Covid-19 Milik Oxford University

Current Issues
AstraZeneca Siap Produksi Jutaan Vaksin Potensial Covid-19 Mulai September

Current Issues
Pembuatan Vaksin Covid-19 Adalah Tantangan Terbesar Dalam Sejarah Medis