Entertainment

Terlalu Kuat, Kemampuan Leroy Smith di Tekken 7 Akhirnya Dipangkas

Faanissaa

Posted on March 5th 2020

Karakter Leroy Smith pada Tekken 7 diluncurkan sejak Desember tahun lalu. Sudah menjadi hal wajar bagi karakter-karakter baru untuk diberi kemampuan lebih besar ketimbang karakter yang sudah ada. Namun kemampuan Leroy dianggap terlalu melampaui batas sehingga membuat game terasa tidak adil.

Tokoh esports Tekken 7 Bae 'Knee menjadi salah sati pemain yang protes. Dalam video yang dia unggah bulan lalu, dia bercerita mengenai turnamen Evo di Jepang. Dia merasa karakter Leroy terlalu tangguh sehingga mengaburkan kemampuan individu para pemainnya.

Maka para peserta  Evo hampir selalu menggunakan Leroy saat tanding. Bahkan dari 960 atlet yang ikut, 80 persennya memakai jasa Leroy. Tentu pemandangan ini tidak baik untuk iklim game. Fans bisa bosan dan mencari game lain.

Knee yang ikut dalam turnamen itu juga harus terjungkal di posisi 25. Ini adalah capaian terburuknya dalam karir professional. Perjuangannya terhenti setelah kalah 0-2 dari pemain tak ternama, Osyare-kossetsu.

Osyare tentu pakai Leroy. Kecurigaannya semakin memuncak saat masuk ke babak 8 besar. Semua pemainnya adalah pengguna Leroy.  Knee berharap, Leroy segera di-nerf. Biar seimbang.  "Saya pikir Leroy sudah melewati batas normal, dan itu tak baik bagi pemain," ujarnya dalam video tersebut.

Pendapanya menuai banyak dukungan. Bahkan juara Evo Jepang 2020, Nopparut 'Book' Hempamorn ikut-ikutan mendukung, Menurut Book, pengembang Tekken 7 harus mendengar keluhan dari para pro player. Dengan begitu yang nampak dalam kompetisi adalah kemampuan pemainnya. Bukan karakter yang overpower.

Pengembang Tekken 7, Namco menyadari keluhan itu. Mereka memutuskan untuk memangkas beberapa kebolehan untuk sportifitas.  Lewat patch versi 3.21, beberapa gerakan Leroy yang kerap menjadi andalan para penggunanya sudah disesuaikan.

Sebenarnya siapakah Leroy itu? Nama aslinya adalah Riroi Sumisu. Dia adalah petarung bebas berdarah Afrika-Amerika yang lahir di New York. Karakternya terbentuk dari pergaulan di lingkungan gangster yang keras.

Karena dia tidak betah di lingkungan itu dia melarikan diri dan terjun ke sungai. Namun dia ditemukan oleh seorang anak buah kapal. Akhirnya dia mengikuti ABK tersebut keliling dunia. Saat berlabuh di Hongkong dia menekuni seni bela diri Wing Chun. Setelah 50 tahun berlalu dia memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya untuk balas dendam.(*)

 

Related Articles
Sport
Menaruh Target Emas Tekken 7 di SEA Games 2019 Lewat Tangan Dingin Meat

Esports
Update DLC, Lidia Sobieska dan Stage Baru Siap Ramaikan Tekken 7

Sport
Thailand Raih Emas Kedua SEA Games 2019, Filipina Sudah Ketiga