Current Issues

Sejarah, Mitos, dan Fakta tentang Takhayul Friday the 13th

Vita Kartika

Posted on March 13th 2020

Sejarah, Mitos, dan Fakta tentang Takhayul Friday the 13th (Photo: History)

It’s Friday the 13th today! Hmm, pernah nggak sih kalian bertanya-tanya, memangnya kenapa tanggal 13 yang jatuh di hari Jumat kok kesannya langsung jadi serem banget? Dan kenapa selalu jadi ramai diperbincangkan. Kadang juga jadi gimmick promosi?

Well, di dunia ini ada banyak kok mitos dan takhayul serupa kok. Misalnya seperti kemunculan kucing hitam yang dikaitkan dengan kesialan. Atau frame foto pecah yang bisa jadi pertanda adanya musibah yang akan menimpa orang di foto itu. Bahkan, masih dipercaya pula jika membuka payung dalam ruangan yang dianggap membawa nasib buruk, dan masih banyak lagi.

Kepercayaan tentang Friday the 13th sendiri ternyata punya sejarah yang panjang, lho. Yuk, simak fakta dan mitosnya!

Angka 13 membawa bad luck

Angka 12 yang dianggap sebagai pertanda lengkap atau sempurna (foto:The Judeo Christian Tradition)

Walaupun tidak ada yang tahu pasti sejak kapan angka 13 dianggap membawa kesialan, tapi kepercayaan tentang hal ini sudah dipegang teguh sejak berabad-abad yang lalu, terutama dalam budaya negara-negara Barat.

Angka 12 biasanya dikaitkan dengan lengkap atau sempurna, karena ada banyak hal yang berakhir di 12, mulai dari 12 bulan di kalender Masehi, 12 zodiak, 12 dewa-dewa Olympus, dan sebagainya. Karenanya, angka 13 dianggap sebagai pembawa kesialan karena menghalangi kesempurnaan yang sudah ada.

Selain itu, kepercayaan ini juga ada kaitannya dengan agama Kristen dan Alkitab. Judas yang mengkhianati Jesus dipercaya sebagai tamu ke-13 yang hadir di acara The Last Supper, atau Perjamuan Terakhir. Lebih lanjut, satu hari setelah The Last Supper adalah Good Friday, atau hari ketika Jesus disalib.

Tak hanya itu saja, dalam Alkitab, Jumat juga dipercaya sebagai hari di mana Eve memberi apel dari Tree of Knowledge kepada Adam, sekaligus juga hari ketika Cain membunuh saudaranya, Abel.

Beda lagi dengan mitologi Norse, atau kepercayaan yang berasal dari Jerman Utara. Alkisah, pesta makan malam para dewa dikacaukan oleh tamu ke-13, yaitu Loki yang menyebabkan dunia diliputi oleh kegelapan dan bencana. Karena itulah, sampai sekarang, banyak yang masih menganggap bahwa adanya 13 orang di meja makan akan membawa kesialan.

Bahkan, banyak gedung-gedung pencakar langit yang nggak punya lantai ke-13, jadi dari lantai 12 langsung ke 14. Nggak sedikit pula hotel yang memilih untuk meniadakan ruang kamar nomor 13. Yang nggak kalah bikin tercengang, bahkan ada juga lho phobia terkait segala sesuatu yang bernomor 13. Yup, phobia ini dinamakan triskaidekaphobia.


Hari Jumat membawa bad luck

Ada banyak kepercayaan yang terkait dengan Jumat sebagai hari yang membawa kesialan (foto:Vector Stock)

Sejak berabad-abad lalu, Jumat dianggap sebagai hari yang paling sial di berbagai tradisi dan kepercayaan. Utamanya adalah karena Jumat adalah hari penyaliban, oleh sebab itu banyak orang yang secara religius meyakini bahwa Jumat selalu dianggap sebagai hari penebusan dosa dan penuh pantangan.

“Sebenarnya Jumat dan angka 13 memang sudah dianggap sebagai angka dan hari sial. Lalu orang di zaman Victoria yang tertarik dengan cerita rakyat lantas mencampur-adukkan kepercayaan tentang Friday the 13th untuk menciptakan legenda tentang hari sial ini,” tutur Steve Roud, penulis The Penguin Guide to the Superstitions of Britain and Ireland.

Di Inggris sendiri, Jumat sempat disebut juga sebagai Hangman’s Day, karena Jumat adalah hari di mana orang-orang yang divonis hukum gantung akan menjalani jadwal hukuman tersebut.


Friday the 13th dalam budaya populer

Salah satu film yang berkisah tentang takhayul Friday the 13th (foto:IMDb)

Segala kisah dan kepercayaan ini makin meningkatkan ketakutan orang-orang terhadap Friday the 13th. Bahkan, ada juga fobia atau ketakutan ekstrem terhadap hari Jumat tanggal 13. Fobia ini disebut sebagai paraskavedekatriaphobia.

Kalian juga pasti familiar dengan film horror thriller berjudul serupa yang pertama dirilis pada tahun 1980 silam. Yup, Friday the 13th mengisahkan tentang pembunuh yang mengenakan topeng hockey bernama Jason. Film ini begitu booming sampai-sampai diciptakan sekuel, buku komik, video game, hingga berbagai merchandise lainnya yang berkaitan dengan cerita tersebut.

Dilansir dari National Geographic, Jane Risen, ilmuwan dari University of Chicago Booth School of Business mengatakan kalau takhayul memang bisa memengaruhi orang yang bahkan sebelumnya tidak percaya.

“Kalau kita mendengar takhayul, kita akan terpengaruh dan pikiran buruk mulai muncul di benak kita. Akibatnya, tiap kejadian yang tidak mengenakkan langsung kita asosiasikan sebagai isyarat dari nasib sial ini,” ujar Jane Risen.

Well, kalau kalian sendiri gimana nih, punya pengalaman buruk atau mistis dengan Friday the 13th? Share di kolom komentar, ya!


Related Articles
Interest
Podcast Horor Terseram Buat Friday The 13th-mu

Cerpen
Itu Bukan Mama!

Interest
Kisah Horor Nyata Terseram SMA Negeri di Surabaya! Ada Sekolahmu?