Current Issues

Immune Booster Berikut Ini Belum Terbukti Efektif Cegah Coronavirus

Dwiwa

Posted on March 20th 2020

Sejak kehadiran Coronavirus atau Covid-19 di negeri +62, banyak pesan berantai soal immune booster yang beredar di media sosial. Mulai dari mengonsumsi vitamin C, zink, bawang putih hingga berbagai merk suplemen yang dinilai efektif untuk menggenjot sistem imun tubuh.

Dalam beberapa literatur memang disebutkan jika komponen maupun makanan yang disebutkan memang berpengaruh terhadap sistem imun dalam tubuh. Tapi tunggu dulu bos, kinerja sistem imun itu enggak sesederhana kayak kita haus minum air selesai.

Namanya juga sebuah sistem, tentu ada banyak komponen yang saling terkait di dalamnya. Ada jutaan jaringan, sel dan molekul yang bekerja secara sinergi untuk menghasilkan tentara yang dapat menghalau kuman maupun objek asing yang masuk ke dalam tubuh kita.

Halaman web milik Harvard Medical School bahkan menuliskan jika ide untuk meningkatkan sistem imun memang menggiurkan, tetapi untuk benar-benar bisa melakukannya tidaklah mudah.

Sekali lagi, hal ini dikarenakan sistem imun bukanlah sesuatu yang bersifat tunggal tetapi merupakan suatu kesatuan. Jadi agar bisa berfungsi dengan optimal, dibutuhkan adanya keseimbangan yang harmonis.

Sayangnya, bagi sebagian orang fakta ini kadang belum diketahui. Atau mungkin sudah pernah mendengar tetapi memang diabaikan. Seperti kata pezcyclingnews.com, kita memang pemuja pseudoscience (ilmu semu yang belum teruji kebenarannya lewat metode ilmiah) yang taat.

Selain itu, situs tersebut juga menyebutkan jika menggenjot sistem imun secara berlebihan mungkin saja justru ide buruk. Sistem justru bisa menjadi reaktif dan menyebabkan alergi bahkan bisa disalahartikan sehingga menyerang sel tubuh sendiri.

Mencari cara alternatif untuk meningkatkan sistem imun secara cepat memang terdengar menggiurkan. Sayangnya, hal yang hasilnya belum tentu signifikan ini membuat kita justru tidak fokus pada  strategi pencegahan yang sebenarnya.

Badan kesehatan dunia (WHO) bahkan sudah membantah beberapa berita yang beredar terkait immune booster. Dalam situs resminya, WHO membuat halaman khusus yang diberi nama myth busters untuk memberikan saran ke publik terkait hal tersebut.

Beberapa yang diklarifikasi adalah soal obat Coronavirus yang belum ditemukan hingga saat ini. Juga efektivitas bawang putih yang belum terbukti menangkal Covid-19.

WHO pun lebih menekankan untuk sesering mungkin membersihkan tangan, baik itu dengan sabun dan air mengalir maupun hand sanitizer.

Sistem imun imun sendiri tidak digenjot atau ditingkatkan, melainkan dipertahankan. Untuk bisa mempertahankan sistem imun tetap optimal, mengonsumsi vitamin C dalam dosis besar maupun menggunakan bawang putih bukanlah pilihan yang tepat.

Ada banyak hal yang perlu dilakukan untuk tetap bisa menjaga sistem imun tetap optimal. Beberapa rekomendasi yang diterapkan pada atlet berikut mungkin bisa dijadikan rekomendasi.

Beberapa di antaranya adalah mencukupi kebutuhan energi tubuh, menghindari diet ketat, hingga menerapkan pola makan seimbang. Selain itu, konsumsi karbohirat lebih dari 50 persen dari total asupan asupan dan juga konsumsi protein yang cukup (1,2 kg - 1,6 g/kg berat badan per hari).

Bisa juga dengan mengonsumsi vitamin atau mineral secara rutin yang sesuai dengan angka kecukupan gizi. Jangan dilupakan untuk menghindari minuman beralkohol agar sistem imun tetap terjaga.

Sayangnya nih, meski sistem imun kita baik dan optimal kita juga tetap bisa tertular virus ini. Sebaik apapun kondisi tubuh kita, jika ada orang positif di dekat kita dan droplet (cairan tubuh berasal dari cairan yang keluar dari hidung dan mulut) masuk tubuh ya tetap saja virusnya akan mampir.

Oleh karena itulah anjuran untuk tetap diam di rumah banyak digaungkan oleh para tenaga medis. Tujuannya cuma satu, yakni untuk memutus rantai penularan virus yang bisa menginfeksi siapa saja. Tidak peduli umur, kaya, miskin atau bahkan atlet yang sehat sekalipun. Di bawah ini adalah pseudoscience yang diungkapkan faktanya oleh WHO.(*)















Related Articles
Current Issues
WHO Peringatkan Pandemi Covid-19 Mungkin Masih Bisa Lebih Buruk

Current Issues
WHO: Tak Ada Bukti Orang Sembuh dari Covid-19 Jadi Kebal terhadap Infeksi Kedua

Current Issues
Covid-19 Disebut WHO 10 Kali Lebih Mematikan Dari Flu Babi