Sport

Klub dan Pemain NBA Kompakan Sumbang Mereka yang Terdampak Coronavirus

Mainmain.id

Posted on March 18th 2020

Penghentian kompetisi NBA akibat Coronavirus tentu merugikan bagi klub maupun para pemain. Namun hal itu bukan berarti membuat mereka tak peduli pada lingkungan sekitarnya. Mereka pun kompakan memberikan donasi bagi mereka yang terdampak virus bernama COVID-19 ini.

1. Timberwolves dan Lynx Bantu Karyawan Freelance

Salah satu yang terdampak dengan dihentikannya NBA adalah para pekerja paruh waktu atau freelance. Sebab, mereka digaji tentu ketika ada event yang berjalan. Nah, kondisi ini yang membuat Glen Taylor pemilik klub Minnesota Timberwolves (NBA) dan Minnesota Lynx (WNBA) menyumbangkan USD 1 juta untuk staf gameday mereka yang biasa bekerja di Target Center --markas Timberwolves dan Lynx.

Dikutip dari situs NBA, Glen Taylor mengatakan staf paruh waktu itu merupakan satu dari mereka yang terdampak dari penghentian NBA. Padahal mereka selama ini menjadi tulang punggung klub ketika pertandingan berlangsung. 

“Merekalah orang-orang menyambut tamu dan penggemar di pintu masuk. Menunjukkan di mana harus duduk. Saya ingin meringankan kekhawatiran finansial mereka akibat penghentian liga karena pandemik ini. Kami berharap bisa sama-sama melewati masa sulit ini untuk kembali dipersatukan di Target Center," ujar Glen Taylor.

 

2. Pemilik Orlando Magic Juga Sumbang USD 2 Juta

Keluarga DeVos, pemilik Orlando Magic, Lakeland Magic dan Orlando Solar Bears, juga telah menyiapkan bantuan keuangan kepada mereka yang terdampak Coronavirus di Florida. Khususnya para karyawan freelance yang selama ini bekerja di Amway Center --markas Orlando Magic, Lakeland Magic dan Solar Bears. 

Sumbangan uang itu untuk membantu sekitar 1.800 karyawan paruh waktu. "Orang-orang di belakang tim kami adalah keluarga bagi kami dan kehormatan kami untuk memberikan bantuan kepada mereka yang terkena dampak buruk selama masa penghentian liga ini," kata Dan DeVos, perwakilan keluarga.

 

3. Karl-Anthony Towns Sumbang Tes Pendeteksian Coronavirus

Bukan hanya klubnya, tapi pemain center Minnesota Timberwolves Karl-Anthony Towns juga ikut melakukan aksi sosial. Pada Minggu (15/3) kemarin dia mengumumkan bakal menyumbang USD 100.000 ke Mayo Clinic. Dana bantuan itu digunakan untuk peluncuran tes pendeteksian Coronavirus.

Ketua Departemen Kedokteran, Laboratorium dan Patologi di Mayo Clinic Dr. William Morice II mengatakan, instansinya telah bekerja sepanjang waktu selama sebulan terakhir untuk mengembangkan tes COVID-19. "Kami kagum dengan gerakan Karl untuk membantu kami menawarkan pengujian cepat kepada lebih banyak pasien di Minnesota dan seluruh negara," ujar Morice seperti dikutip dari situs NBA.

Pengen tahu alasan Karl menyumbang ke Mayo Clinic? Ternyata Karl melihat lembaga itu begitu serius mencegah penyebaran Coronavirus dengan melakukan tes terhadap banyak orang. "Terima kasih untuk pekerja maupun tenaga medis di Mayo Clinic yang terus bekerja sepanjang waktu untuk mengetes semua orang. Kalian adalah pahlawan!" tulis Karl lewat akun Twitternya.

Mayo berharap sumbangan dari Karl bisa membantu meningkatkan kapasitas pengujian. Dari 200 per hari menjadi lebih dari 1.000 tes per hari. Mayo Clinic berharap tindakan Karl ini menginspirasi pihak-pihak lain untuk turut membantu percepatan tes Coronavirus bagi banyak orang lainnya.

 

4. Klub NBA dan Klub Hoki Kompak Berikan Dana untuk Freelancer Staples Center

Dua klub NBA LA Clippers dan LA Lakers selama ini termasuk rival sekota. Tapi urusan kemanusiaan, mereka satu hati. Yup, Clippers dan Lakers kompakan menyiapkan dana untuk para pekerja paruh waktu di Staples Center. Itu adalah kandang kedua tim.

Tak hanya Clippers dan Lakers, klub hoki asal Los Angeles, LA Kings juga ikutan dalam kegiatan kemanusiaan itu. Mereka menggalang dana untuk diserahkan ke para pekerja paruh waktu di Staples Center.

Dana itu dirancang untuk memberikan kompensasi sebagai upah yang hilang dari karyawan selama NBA dan NHL (liga hoki) ditangguhkan karena Coronavirus. 

Dana itu bakal diberikan pada lebih dari 2.800 staf freelance. Mulai petugas arena, petugas keamanan, penjual tiket, petugas tiket, petugas parkir, staf barang dagangan, karyawan makanan dan minuman, staf rumah tangga serta para operator panggung.

Tiga klub olahraga itu menyadari perlu membuat donasi karena Coronavirus bukan hanya krisis kesehatan, tetapi juga krisis ekonomi. Apalagi para pekerja freelance itu selama ini punya kontribusi sangat besar terhadap kesuksesan laga yang digelar di Staples Center.

 

5. Pasien tapi Masih Peduli pada Freelancer Utah Jazz

Wabah Coronavirus di Amerika Serikat mungkin akan jadi sejarah yang tak terlupakan bagi kehidupan Rudy Gobert. Yap, pemain ini dinyatakan positif Coronavirus. Tapi di tengah kondisi seperti itu, Gobert justru masih peduli pada sesama.

Pemain Utah Jazz itu pada Sabtu (14/3) mengumumkan telah menyumbangkan uangnya lebih dari USD 500 ribu untuk mendukung penggalangan dana bagi karyawan paruh waktu yang bekerja di Vivint Smart Home Arena, kandang Utah Jazz.

Bantuan yang diberikan Gobert itu antara lain USD 200 ribu untuk para karyawan paruh waktu yang bekerja di kandang Utah Jazz. Mereka tak bisa mendapatkan penghasilan ketika liga dihentikan.

Ada lebih dari 800 acara kerja paruh waktu di Vivint Smart Home Arena yang selama ini bekerja ketika Utah Jazz bertanding. Mereka meliputi petugas layanan makanan, keamanan, layanan tamu, dan lainnya.

Gobert juga menyumbangkan uangnya sebanyak USD 100 ribu untuk membantu keluarga yang terkena pandemi COVID-19 di Utah dan Kota Oklahoma. Tak lupa dia juga mengirimkan donasi sekitar 100 ribu Euro ke negara asalnya Perancis yang juga sedang terkena wabah Coronavirus. Uang-uang itu diharapkan bisa membantu kebutuhan mendesak termasuk untuk pengasuhan anak untuk petugas perawatan kesehatan serta untuk pengasuh lansia.

Gobert mengaku perlu memberikan donasi sebagai bentuk penghargaannya pada negara bagian Oklahoma yang menjadi markas dari klubnya, Utah Jazz.

“Saya tahu ada banyak orang terkena dampaknya. Sumbangan ini adalah tanda kecil yang mencerminkan apresiasi dan dukungan saya untuk semua yang terkena dampak," ujar Gobert.

Salut ya, luar biasa klub dan para pemain NBA. Semoga wabah segera berakhir dan liga kembali aktif. Cepat sembuh juga Gobert!(*)

Related Articles
Sport
Rudy Gobert Merasa Kehilangan Indera Penciumannya, Efek Coronavirus?

Sport
Pemain NBA yang Pertama Positif Covid-19 Ini Telah Sembuh

Sport
Sebulan Mandek, NBA Mungkin Dilanjutkan Tanpa Penonton