Current Issues

Alexander Graham Bell, Penemu Telepon yang Tak Pernah Telepon Ibu dan Istrinya

Vita Kartika

Posted on March 3rd 2020

Potret Alexander Graham Bell bersama telepon temuannya pada tahun 1910 (Ozy News)

 

Di antara kalian, adakah yang masih memakai telepon rumah buat menghubungi teman-teman? Hm, kayaknya udah jarang banget, ya. SMS aja udah hampir nggak pernah kak, apalagi telepon. Kalau mau nanya kabar atau butuh sesuatu, kan bisa langsung nge-chat lewat media sosial.

Meskipun udah nggak terlalu populer, telepon rumah ini bisa dibilang adalah kakek buyut dari smartphone kalian lho. Kalau ngomongin telepon, ada satu nama yang pasti terlintas di benak kalian semua. Yup, siapa lagi kalau bukan Alexander Graham Bell. Pria yang lahir pada 3 Maret 1847 ini secara mendunia dikenal karena temuannya yang revolusioner, yaitu telepon pada tahun 1876 silam.

Tapi faktanya, pada 11 Juni 2002 lalu, Kongers AS sepakat menyerahkan hak paten atas telepon kepada Antonio Meucci. Pasalnya, Meucci mulai menciptakan temuan telepon pada tahun 1849, sementara Bell baru mendaftarkan temuannya pada tahun 1876. Walaupun begitu, Alexander Graham Bell tetap menjadi salah satu ilmuwan yang dihormati dalam perkembangan teknologi telekomunikasi.

Kali ini, tim mainmain.id mau membahas fakta-fakta menarik tentang kehidupan Alexander Graham Bell dan hal yang menginspirasinya untuk mengembangkan temuan berupa telepon. Penasaran?

Tidak pernah menelpon istri dan ibunya karena mereka tuli

Alexander Graham Bell bersama istrinya, Mabel Hubbard (foto:History)

Alexander Graham Bell berprofesi sebagai guru di sekolah khusus bagi penyandang tuli yang bernama Pemberton Avenue School. Ibunya, Eliza Grace Symonds Bell, juga adalah seorang penyandang tuli. Meskipun demikian, ia dibesarkan dengan baik dan berkecukupan oleh keluarganya.

Di Pemberton Avenue School inilah Bell bertemu dengan muridnya, Mabel Hubbard. Mabel yang berusia lebih muda 10 tahun dari Bell ini adalah seorang yang tuli, namun masih bisa mengerti percakapan melalui pembacaan bibir. Bell pun kian antusias untuk meneliti dan mengembangkan materi agar dapat mengajar murid-muridnya yang tuli dengan lebih efektif. Alexander Graham Bell pun akhirnya menikahi Mabel Hubbard.

Bell menerima hak paten untuk penemuan teleponnya di usia 29 tahun. Penemuan ini sangat revolusioner pada kala itu karena orang-orang jadi bisa menghubungi dan berkomunikasi dua arah dengan orang lain secara langsung, walaupun mereka dipisahkan oleh jarak. Meskipun demikian, sepanjang hidupnya Bell sama sekali tidak pernah menelpon istri dan ibunya karena mereka tuli.


Menciptakan telepon sebagai penyempurnaan dari alat komunikasi yang sebelumnya sudah ada, yaitu telegraf

Salah satu prototipe telepon ciptaan Alexander Graham Bell (foto:Museum Victoria Collection)

Selama menjadi guru, Alexander Graham Bell tertarik dengan kemungkinan melakukan transmisi suara melalui kabel.

Sebelumnya, komunikasi dari dua tempat yang berjauhan memang sudah bisa dilakukan melalui telegraf. Alat yang ditemukan oleh FB Morse pada 1843 ini memungkinkan pengantaran pesan secara manual dari stasiun telegraf ke si penerima pesan. Bell menganggap telegraf masih memiliki kelemahan, yaitu hanya bisa mengirimkan satu pesan saja dalam satu kesempatan.

Bell kemudian mengembangkan ‘telegraf harmonis’ yang menggabungkan teknologi telegraf dan perekam suara, sehingga seseorang bisa ‘berbicara’ dengan orang lain walau berada di tempat yang berjauhan. Ia kemudian mengembangkan prototipe telepon yang bisa mereplikasi suara asli dalam mesin telepon.

 


Saat pemakaman Bell, seantero Amerika Serikat ‘mengheningkan cipta’ dengan cara menangguhkan jaringan telepon selama satu menit penuh

Salah satu patung untuk mengenang Alexander Graham Bell (foto:Wikimedia Commons)

Alexander Graham Bell meninggal dunia di Kanada, 2 Agustus 1922 pada usia 75 tahun. Dua hari kemudian, ketika ia hendak dimakamkan, semua layanan telepon di Amerika Serikat ditangguhkan selama satu menit penuh. Telepon adalah penemuan yang sangat fenomenal, utamanya di Amerika Serikat. Kala itu, ada lebih dari 14 juta telepon di benua Amerika. Sekitar 60.000 operator telepon dimatikan dan tidak menghubungkan panggilan ketika Bell diturunkan ke kuburnya.

Walaupun sekarang telepon sudah jarang dipakai, telepon tetap adalah penemuan yang menjadi cikal bakal temuan-temuan di bidang teknologi telekomunikasi lainnya. (*)


Related Articles
Current Issues
On This Date: Alexander Graham Bell Kirim Pesan Pertama lewat Telepon Ciptaannya

Current Issues
5 Ilmuwan Perempuan Berbakat di Bidang Sains, Teknologi, Teknik dan Matematika

Current Issues
56 Tahun Lalu June Almeida Menemukan Coronavirus, Tapi Sosoknya Dilupakan