Interest

Akibat Coronavirus, 6 Tempat yang Biasanya Penuh Sesak jadi Sesunyi Ini

Vita Kartika

Posted on March 18th 2020

Menyebarnya wabah pandemik coronavirus membuat masyarakat di seluruh dunia serentak menerapkan pola hidup sehat. Mulai dari rajin mencuci tangan, mengkonsumsi makanan bergizi, sampai melakukan social distancing—alias menghentikan kegiatan yang dilakukan beramai-ramai atau di area umum. Beberapa negara bahkan menerapkan kebijakan lockdown, yaitu pengawasan ketat di area perbatasan dan pembatasan akses di ruang publik.

Fenomena ini tentu berdampak juga pada berbagai destinasi wisata. Dilansir dari Independent, beberapa tempat yang biasanya penuh sesak dengan antrean dari pengunjung mancanegara ini kini terlihat sangat sepi, lengang, bersih, dan somehow peaceful.

Penasaran dengan betapa megahnya tempat-tempat ini jika tidak ada satu pun manusia di sekitarnya?

 

Kabah di Mekkah

Kabah di Mekkah yang nampak sepi tanpa ada jamaah yang beribadah (foto:Independent)

Destinasi haji dan umrah bagi umat Muslim di seluruh dunia ini terlihat begitu sepi setelah pemerintah setempat memberlakukan larangan perjalanan ke sana. Foto ini diambil pada hari Jumat, hari di mana biasanya Kabah penuh sesak dengan jamaah yang beribadah. Sampai saat ini, berbagai negara di seluruh dunia pun memberikan himbauan bagi masyarakat untuk beribadah di rumah dulu sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19.


Kanal di Venesia, Italia

Kanal-kanal di Venesia yang nampak jernih karena tidak ada aktivitas dari sarana transportasi air (foto:Independent)

Destinasi wisata yang populer disebut “City of Water” ini juga terkena imbas dari coronavirus. Sejak pemerintah Italia memberlakukan lockdown secara nasional, Venesia jadi sunyi senyap. Kota Venesia ini memang unik, karena terdiri dari 118 pulau yang berada di laguna dangkal bernama Laguna Venezia. Pulau-pulau ini dipisahkan oleh kanal-kanal dan dihubungkan dengan lebih dari 400 jembatan di seantero kota.

Tak heran bila “City of Canals” ini mengandalkan sarana transportasi air, seperti gondola, sebagai primadona wisatanya. Dengan adanya lockdown, sama sekali tidak ada aktivitas di kanal-kanal seantero kota. Akibatnya? Air di Venesia menjadi sangat jernih! Dari foto-foto yang beredar di media sosial, terlihat air yang begitu jernih sampai ikan-ikan kecil di dalamnya pun terlihat dari permukaan. Para bebek juga terlihat mulai mendatangi kanal-kanal yang ada. So cute!


EUR, distrik bisnis di Roma, Italia

Distrik bisnis di Roma yang nampak sunyi senyap tanpa ada aktivitas bisnis (foto:Independent)

Nggak cuma destinasi wisata di Italia saja yang sepi, distrik bisnis di seantero negara ini pun sunyi senyap.

Foto yang diambil jarak jauh dari udara ini menunjukkan gedung-gedung pencakar langit di EUR, distrik bisnis di Roma yang terlihat sunyi senyap tanpa ada aktivitas apapun walaupun sedang dalam rush hour.

Sudah sekitar seminggu berlalu sejak Italia memberlakukan lockdown secara nasional. Dilansir dari Worldometer, hingga 18 Maret ini, Italia memang masih menjadi negara kedua dengan kasus COVID-19 terbanyak di dunia. Tercatat ada 31.506 kasus positif coronavirus, dengan 2.503 di antaranya meninggal dunia dan 2.941 pasien berhasil sembuh dan dinyatakan negatif.


Legend Siam, Thailand

Area hiburan dan taman bermain Legend Siam yang sunyi tanpa ada wisatawan (foto:Independent)

Area hiburan dan taman bermain yang berlokasi di Pattaya ini sehari-harinya bisa dikunjungi oleh hingga 20.000 turis mancanegara, lho! Sayangnya, sehubungan dengan wabah pandemik coronavirus ini, Legend Siam ditutup untuk sementara. Lihat saja betapa sepinya area ini tanpa pengunjung.


Old Town Square di Warsaw, Poland

Old Town Square yang biasanya penuh orang berdesak-desakan kini terlihat lengang (foto:Independent)

Pusat kota yang biasanya penuh sesak dengan aktivitas warga Warsaw ini terlihat sangat lengang pasca mayoritas orang memutuskan untuk melakukan kegiatan di rumah. Padahal selain ada banyak gedung-gedung bersejarah yang must visit, Old Town Square juga adalah pusat administrasi kota.


Jalanan di Wuhan, Tiongkok

Jalanan di Wuhan yang terlihat begitu lengang dan sunyi ketika Tiongkok memberlakukan lockdown (foto:Independent)

Tiongkok, tepatnya Wuhan menjadi daerah pertama di mana wabah coronavirus menyebar. Dengan sigap pemerintah setempat menerapkan kebijakan lockdown. Akibatnya, nggak cuma jalanan di Wuhan saja yang terlihat begitu lengang dan sunyi. Tapi juga jalan raya yang menghubungkan berbagai area di provinsi Hubei.

Walaupun demikian, dilansir dari CNN, sejak Senin lalu, pemerintah Tiongkok telah mengumumkan bahwa ada 13 provinsi di Tiongkok yang sudah bebas dari kasus coronavirus. Semoga daerah dan negara lain segera menyusul, ya!

Well, memang selalu ada hikmah di balik semua kejadian ya, termasuk juga wabah pandemik COVID-19 ini. Di antaranya adalah tempat-tempat yang biasanya penuh sesak kini bisa beristirahat sejenak. Udara juga menjadi jauh lebih bersih karena polusi berkurang drastis. Di tengah wabah yang ada, bumi seakan mendapat kesempatan untuk self-healing.

Semoga wabah coronavirus ini segera berlalu dan kita semua bisa sehat selalu, ya!


Related Articles
Interest
Pengorbanan Nyawa Tenaga Kesehatan Demi Selamatkan Pasien Coronavirus

Current Issues
Setelah Kota Wuhan, Provinsi Hubei Kini Mulai Longgarkan Aturan Lockdown

Current Issues
Siswa di Wuhan, Kota Pertama Ditemukannya Covid-19, Kembali Sekolah