Interest

Menikmati Sejarah, Kuliner, dan Alam di Tanah Jawa

Study Tour kelas 11 SMA Citra Berkat

Kezia Kevina Harmoko

Posted on March 3rd 2020

Benteng Pendem van den Bosch, Ngawi, Jawa Tengah

 

Indonesia adalah negeri yang kaya, dengan beragam pulau yang dipunya. Jawa menjadi salah satu pulau terpadat di Indonesia, dengan penduduknya yang beragam. Keberagaman ini juga membentuk banyak keunikan mulai dari alam, adat, hingga masyarakatnya sendiri.

Menjadi wajib rasanya untuk menikmati dan mempelajari daerah kita sendiri. Salah satunya dilakukan oleh kami, siswa-siswi kelas 11 SMA Citra Berkat yang melakukan Study Tour pada 26-28 Februari lalu. Daerah yang dikunjungi mulai dari Surakarta, Sragen, Caruban, Ngawi, Madiun, dan Magetan.

 

Hari Pertama

Pura Mangkunegaran, Surakarta, Jawa Tengah

 

Langsung dari Surabaya, destinasi pertama adalah Pura Mangkunegaran. Walaupun ada kata Pura, tempat ini bukan tempat ibadah umat Hindu, ya. Pura di sini dibaca "Puro" yang artinya tempat tinggal raja.

Dibangun pada 1757, tempat ini dibangun setelah adanya Perjanjian Salatiga yang membagi wilayah Kesultanan Mataram menjadi tiga. Masing-masing dipegang oleh Pakubuwono, Hamengkubowono, dan Mangkunegara.

 

Pelataran Pura Mangkunegaran

 

Raja Mangkunegara saat ini adalah Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Mangkoenegara IX. Sang Raja masih tinggal di Pura, namun tidak menetap. Oleh karena itu, Pura Mangkunegara dijadikan objek wisata di daerah Surakarta.

Pura Mangkunegara terbagi menjadi beberapa bagian di antaranya adalah Pendopo Agung, Bale Peni, Bale Warni, dan Dalem Ageng. Pendopo Agung dulunya adalah tempat raja bertemu rakyatnya, namun sekarang dijadikan tempat latihan menari dan kesenian lainnya.

Bale Peni merupakan tempat tinggal pangeran sedangkan Bale Warni adalah tempat tinggal para putri. Sedangkan Dalem Ageng adalah tempat penyimpanan koleksi barang kuno mulai dari senjata, perhiasan, uang kuno, peralatan makan, dan senjata. Di Dalem Ageng tidak boleh difoto atau video karena merupakan tempat sakral.

 

Pendopo Agung

 

Setelah dari Pura Mangkunegara, rombongan langsung menuju Museum Manusia Purba Sangiran. Museum ini adalah museum manusia purba terbesar se-Indonesia, dengan lebih dari 40 ribu fosil yang sudah ditemukan.

 

Halaman Depan Museum Sangiran, Sragen, Jawa Tengah

 

Museum Sangiran menjadi bagian penting dalam penemuan fosil manusia purba jenis homo erectus. Saat ini fosil tengkorak homo erectus terlengkap masih dimiliki oleh Museum Sangiran. Kita patut bangga karena 50% fosil homo erectus dunia ditemukan museum ini. Bahkan UNESCO telah menyatakan museum ini sebagai situs warisan budaya dunia.

 

Fosil Tulang Gajah

 

Museum ini terbagi menjadi beberapa bagian yaitu cluster Dayu, Bukuran, Ngebung, dan Museum Lapangan Mangarejo. Luas total museum ini mencapai 59,21 km² lho!

 

Hari Kedua

UKM Brem Rumah Joglo, Desa Kaliabu, Caruban, Madiun

 

Di hari kedua destinasi pertama yang dikunjungi adalah UKM Brem Rumah Joglo di Desa Kaliabu, Caruban. Di sini sejarah pembuatan brem dan pemasarannya dijelaskan secara langsung oleh pengelola bisnisnya.

Usaha brem satu ini dimulai pada tahun 1942. Seiring berkembangnya zaman, cita rasa brem juga ikut berkembang. Tidak hanya original yang rasanya asam dan dingin, Brem Rumah Joglo telah memiliki lebih dari 20 rasa mulai dari jahe, karamel, vanillablackforest, anggur, jeruk, blueberry, pandan, cocopandan, sirsak, cokelat, green tea, tiramisu, durian, leci, moka, bubble gum, stoberi, apel, dan lain-lain! Banyak banget kan?

 

Brem Rainbow!

 

Rumah produksinya juga gak jauh dari rumah penjualan. Di sana kita bisa melihat secara langsung proses pembuatan dari perebusan beras ketan, fermentasi, hingga penjemuran. Semua peralatan di sini masih tradisional, jadi dijamin rasanya masih asli!

 

Peralatan Peras Ketan

 

Setelah puas mencicipi brem, destinasi selanjutnya adalah Benteng Pendem van den Bosch, Ngawi. Benteng ini dibangun pada tahun 1839 - 1845 pada masa penjajagan Belanda untuk menanggulangi Perang Dipenogoro. Benteng ini menjadi markas pertahanan, perkantoran, dan perumahan untuk sekitar 250 tentara Belanda.

Dahulu benteng ini dikelilingi parit dan tanggul. Di sini lah sumber nama "pendem" yang artinya terpendam oleh tanggul. Namun seiring berjalannya waktu, tanah-tanah melongsor sehingga tidak terpendam lagi.

 

Parit Sekitar Benteng

 

Di sini juga terdapat beberapa barang peninggalan seperti lukisan dan sepeda. Benda-benda ini berada di kantor Daendels.

 

Benda Peninggalan

 

Selain bisa belajar sejarah, di sini banyak spot foto estetik lho! Mulai dari tembok bata, akar raksasa pohon, jendela tua, tangga, sampai pelataran dengan burung-burung. Berasa di luar negeri deh!

 

Pelataran Benteng

 

Setelah puas menelusuri benteng, rombongan Study Tour beristirahat sejenak dan melanjutkan kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Bhakti Luhur. Sebelumnya, seluruh siswa-siswi sudah mengumpulkan barang-barang sumbangan untuk sedikit membantu.

 

Panti Asuhan Bhakti Luhur

 

Di sini semua peserta Study Tour bisa berinteraksi dengan para yatim piatu dan anak berkebutuhan khusus. Memberi kebahagiaan merupakan salah satu cara untuk bahagia bukan?

 

Foto dulu!

 

 

Hari Ketiga

Hari terakhir Study Tour, waktunya beli oleh-oleh! Destinasi pertama adalah Bluder Cokro di Madiun. Bluder ini telah dikenal di seluruh penjuru Madiun bahkan Indonesia lho!

 

Bluder Cokro

 

Bluder Cokro dirintis oleh Ibu Suzanna. Ia memiliki hobi membuat kue dan mencoba menjualnya. Ternyata kue buatannya disukai dan usahanya berkembang menjadi skala yang lebih besar. Hingga saat ini, Bluder Cokro dikelola oleh generasi kedua Ibu Suzanna dan terus mengikuti perkembangan zaman.

 

Yuk borong!

 

Bluder di sini rasanya juga modern lho! Gak cuma rasa standar kayak cokelat dan keju namun juga ada green tea, ovaltine, abon, dan lain-lain. Dijamin gak ketinggalan deh rasanya sama camilan zaman sekarang.

Gak cuma roti bluder, di sini juga ada brownies, spiku, bagelen spiku, bluder crispy, sampai merchandise seperti kaos, tumbler, dan kain sabori. Lengkap deh!

 

Rak Merchandise

 

Setelah belanja oleh-oleh, destinasi terakhir Study Tour adalah Magetan Green Garden. Sesuai namanya, tempat ini merupakan agrowisata dengan berbagai bunga dan buah. Di sini ada bunga tabebuya, sikat botol, matahari, mawar, kenikir, morning glory, dan lain-lain. Buahnya ada kurma, kelengkeng, durian, jeruk pamelo, buah tin, delima merah, juwet, dolar, markisa, dan masih banyak lagi. Semua tanaman tersebut dijual bibitnya juga lho! Bisa ditanam sendiri di rumah deh.

 

Gapura Magetan Green Garden

 

Gak cuma bisa lihat-lihat tanaman, di sini kita juga bisa selfie! Tersedia menara yang bisa dinaiki buat dapetin foto high-angle. Dijamin keren dan Instagrammable banget!

 

Selfie dulu!

 

Nah, itu dia perjalanan Study Tour SMA Citra Berkat. Ternyata Indonesia, kali ini Tanah Jawa, punya banyak destinasi menarik yang belum banyak dikenal. Wajib banget buat kita melestarikan apa yang kita punya, biar generasi selanjutnya bisa tetap menikmati alam Indonesia! (*)

Artikel Terkait
Interest
Taman Nasional Lorentz Jadi Google Doodle, Ini yang Wajib Kalian Tahu!

Interest
Jangan Travelling sebelum Kamu Install 6 Aplikasi ini

Interest
Banyuwangi Tak Melulu Kawah Ijen, 5 Destinasi ini Juga Wajib Masuk Bucketlist-mu