Sport

Make-A-Wish Foundation dan NBA 2K20 Bikin William Floyd 'Bisa Main Basket'

Bramantyo Brata

Posted on March 5th 2020

William Floyd termasuk anak yang paling bahagia di dunia saat ini. Bagaimana tidak, bocah 15 tahun penerima hadiah dari Make-A-Wish Foundation itu mendapatkan sesuatu di luar ekspektasinya.

Awalnya, Floyd hanya berharap bisa mengikuti melakukan tur yang diselenggarakan developer video game favoritnya, NBA 2K20. Namun ia mendapatkan kesempatan luar biasa. Developer NBA 2K20 yang berpusat di Novato, California memutuskan untuk mendaftarkan Floyd sebagai player yang bisa dimainkan di NBA 2K20. Mereka membuat karakter Floyd sama seperti rupa aslinya. Dan, karakter Floyd bisa dimainkan jutaan orang di seluruh dunia.

Seperti para pemain profesional NBA, Floyd mengunjungi 2K20 Motion Capture Studio. Di sana ada 140 kamera yang merekam sejumlah gerakan Floyd. Ada juga, 146 kamera Pixelgun yang bertugas menciptakan kembali rupanya. 

"Setiap pemain melakukan gerakan dansa atau perayaan sebelum tiba di lapangan," kata Floyd. "Aku juga harus melakukan itu. Dan aku bisa membuatnya," imbuhnya

Floyd menjadi atlet non-NBA pertama ada di daftar nama NBA 2K20 dan dapat dimainkan player seluruh dunia. Avatarnya dapat ditemukan dalam mode Quick Game sebagai agen gratis bagi player untuk disertakan dalam tim mana pun, serta melalui daftar nama MyCAREER dan MyLEAGUE baru.

Kisah Floyd ini sekaligus mengingatkan bahwa e-sports bisa menjadi wadah untuk mereka yang tak bisa memainkan olahraga fisik karena kendala tubuh. Lewat e-sports, mereka tetap bisa berolahraga meskipun secara virtual.

Ya, Floyd memang bocah yang mengalami persoalan fisik. Sejak usia 18 bulan, Floyd didiagnosa mengalami kelainan genetik langka yang menyebabkan kelemahan otot dan masalah jantung.

Dia tidak pernah bisa bermain olahraga tradisional, tetapi NBA 2K20 memungkinkannya untuk berkompetisi dalam olahraga secara virtual. Seperti diungkapkan Komisaris NBA Adam Silver ketika mempromosikan NBA 2K20 eLeague, "Atlet dalam virtual ini bisa dalam bentuk atau ukuran apa pun, dan berapapun usianya, dan dari mana saja mereka." (*) 

 

Artikel Terkait
Tech
Berkat Infinite Objects, NFT Top Shot NBA Bisa Ditampilkan di Dunia Nyata

Sport
Sitha Marino: Warga Negara Italia yang Ingin Membela Timnas Indonesia

Sport
Daniel Wenas Resmi Gabung Louvre