Interest

Coronavirus di Korea Tembus 1.100 Kasus, Libur Sekolah Diperpanjang

Perusahaan raksasa seperti Samsung dan Hyundai izinkan karyawan bekerja di rumah

Delima Pangaribuan

Posted on February 26th 2020

Petugas kesehatan Korea Selatan sedang menyusuri Pasar Seomun, Daegu. (Military Times)

 

Rabu pagi (26/2), otoritas kesehatan Korea Selatan mengumumkan jumlah kasus Coronavirus Covid-19 mencapai angka 1.100, mengutip The Korea Herald. Otoritas kesehatan pun memulai tes kesehatan kepada sekitar 210.000 anggota gereja besar di Daegu yang diduga menjadi pusat penyebaran atau super spreader.

Sebanyak 169 penderita baru terdeteksi dan membuat total pasien Covid-19 di Korea Selatan mencapai angka 1.146. Melihat angka ini cukup mengerikan karena baru selang seminggu lalu, menurut Korea Center for Disease Control and Prevention (KCDC), jumlah warga yang terpapar hanya 51 orang. 
 
Dengan dimulainya screening kesehatan terhadap ratusan ribu jemaat Shincheonji Church of Jesus Daegu ini, diperkirakan jumlah warga terpapar yang terdeteksi akan lebih meningkat drastis. Sebanyak 80 persen kasus Covid-19 di Korea Selatan berkaitan dengan dua episentrum besar di sana, yakni Shincheonji Church dan RS Cheongdo di dekat Daegu.

 
Selain Daegu, empat kasus lain sudah ditemukan di Seoul dan delapan kasus di Busan. Profesor dari Cha University Graduate School of Medicine, Jun Byung-yool mengungkap bahwa persebaran Covid-19 kalo ini lebih cepat daripada virus H1N1 tahun 2009 yang juga melanda Korea Selatan. "Meskipun tidak terlihat, persebaran lokal Covid-19 saat ini sedang terjadi," jelasnya.
 
Melihat kecepatan persebaran yang mengerikan, pemerintah meminta warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan aktivitas yang melibatkan banyak orang di satu tempat. Event sosial, olahraga, dan hiburan dibatalkan. Libur sekolah diperpanjang hingga 9 Maret. 
 
Sejumlah perusahaan besar juga memperbolehkan karyawan mereka untuk bekerja dari rumah. Di antaranya adalah Samsung Group, LG Group, SK Group, Korean Telecom (KT), Hyundai Motor, dan CJ Group. Total pegawai di seluruh perusahaan raksasa itu mencapai 563.000 per Agustus 2019, berdasarkan data yang dirilis Chaebol. 

 
Selain itu, perusahaan start up juga ikut mengambil kebijakan yang sama. Perusahaan internet Naver dan Kakao, kemudian e-commerce Tmon, Coupang, dan WeMakePrice, serta global software Microsoft, Intel, dan DELL juga meminta karyawan bekerja secara remote. Perusahaan memberikan berbagai macam kemudahan untuk bekerja dari rumah agar karyawan tidak perlu ke tempat umum atau naik transportasi publik, demi menghindari paparan virus. 
 
The Korea Chamber of Commerce and Industry meminta 180 ribu perusahaan yang menjadi anggota mereka untuk turut serta mengizinkan pekerjaan remote bagi karyawannya. Menteri Tenaga Kerja Korea Selatan Lee Jae-kap mendesak perusahaan untuk sementara menerapkan jam kerja fleksibel dan remote untuk mengurangi risiko penyebaran virus di jam-jam sibuk atau rush hour
 
Sementara itu, 24 negara memberlakukan larangan masuk atau pembatasan masuk untuk warga negara Korea Selatan atau warga negara mereka yang bepergian ke Korea Selatan. Larangan sementara ini pertama kali dilakukan oleh Israel. Kemudian menyusul Hong Kong, Bahrain, Kiribati, dan Nauru. Pada Senin (24/2), Israel telah memulangkan 400 WN Korea Selatan yang datang pada Sabtu (22/2) untuk melakukan wisata di sana.
 
Sementara yang melakukan pembatasan masuk dan pengawasan ketat antara lain Macau, Singapura, Thailand, Vietnam, Taiwan, Micronesia, Inggris, Kazakhstan, Kyrgystan, Turkmenistan, Oman, Qatar, Tuvalu, Uganda, dan Samoa, serta beberapa pulau di Pasifik yang termasuk teritori Amerika Serikat. (*)
Related Articles
Interest
Fakta Tentang Shincheonji Church, Sumber Penyebaran Coronavirus di Korea Selatan

Interest
Kerahkan Pocong hingga Robot Demi Pastikan Warga Berdiam di Rumah

Interest
Korea Selatan Darurat Coronavirus Covid-19, Capai 763 Kasus