Current Issues

Kepanikan Massal Akibat Corona Bisa Picu Gangguan Kecemasan

Surya Dipa Nusantara

Posted on March 3rd 2020

(The Independent)

 

Pertama kali diumumkan menjadi epidemi pada akhir tahun 2019 silam, secara cepat virus Corona telah menyebar ke seluruh penjuru dunia dengan cepat. Karena penyebaranya yang relatif singkat, dengan jangkauan yang luas, menyebabkan kecemasan massal. Tak hanya berdampak pada fisik, virus Corona pun juga berimbas pada kesehatan mental. Salah satunya adalah meroketnya tingkat gangguan kecemasan, alias anxiety disorder.

Sebelum Corona, memang anxiety dianggap salah satu gangguan mental paling umum. Menurut penelitian Oxford University, pada 2017 lalu, ada sekitar 284 juta orang yang mengidap anxiety. Faktornya pun beragam, mulai dari kondisi sosial, hingga trauma masa kecil yang dialami pengidapnya. Nah, kondisi sosial akan kecemasan terpapar virus Corona juga merupakan pemicu dari melejitnya angka penderita anxiety.

Gangguan kecemasan bisa tampak jika orang tersebut merasakan rasa takut yang berlebihan, dan cenderung menghindar dai masyarakat atau kerumunan. Penderita anxiety akan merasa tidak aman jika berada di keramaian, akan merasa panik. Menurut American Psychiatric Association (APA), hal tersebut disebut sebagai posttraumatic stress disorder atau obsesif-kompulsif disorder, yang terkait erat atau dampak lanjutan dari anxiety.

Sementara, menurut Mayo Clinic, kecemasan para pengidap anxiety akan berdampak pada masalah tidur seperti insomnia, kurang fokus, dan kekhawatiran tanpa sebab. Atau juga akan berdampak ke fisik seperti gemetar, berkeringat, dan meningkat detak jantungnya, hingga mengalami masalah pencernaan.

 

 

Nah, Mayo Clinic menyarankan, agar anxiety itu tidak kambuh karena dipicu kekhawatiran virus Corona, bisa ditangkal dengan cara membuat rencana terperinci agar tidak memicu kepanikan. Misal seperti memastikan telah mencuci tangan sesering mungkin dengan sabun. Minimal 20 detik. Menunda perjalanan jauh, dan menjaga pola makan dan tidur agar teratur. Selain itu, dibiasakan untuk tak menaruh kecurigaan kepada kerumunan, atau bisa menghindar.

Sebetulnya, mengalami kecemasan sesekali adalah hal yang wajar. Namun, jika kecemasan datang terlalu sering, maka baiknya untuk mulai mengunjungi psikolog. Selain itu, tantangan bagi pengidap anxiety di tengah badai Corona adalah mengatasi ketakutan secara berlebihan dengan cara meyakinkan diri untuk terus menjaga kebersihan. Maka, jaga kebersihan, ya guys! (*)

Related Articles
Current Issues
10 Cara Mengurangi Stres Gara-gara Coronavirus dari Pakar Kesehatan Mental

Current Issues
Ahli: Nostalgia Senjata Ampuh Menghadapi Social Distancing

Current Issues
Coronavirus Bikin Para Pekerja Industri Musik Perhatian pada Kesehatan Mentalnya