Sport

On This Date: Selamat Ulang Tahun Park Ji Sung, Si Pemilik Paru-Paru Tiga

Ridho

Posted on February 25th 2020

 

Sebagai pecinta sepak bola, tentu kalian familiar dengan nama Park Ji Sung. Yap, mantan punggawa Manchester United ini berhasil menjadi salah satu pemain Asia yang sukses di daratan Eropa. Kepiawaiannya dalam menggocek bola dan mengatur ritme pertandingan. Menjadikannya andalan tim setan merah (sebutan Manchester United) meraih Treble Winner di musim 2007/2008.

Park Ji Sung memang melihat sepak bola sebagai tujuan utama hidupnya. Saat berada di sekolah dasar, tepatnya kelas 4, ia giat berlatih sepak bola. Permainannya sewaktu kecil dikenal dengan gaya main tanpa mengenal lelah dan memiliki drible mumpuni.

Park lahir di Goheung, Jeonnam dan memulai karier sepak bolanya di akademi Myongji University pada 1999. Ia pindah ke tim liga Jepang, Kyoto Purple Sanaga pada 2000.

Tim yang berdiri pada 97 silam tersebut begitu tertarik dengan gaya permainan Park Ji Sung di sisi sayap. Adalah Bunji Kimura yang begitu terpesona dengan permainan Park.

 

 

Tahun 2003 jadi awal langkah Park di kompetisi Eropa. Saat itu ia menerima tawaran dari tim raksasa Belanda, PSV Eindhoven. Sempat kesulitan dalam menembus tim utama di awal karirnya.

Bahkan Park dinilai datang ke PSV hanya sebagai pemain titipan dari sang pelatih saat itu, Guus Hidink. Beban yang ada dipundaknya makin berat, lantaran ia harus mengalami cidera lutut di awal karirnya bersama PSV. Para penonton saat itu tak lagi senang melihat penampilannya. Mereka bahkan meneriakkan boo kepada Park.

"Setiap bola datang kepadaku, aku selalu merasa takut. Itulah pertama kalinya aku ingin berhenti bermain bola," ujar Park, dikutip dari laman Sports Nova.

Waktu berlalu, akhirnya Park berhasil mendapatkan buah dari kerja kerasnya. Ejekan yang menggema di stadion berubah menjadi kekaguman. Park mulai nyetel dengan permainan tim dan berpartisipasi dalam setiap kemenangan PSV.

 

Musim 2004/2005 dapat dikatakan sebagai salah satu tahun terbaik Park di Liga Belanda. Kepindahan Arjen Robben ke Chelsea membuatnya berhasil mengunci satu tempat di skuat utama PSV.

Bermain bersama Mark van Bommel dan Philip Cocu, Park menjadi tulang punggung lini tengah PSV yang berhasil melaju hingga babak semi final Liga Champions. PSV sukses menjuarai Eredivise dan KNVB Cup pada musim itu. Tak hanya berhasil mengantar PSV ke semifinal Liga Champions. Park juga masuk ke dalam nominasi Ballon d’Or 2005.

Penampilan apiknya saat berseragam PSV Eindhoven, membuat Sir Alex Ferguson (pelatih Manchester United kala itu) tertarik untuk manggunakan jasanya. Fergie (sapaan Sir Alex Ferguson) terkesan dengan pemahamannya yang baik tentang ruang dalam bermain. Dengan mahar empat juta poundsterling, Park berhasil mengikuti jejak koleganya, Ruud Van Nistelrooy untuk berlabuh ke Manchester United.

Bersama Manchester United, kontribusi Park langsung terlihat nyata. Menempati posisi gelandang serang, Park berhasil menjalankan peran sebagai otak serangan timnya. Tak cukup sampai disitu, Park juga dikenal sebagai pemain yang tak kenal lelah. Bahkan ia mendapat julukan 'Three Lungs Park'.

 

 

Salah satu bukti penampilan impresifnya saat berseragam setan merah adalah di fase 16 besar Liga Champions tahun 2009/2010. Saat itu Manchester United berhadapan dengan AC Milan.

Park mendapat tugas berat dari Fergie. Bermain di posisi gelandang tengah bagian kiri, ia punya tugas untuk mematikan otak permainan AC milan. Lawan yang ia hadapi pun bukanlah pemain biasa. Ada nama Andrea Pirlo, David Bechkam, Ronaldinho, Seedorf yang punya kualitas tinggi. 

Sepanjang 90 jalannya pertandingan, Park terlihat selalu merepotkan lini tengah AC Milan. Lewat kelebihannya yang tak kenal lelah, ia berhasil mematikan peran dari Andrea Prilo. di akhir laga, Park berhasil menyumbang satu gol untuk kemenangan setan merah atas AC Milan.

Selama bermain di Old Trafford, Park tercatat memainkan 205 laga dan mencetak 27 gol. Ia juga sukses mempersembahkan empat gelar Liga Primer, satu Liga Champions, empat Piala FA, tiga, Piala Liga, dan satu Piala Dunia Antarklub.

Sebelum pensiun pada Mei 2014, Park sempat membela QPR dan kembali ke PSV sebagai pemain pinjaman. Selepas pensiun, ia mendirikan JS Foundation, yang bertujuan mendorong generasi muda untuk mencintai sepakbola. 

 

 

Selamat ulang tahun untuk sang legenda! (*)

"Jangan menjadi seperti saya. Setiap pemain punya kualitas yang berbeda, harus menjadi dirinya sendiri. Anda harus mencoba bekerja keras untuk menjadi pemain yang lebih baik dibanding yang lain. Anda harus menjadi diri sendiri sesuai karakter Anda. Namun, Anda juga harus mengetahui kekuatan Anda terlebih dahulu,"

- Park Ji Sung- 

Related Articles
Sport
Ronaldo Cetak Gol ke-700, #CR700 Langsung Trending

Sport
Harry Kane Putuskan Pergi dari Tottenham Hotspur

Sport
Shin Tae-yong, Ahjussi Korea Calon Pelatih Timnas Indonesia