Interest

Bisa Dipanen di Indonesia, Makan Durian Musang King Tak Harus ke Malaysia

Mainmain.id

Posted on March 8th 2020

Kalian yang biasa melihat serial anak Upin-Ipin mungkin sering mendengar durian Musang King. Ya, durian ini memang menjadi salah satu unggulan di Malaysia. Konon, itulah jenis durian termahal. Dan Musang King-lah yang membuat kehebatan durian Monthong Thailand klepek-klepek. Dan Musang King-lah yang membuat Durian Ucok di Medan kalah hebat.

Selama ini banyak orang yang ingin mencicipi durian ini harus pergi ke Malaysia. Atau ke Singapura --tapi harga di Singapura jauh lebih mahal. Ada memang orang yang membeli online durian ini, tapi membelinya dari Singapura. Nah, sekarang ini sudah ada yang berhasil menanam dan panen Musang King di Indonesia.

Dikutip dari blog pribadi Dahlan Iskan DI's Way, ada dua perkebunan durian yang berhasil panen Musang King. Pertama di lahan seluas 600 hektar milik PTPN VIII di Cianjur. Dan yang kedua di daerah Trawas, Mojokerto. Seorang bernama Tirto Santoso menanam 10 hektar durian Musang King di sana. Dan berhasil panen.

Dahlan Iskan baru mencicipi panen durian Musang King yang di Trawas. Menurut dia, secara bentuk dan rasa tak ada yang beda antara Musang King yang ditanam di Negeri Upin-Ipin dan Trawas.

"Warna dagingnya sama, kekuningan. Bijinya sama, gepeng tipis sekali. Rasanya sama, tidak bisa menggambarkannya saking enaknya," tulis Dahlan Iskan dalam blognya.

Sebenarnya, bagaimana asal usul durian Musang King kok bisa melegenda seperti sekarang?

Dilansir dari 'Durian Musang King Salaman', durian Musang King di negara asalnya juga punya sebutan Mao Shan Wang. Artinya raja kucing. Durian ini pertama kali diperkenalkan pada 1990.

Awalnya di kawasan Tanah Merah di Kelantan Malaysia heboh karena ada pohon durian yang menghasilkan buah berkualitas. Warna dagingnya kuning, tebal, lembut, manis sedikit pahit serta memiliki biji yang kecil dan hampir gepeng.

Nah pada 1993 ada seorang warga bernama Wee Chong Beng mendaftarkan durian ini sebagai durian unggul. Nama yang didaftarkan awalnya Raja Kunyit. Nama itu dipilih karena durian tersebut memiliki warna daging kuning seperti kunyit.

Tapi warga sudah terlanjur menyebut durian itu dengan Musang King. Disebut demikian karena awal mula ditemukan ada di dekat Gua Musang di Kelantan.

Pada 2000, durian ini mulai panen setelah ditanam sekian tahun oleh sejumlah petani. Hasil panen dengan kualitas durian yang stabil membuat populasi durian Musang King makin berkembang.

Kementerian Pertanian Malaysia tak mau kecolongan. Mereka sudah mencatat varietas durian ini sebagai varietas durian ke-197. Alhasil buah ini mendapat kode D-197.

Karena kualitas rasanya, durian ini harganya bisa dibilang lebih mahal dari kebanyakan. Di Malaysia sendiri saja harga perkilo durian ini mencapai RM 125 (setara Rp 450 ribu).

Namun kabarnya, ketika panen berlimpah harga durian turun harga di kisaran angka RM 50 (setara Rp 78 ribu). Harga durian ini makin mahal ketika di bawah keluar Malaysia. Sebab ada sejumlah aturan bandara yang harus disiasati akibat tajamnya bau dari durian ini. 

Jadi tak lama lagi durian Musang King bisa kita nikmati di Indonesia dengan mudah, mungkin juga sedikit lebih murah. Apalah Tirto Santoso yang sudah berhasil memanen durian Musang King di lahannya bakal membagikan bibit durian itu ke petani lainnya di sekitar Trawas. Tapi yang harus diingat, panen durian --terutama yang baru ditanam-- itu butuh waktu beberapa tahun.(*)

 

Related Articles
Interest
Siapa Tandingan Asus Zenfone Max Pro M1?

Interest
Vans Rilis Sepatu Khusus untuk Anak Autis

Interest
Pasien Corona di Indonesia Capai 27 Orang, Pantau Perkembangannya di Situs ini