Sport

A Week in Review: Favorit Belum Tentu Jadi Nomor Wahid

Hakiki Hijriawan

Posted on July 6th 2018

Meskipun sudah disejajarkan dengan Maradona atau bahkan Paus, Messi tetap belum mampu membawa Argentina ke titah juara (via: fifa.com)

Semakin sedikit semakin sempit. Yap begitulah persaingan yang terjadi di Piala Dunia 2018. Satu per satu para tim nasional jatuh berguguran. Mulai dari kuda hitam hingga sang favorit, semua nggak ada yang tahu apa hasil dari pertandingan. Coba tengok, sang pemegang empat gelar juara dunia Jerman yang sekaligus juara bertahan edisi sebelumnya, tersungkur sebelum masuk ke babak 16 besar.

Trust me, the ball is round dude!

Karena bola itu bundar, apapun bisa terjadi di setiap pertandingan. Masih santer di ingatan kita, ketika Jerman disingkirkan oleh salah satu perwakilan Asia, Korea Selatan. Padahal, der panzer anti kalah dari tim Asia selama gelaran Piala Dunia. Tapi, nyatanya Manuel Neur dkk justru jadi juru kunci grup F persis di bawah tim gingseng setelah menelan kekalahan dua gol tanpa balas. Lalu, pemegang gelar runner up edisi Piala Dunia 2014, Argentina yang digadang bisa menjadi momok bagi tim besar, malah luluh lantah di hadapan Perancis.

Bukan cuma Argentina, perjalanan negara peraih penghargaan Ballon d’Or 2017 Cristiano Ronaldo pun harus terhenti di tangan Uruguay. Memang, Portugal kalah dari Uruguay, yang notabennya lawan sepadan bagi tim samba Eropa tersebut.

Tapi, hasil ini sedikit membungkam prediksi tentang favorit juara Piala Dunia. Opta Sport, salah satu perusahaan olahraga besar di Inggris pernah mengeluarkan chances of winning world cup. Dari 5 negara teratas, setidaknya tiga diantaranya sudah tersungkur lebih dulu. Malahan tim tuan rumah  Rusia yang menempati peringkat 15 dalam chances of winning itu, bisa membungkam juara dunia tahun 2010 Spanyol yang menempati urutan kelima.

Kekecewaan Sergio Ramos yang harus dihabisi tuan rumah (via: fifa.com)

Meski melalui drama adu penalti, Rusia tetap pulang dengan membawa kemenangan di kandang. Selain itu, nggak tanggung-tanggung, kiper Rusia berusia 32 tahun Igor Akinfeev juga menyabet man of the match malam itu. Yang tetap menjadi sorotan hingga babak 16 beasr ini adalah Brasil. Meski gagal total di tiga edisi setelah juara pada tahun 2002, Brasil tetap jadi favorit juara di Piala Dunia tahun ini. Tim asuhan Tite ini sempat diragukan menang mudah melawan Meksiko di perdelapan final. Namun, Thiago Silva dkk justru mematahkan perlawanan Javier Hernandez dkk dengan dua gol tanpa balas. Hasil ini pun memperlihatkan di sisi lain favorite still exist till now.

But, we can’t forgot other nation. Ya, Negara seperti Belgia yang para punggawanya bermain di liga selevel kick n rush Inggris, nyatanya kerepotan menghadapi Samurai Biru pada Selasa (3/7) lalu. Shinji Kagawa dkk bisa unggul dua gol terlebih dulu, meski skor akhir 3-2 tetap jadi milik Belgia. Yap, sejarah tinggal lah sejarah, Denmark yang pernah tampil di perempat final Piala Dunia satu dasawarsa silam harus takluk dari Kroasia. Jika menilik bagan fase babak gugur nih, boleh jadi non favorit bisa meraih tiket final dan menjadi juara di tahun ini.

Sebagai salah satu perwakilan dari Asia, Jepang bermain begitu cemerlang meskipun akhirnya tetap pulang (via: fifa.com)

Penentuan di mulai dari babak perempat final. Kala Uruguay dan Perancis harus saling membunuh untuk menempatkan diri di semifinal melawan pemenang dari Brasil ataupun Belgia. Di sisi lain, Kroasia harus melangkahi kegagahan racikan khas tuan rumah Rusia terlebih dulu, jika ingin melangkah ke babak semifinal. Guna menghdapi pemenang antara Swedia ataupun Inggris yang saling bentrok, setelah mengandaskan lawannya di babak 16 besar lalu.

So, this is Football!

Related Articles
Sport
A Week in Review World Cup: Kejutan Bertebaran, Kekalahan Memalukan

Sport
4 Fakta menarik setelah Juara Bertahan Piala Dunia Out!

Sport
Kontroversi di Piala Dunia 2018!?

Meet The Creator



Afrieza Zaqi

Quote Of The Day

NGEJAR DISKON DIBELA-BELAIN BEGADANG SAMPAI PAGI, GILIRAN NGEJAR SI DOI SAMPE DEPAN GANG UDAH PUTER BALIK LAGI