Sport

Ini isi Pidato Penuh Tangis Michael Jordan tentang Kobe Bryant

Delya Oktovie Apsari

Posted on February 25th 2020

Michael Jordan saat menyampaikan penghormatan terakhirnya pada Kobe dan Gianna Bryant di Staples Center, Los Angeles, Amerika Serikat, Selasa (25/2)

 

Hari ini, Selasa (25/2) WIB atau Senin (24/2) waktu Amerika Serikat, para keluarga, teman, kolega hingga fans Kobe dan Gianna Bryant berkumpul dalam penghormatan terakhir di 'A Celebration of Life'. Acara ini digelar di Staples Center, tempat penuh sejarah kerja keras Kobe Bryant bersama LA Lakers.

Memorial tersebut juga diikuti oleh Michael Jordan, pebasket yang dikenal memiliki hubungan sangat dekat dengan Byrant. Pada kesempatan itu, Jordan memberikan pidato panjang penuh tangis.

"Aku ingin mengucapkan 'selamat pagi' tapi ini sudah sore. Aku bersyukur pada Vanessa dan keluarga Bryant untuk kesempatanku berbicara hari ini. Aku bersyukur bisa ada di sini, untuk menghormati Gigi dan merayakan hadiah yang sudah diberikan oleh Kobe pada kita semua. Apa yang telah ia capai sebagai seorang pemain basket, pebisnis, dan seorang pendongeng, dan seorang ayah.

Dalam permainan basket, dalam kehidupan, sebagai orang tua, Kobe left nothing in the tank (memberikan usaha terbaik). He left it all on the floor (bekerja keras hingga tidak meninggalkan hal lain).

Mungkin ini mengagetkan orang-orang kalau aku dan Kobe adalah teman yang sangat dekat. Tapi kami memang teman yang sangat dekat. Kobe adalah teman yang sangat kucinta, ia layaknya adik laki-lakiku. Semua orang selalu ingin bicara tentang perbandingan antara aku dan dia. Aku hanya ingin bicara tentang Kobe. Kalian tahu, kita semua punya saudara laki-laki, saudara perempuan, adik laki-laki, adik perempuan yang, entah untuk alasan apa, selalu berusaha mengambil barangmu, lemari pakaianmu, sepatumu, semuanya. Itu rasanya mengganggu, kalau aku bisa menyebutnya begitu.

Tetapi gangguan itu berubah menjadi cinta setelah beberapa lama, hanya karena kekaguman yang mereka miliki untukmu sebesar kakak laki-laki atau kakak perempuan, pertanyaan-pertanyaannya, keinginan untuk mengetahui semua detail terkecil tentang kehidupan yang akan mereka mulai. Awalnya, rasanya jengkel. Tapi kemudian itu berubah menjadi gairah tertentu. Bocah ini (Bryant) punya semangat yang kalian tidak akan pernah tahu.

Itu hal luar biasa tentang passion. Kalau kamu mencintai sesuatu, kalau kamu punya gairah kuat untuk sesuatu, kamu akan berusaha ekstrim untuk mencoba memahami atau mencoba mendapatkannya, entah itu es krim, soda, hamburger, apapun yang kamu cintai. Kalau kamu harus berjalan, kamu akan berjalan untuk mendapatkannya. Kalau kamu harus memohon pada seseorang, kamu akan memohon untuk mendapatkannya. Arti Kobe Bryant untukku adalah inspirasi bahwa seseorang benar-benar peduli tentang caraku bermain atau cara yang dia inginkan untuk bermain.

Ia ingin menjadi pebasket terbaik yang ia bisa. Dan begitu aku mengenalnya, aku ingin menjadi kakak lekaki terbaik yang aku bisa. Untuk menjalankannya, kamu harus tahan dengan rasa jengkel, telepon larut malam atau pertanyaan-pertanyaan bodoh. Aku bangga ketika aku mengenal Kobe Bryant bahwa ia hanya mencoba untuk menjadi orang yang lebih baik, pebasket yang lebih baik. Kami bicara tentang bisnis. Kami bicara tentang keluarga. Kami bicara tentang segala hal, dan ia hanya berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik.

Sekarang ia mendapatkanku. Aku bakal melihat meme diriku menangis lagi [...] aku bilang ke istriku bahwa aku awalnya tidak mau melakukan ini karena aku tidak mau melihat itu (meme menangis) dalam 3-4 tahun ke depan.

Itu yang Kobe Bryant lakukan terhadapku. Aku cukup yakin Vanessa dan teman-temannya bisa mengatakan hal yang sama. Ia tahu bagaimana cara mendapatkanmu dengan cara yang memengaruhimu secara personal, meskipun ia menjadi pain in the ass. Tetapi kamu punya rasa cinta padanya sehingga ia bisa mengeluarkan yang terbaik darimu. Dan ia melakukan itu untukku.

Aku ingat, mungkin beberapa bulan lalu, ia mengirimiku SMS. Ia mengatakan, "Aku berusaha mengajari anakku beberapa gerakan. Dan aku tidak tahu aku berpikir apa waktu itu, atau apa yang sedang aku kerjakan waktu itu, tapi apa yang kamu pikirkan ketika kamu tumbuh dewasa dan berusaha mempelajari gerakan-gerakan?" Aku berkata, "Usia berapa?" Dia berkata, "12." Aku berkata, "12, aku sedang berusaha untuk bermain baseball." Ia mengirimiku SMS lagi yang isinya, "Laughing my a*s off."

Waktu itu pukul 2 dini hari. Tapi dengannya kami bisa mengobrol apapun yang berhubungan dengan basket, tapi kami juga bisa bicara apapun yang berhubungan dengan hidup. Dan kami tumbuh dewasa dalam kehidupan di mana kami jarang punya teman yang bisa diajak mengobrol tentang hal tersebut. Well, bahkan lebih jarang dibanding ketika kamu bisa melawan musuh dan melakukan percakapan seperti itu.

Aku bertemu Phil Jackson pada tahun 1999 atau mungkin 2000, aku tidak tahu ketika Phil ada di L.A. Dan aku masuk dan Kobe duduk di sana. Aku mengenakan jas, dan hal pertama yang diucapkan Kobe adalah, "Apakah kamu membawa sepatumu?" Tidak, aku tidak berpikir tentang bermain. Tapi sikapnya untuk bersaing dan bermain melawan seseorang yang ia rasa bisa menambah dan mengembangkan permainannya. Bagiku, itu yang aku cintai dari bocah itu. Benar-benar mencintain permainannya. Tidak perduli di mana ia melihatku, itu adalah sebuah tantangan.

Dan aku mengaguminya karena passionnya, kamu jarang melihat seseorang yang setiap hari berusaha mengembangkan diri, tidak hanya di olah raga tetapi juga sebagai orang tua, dan sebagai suami. Aku terinspirasi oleh apa yang sudah ia lakukan dan apa yang ia miliki bersama Vanessa dan apa yang ia punya bersama anak-anaknya. Aku memiliki anak perempuan yang berusia 30 tahun, aku menjadi kakek, dan aku punya dua anak kembar. I have the twins at six. Aku tidak sabar untuk pulang dan menjadi seorang ayah, memeluk mereka dan melihat cinta serta senyum yang mereka bawa pada kami sebagai orang tua. Ia mengajariku hal itu hanya dengan melihat (acara) ini malam ini, melihat bagaimana ia merespon dan bereaksi dengan orang-orang yang benar-benar ia cintai. Inia dalah hal-hal yang terus akan kita pelajari dari Kobe Bryant.

Kepada Vanessa, Natalia, Bianca, Capri, istriku dan aku akan terus mengingat dan mendoakan kalian. Kami akan selalu bersama kalian, selalu. Aku juga ingin memberikan belasungkawa dan dukungan kepada semua keluarga yang menjadi korban tragedi luar biasa ini.

Kobe memberi serpihan terakhir dari dirinya dalam apapapun yang ia lakukan. Setelah basket, ia menunjukkan sisi kreatif dirinya yang aku pikir di antara kita semua tak ada yang tahu. Selama pensiun, ia tampak sangat bahagia. Ia menemukan passion baru. Dan dia terus memberi kembali sebagai pelatih di lingkungannya. Yang lebih penting lagi, ia adalah ayah yang luar biasa, suami luar biasa yang mendedikasikan dirinya untuk keluarganya dan mencintai anak-anak perempuannya dengan segenap hati.

Kobe tidak pernah meninggalkan apapun di lapangan, dan aku pikir itu juga yang ia inginkan untuk kita lakukan. Tidak ada yang tahu berapa banyak waktu yang kita miliki. Itulah mengapa kita harus hidup dalam momen, kita harus menikmati momennya. Kita harus meraih dan melihat dan menghabiskan waktu sebanyak mungkin dengan keluarga dan teman-teman dan orang-orang yang sangat kita cintai. Untuk hidup dalam momen berarti menikmati setiap dan masing-masing orang yang kita temui.

Ketika Kobe Bryant meninggal, sebagian dari diriku mati. Dan ketika aku melihat arena ini serta di seluruh dunia, sebagian dari diri kalian (juga) mati atau kalau tidak kalian tidak akan berada dis ini. Itu adalah kenangan yang harus kita bawa hidup bersama dan belajar darinya. Aku berjanji pada kalian mulai hari ini hingga seterusnya, aku akan hidup dalam kenangan bahwa aku pernah punya seorang adik laki-laki, yang berusaha kubantu dengan segala cara yang aku bisa supaya ia bisa beristirahat dalam keadaan utuh, little brother." (*)

 

 

Artikel Terkait
Sport
Vanessa Bryant Minta Kobe Menjaga Gigi di Surga

Sport
Pilot Helikopter Kobe Bryant Terbang Terlalu Rendah Sebelum Kecelakaan

Sport
Bagaimana Kobe Bryant Mengajarkan Makna Kehidupan pada Anak-anaknya