Current Issues

5 Mitos Soal Corona yang Wajib Kalian Hindari!

Surya Dipa Nusantara

Posted on March 4th 2020

(Yahoo)

 

Isu pertama soal Corona baru dirilis pada penutup 2019 silam. Dalam waktu tiga bulan, virus yang kini dinamakan Covid-19 itu, telah menyebar ke seluruh dunia. Waktu itu terhitung cepat, sehingga memicu kepanikan massal. 

Namun, ada mitos-mitos yang turut berkelindan tentang virus yang pertama menyebar dari kota Wuhan, China, itu. Nah, berikut adalah lima mitos yang enggak perlu kalian percaya soal Corona!

 

Virus Corona adalah Buatan Manusia

(National Review)

 

Saat kepanikan yang disebabkan Corona kian memanas, ada sebuah mitos yang beredar di dunia maya bahwa Corona tidak datang secara natural, tetapi buatan. Epidemi ini tersebar dianggap karena kebocoran sebuah laboratorium, yang digunakan oleh China untuk menggodok senjata pemusnah massal.

Mitos itu ditolak mentah-mentah oleh para ilmuwan yang tengah melakukan penelitian tentang virus ini. Sejauh ini, temuan mereka mengatakan bahwa Corona disebarkan oleh kelelawar lewat udara, dan menginfeksi manusia sehingga menjadi wabah, seperti halnya SARS yang disebabkan oleh tikus.

 

Masker adalah Solusi Ampuh untuk Menangkal Corona

(Greensboro)

 

Selang beberapa saat setelah presiden Joko Widodo mengumkan dua orang WNI telah terinfeksi Corona, masyarakat mulai memborong masker dengan membabibuta. TerjadiPanic Buying—membeli karena kekhawatiran berlebih—di masyarakat. Sehingga, karena banyaknya permintaan dan barang yang terbatas, masker menjadi mahal. Akhirnya, masyarakat kesusahan mendapatkannya.

Tetapi, masker ternyata justru meningkatkan resiko terinfeksi Corona jika tak digunakan dengan tepat. Seharusnya, yang wajib menggunakan masker adalah suspect, bukan orang yang yang sehat. Atau, masker lebih penting digunakan untuk petugas yang akan mengevakuasi korban. Mencuci tangan dengan bersih lebih disarankan oleh para dokter dibanding menggunakan masker serharian.

 

Corona Bisa Dibunuh dengan Panas

(Vox)

 

Sebelum masuk ke Indonesia, tersebar mitos bahwa virus Corona bisa dimusnahkan lewat suhu panas. Bahkan, ada sebagian kabar yang mengatakan kenapa Corona tidak masuk ke Indonesia, karena cuaca negara yang tropis, dan panas. Padahal, Vietnam, Filipina, Kamboja, dan Singapura pun juga kurang lebih kondisinya sama. Isu itu sama sekali tidak benar.

Menurut World Health Organization (WHO), Corona tidak bisa dilenyapkan dengan udara panas dan menggunakan hand dryer saja. Mereka pun jugam melarang penggunaan sinar UV untuk menangkal Corona. Karena, bukanya virus Corona mati, tapi malah berdampak radiasi terhadap kulit.

 

Virus Bisa Disebarkan lewat ‘Paket’

(Shippit)

 

Feel free to check your mail. Meskipun ada kabar berhembus bahwa menerima barang atau paket dari China bisa memicu persebaran Corona, kalian tidak perlu khawatir, karena kabar tersebut hanya hoax belaka. Corona sebetulnya tak bisa menempel di suatu benda. Para peneliti mengungkapkan bahwa menyebarkan virus lewat paket atau benda merupakan hal yang tak masuk akal.

 

Anak Kecil Tak Bisa Terinfeksi

(New York Times)

 

Corona tak pandang bulu. Virus berbahaya ini, bisa menginfeksi siapa saja. Termasuk anak-anak. Meskipun orang paruh baya yang memiliki imun lebih lemah lebih berpotensi terinfeksi—dan kasus-kasus korban mayoritas menyasar mereka yang telah tua—tak menutup kemungkinan Corona juga bisa menginfeksi anak-anak. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, ada juga kasus Corona yang memapar anak di bawah umur. Meskipun kasusnya minor, dan relatif lebih mudah disembuhkan. (*)

Related Articles
Current Issues
Kepanikan Massal Akibat Corona Bisa Picu Gangguan Kecemasan

Interest
Pasien Corona di Indonesia Capai 27 Orang, Pantau Perkembangannya di Situs ini

Interest
Pegawai Positif Coronavirus, Pusat Penelitian NASA Wajibkan Kerja dari Rumah