Interest

Ketika Dua Aktivis Inspiratif, Greta Thunberg dan Malala Yousafzai Bertemu

Vita Kartika

Posted on February 26th 2020

Greta Thunberg dan Malala Yousafzai (Instagram @gretathunberg)

 

Apa yang terjadi ketika dua aktivis muda bertemu?

Baru-baru ini, Greta Thunberg dan Malala Yousafzai mengunggah foto kebersamaan mereka berdua di akun media sosial masing-masing.

Dilansir dari BBC, gadis yang dinominasikan untuk menerima Nobel Peace Price tahun 2019 dan 2020 ini mengunjungi Oxford University, tepatnya di Lady Margaret Hall pada 22 Februari silam. Dikabarkan Greta sedang dalam agenda mengikuti school strike yang berlangsung di Bristol. Di sana, ia bertemu dengan Malala Yousafzai yang sedang menjadi mahasiswa di bidang politik, filosofi, dan ekonomi di kampus tersebut.

Melalui akun Twitter-nya, aktivis perubahan iklim Greta Thunberg memang sudah menyampaikan bahwa ia akan memimpin aksi Bristol Youth Strike 4 Climate yang berlangsung pada 28 Februari nanti. Dalam perjalanannya ke Inggris, ia menyempatkan untuk bertemu Malala dan mahasiswa Oxford University lainnya.

Aktivis hak asasi manusia Malala Yousafzai lantas mengunggah foto pertemuan mereka berdua di Instagram dengan caption singkat: “Thank you @gretathunberg”. Sedangkan di akun Twitter-nya, Malala menambahkan “She’s the only friend I’d skip school for.”

Greta Thunberg pun melakukan hal serupa. Di akun Instagramnya, ia bahkan menuliskan bahwa ia baru saja bertemu dengan role model-nya.

Dua tahun lalu, tepatnya pada Agustus 2018, Greta Thunberg melakukan mogok sekolah pertama kali di depan gedung parlemen Swedia. Aksi gadis berusia 15 tahun yang kala itu melakukan mogok sekolah seorang diri sambil membawa papan bertuliskan "Skolstrejk för klimatet" ini sontak menjadi sorotan media di seluruh dunia.

 

Potret Greta Thunberg saat melakukan school strike pertamanya (BBC)

 

Dengan hashtag #FridaysForFuture, aksinya ini menginspirasi unjuk rasa terkait perubahan iklim di seluruh dunia. Pada Desember 2018 saja, ada lebih dari 20.000 siswa di Australia, Inggris, Belgia, Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara lain yang mengikuti aksinya.

Sedangkan pada tahun 2012 silam, Malala yang sedang menuju rumahnya sepulang dari sekolah ditembak di kepala, leher, dan pundak oleh ekstrimis Taliban di Pakistan. Nama Malala mendunia karena ia vokal menyuarakan hak asasi manusia. Ia berkampanye memperjuangkan hak generasi muda, terutama perempuan, untuk mengenyam pendidikan. Setelah pulih dari lukanya, Malala dan keluarganya pindah ke Birmingham.

 

Malala saat menerima penghargaan Nobel Peace Prize (Guardian)

 

Pada tahun 2014, Malala menjadi orang termuda yang pernah memenangkan Nobel Peace Prize di usia 17 tahun. Tiga tahun kemudian, ia menerima offer untuk melanjutkan studi di Oxford University.

Pertemuan dua wanita inspiratif ini tentu menjadi sorotan, terutama di lingkungan Oxford University. Foto mereka berdua diunggah oleh banyak orang, termasuk salah satu dosen politik di Oxford University, Dr. Jennifer Cassidy.

Dalam captionnya, ia menuliskan “Reason unlimited why I love this place. I walk out my door, up one street and see @Malala and @GretaThunberg talking outside. Two powerful young women standing for justice, truth and equality for all. So many, are so grateful, for all that you do. Keep shining bright.” (*)

 

Potret kebersamaan Greta dan Malala sebagaimana diunggah oleh Dr. Jennifer Cassidy, dosen di Oxford University (Twitter: @OxfordDiplomat)

Related Articles
Interest
Greta Thunberg Cerita Pernah di-Bully: "Aku Sangat Kesepian"

Current Issues
Ibu Greta Thunberg Ungkap Perjuangan Putrinya Lawan Autisme di Buku Terbarunya

Current Issues
Amazon Merasa Terancam Aktivis Perubahan Iklim, Greta Thunberg Malah Tersanjung