Interest

Media Korut Kritik Drama Crash Landing On You

Delima Pangaribuan

Posted on March 6th 2020

Masalah Korea Selatan dan Korea Utara ternyata cukup rumit. Bahkan lebih rumit dari yang mungkin kita lihat di drama atau film. Penonton boleh saja terhibur saat menonton romansa antar dua negara yang dikemas dalam drama "Crash Landing On You". Tapi drama itu ternyata tak diterima dengan baik oleh media Korea Utara.

Mengutip The Korea Herald, sebuah media di Pyongyang, Urominzokkiri, menilai "Crash Landing On You" sebagai drama yang "nggak bisa diterima dan memprovokasi". The Korea Herald juga menganggap drama itu sebagai sebuah hinaan yang nggak seharusnya ditujukan pada mereka yang notabene masih serumpun sama Korea Selatan.
 
"Baru-baru ini, otoritas dan produsen film Korea Selatan merilis film dan drama yang anti-republik yang menipu, dibuat-buat, dan konyol. Di mana mereka mengerahkan seluruh upaya untuk melakukan propaganda yang strategis," tulis Uriminzokkiri pada Rabu (4/3). 
 

Meskipun tak disebutkan judulnya, tapi pembaca menduga drama yang dimaksud tak lain adalah "Crash Landing On You" yang sekarang memang lagi booming. Selain itu, mereka juga menyinggung film yang diduga adalah "Ashfall", film box office Korea Selatan yang bercerita tentang usaha kedua negara menghadapi letusan Gunung Baekdu.
 
Uriminzokkiri mengecam cara produsen film Korea Selatan yang memakai perpecahan kedua negara sebagai bahan film untuk hiburan. Padahal kejadian perpisahan kedua negara menurut mereka merupakan tragedi yang masih menyisakan luka bagi masyarakat sampai sekarang. Media Korea Utara itu pun menyebut orang-orang yang bisa menikmati kedua judul drama dan film itu untuk hiburan sebagai orang yang nggak bermoral.
 

 
Bagian yang membuat Korea Utara geram adalah bagaimana "Crash Landing On You" menggambarkan Korea Utara sebagai negara yang terbelakang dan tak jauh lebih berkembang dibandingkan Korea Selatan. Penggambaran hubungan kedua negara juga terlalu dipercantik daripada realitasnya. 
 
Sementara di film "Ashfall", hubungan kedua negara juga dianggap terlalu diglorifikasi. Tetapi di sisi lain, produsen film memasukkan adegan di mana letusan Gunung Baekdu menghancurkan sebuah gedung yang mirip markas besar Partai Buruh Korea Utara yang memimpin negara itu. Dan ini dianggap sebagai sebuah penghinaan. (*)
Related Articles
Interest
Desas-desus Meninggalnya Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un

Interest
Petinggi Korea Selatan Sebut Kim Jong Un "Masih Hidup dan Baik-baik Saja"

Current Issues
Ketika Generasi Muda Korea Utara "Memprotes" Negara Lewat Makeup