Interest

Pegawai Positif Coronavirus, Pusat Penelitian NASA Wajibkan Kerja dari Rumah

Vita Kartika

Posted on March 10th 2020

Ames Research Center, pusat penelitian NASA yang berlokasi di Silicon Valley, California (NASA Gov)

 

Ames Research Center, salah satu pusat penelitian NASA yang berlokasi di Silicon Valley, California, baru-baru ini mengeluarkan kebijakan yang memerintahkan karyawannya untuk bekerja secara remote dari rumah.

Dilansir dari The Verge, Pemberitahuan ini disampaikan setelah ada salah satu karyawannya yang positif terinfeksi coronavirus COVID-19. Sebelumnya, seluruh kantor NASA di Amerika Serikat telah melakukan uji coba work from home, atau Telework Day yang berlangsung pada hari Jumat. Namun setelah mengetahui ada salah satu karyawannya yang positif terinfeksi COVID-19, Ames Research Center langsung membatasi akses untuk memasuki fasilitas mereka.

Kebijakan Ames Research Center milik NASA ini semakin menambah daftar panjang perusahaan yang mengatur agar para pegawainya bekerja dari rumah sebagai bentuk kewaspadaan atas penyebaran virus COVID-19. Perusahaan lain yang menerbitkan kebijakan serupa antara lain adalah Apple, yang lebih dari 12 ribu karyawannya sudah bekerja secara remote. Begitu juga dengan Twitter yang sejak 2 Maret lalu sudah mendorong semua karyawan secara global untuk bekerja dari rumah. Langkah yang sama pun diambil oleh Microsoft, Facebook, Nintendo, Google, dan berbagai perusahaan multinasional lainnya.

Para scientists di Ames Research Center ini bertanggung jawab atas berbagai program utama dari NASA, mulai dari supercomputing, artificial intelligence, air traffic management, dan lain-lain. Lokasi ini juga memiliki wind tunnels atau terowongan angin yang menjadi sarana untuk uji coba pesawat terbang dan berbagai kendaraan ruang angkasa lainnya.

“Kami percaya bahwa persebaran virus COVID-19 di Amer Research Center sudah kami batasi dengan baik. Setelah berkonsultasi dengan Kantor Pusat NASA serta NASA Chief Health and Medical Officer, kami yakin bahwa remote working melalui telework ini adalah yang keputusan yang tepat, setidaknya sampai kondisi membaik,” dikutip dari pemberitahuan resmi dari Ames Research Center.

 

Lokasi Ames Research Center yang dilihat dari aerial view (The Verge)

 

Sejak tanggal 6 Maret lalu, Ames Research Center memang sudah menghimbau para karyawannya untuk membawa pulang laptop, dokumen berharga, serta segala kebutuhan bekerja lainnya. Hal ini sebagai langkah antisipasi jikalau nantinya mereka harus melakukan remote working.

“Kami yakin bahwa kapabilitas dan resources yang kami miliki sudah sangat memadai untuk menunjang kesiapan karyawan NASA untuk melakukan teleworking dalam skala besar,” tutur Steve Jurczyk, associate administrator dari NASA dalam email resminya.

Dilansir dari Worldometer Info, hingga 10 Maret ini, tercatat ada 114.422 kasus positif coronavirus di seluruh dunia, dengan 4.027 kematian serta 64.081 pasien yang sembuh dan dinyatakan negatif coronavirus. Sementara itu, pada 10 Maret juga dinyatakan ada 6 kasus baru positif COVID-19 di California, salah satu state di mana Ames Research Center dari NASA ini berlokasi.

Dengan tingkat kesembuhan yang demikian tinggi, yuk tetap waspada sembari terus berpikiran positif dan sama-sama berdoa supaya wabah coronavirus ini bisa segera berlalu. Semoga tiap negara mampu mengatasi kasus-kasusnya dengan baik, ya! (*)

Artikel Terkait
Interest
NASA Tantang Ilmuwan Sumbang Ide untuk Lawan Coronavirus

Current Issues
5 Mitos Soal Corona yang Wajib Kalian Hindari!

Current Issues
Kepanikan Massal Akibat Corona Bisa Picu Gangguan Kecemasan