Interest

Demi Lovato Curhat Soal Gangguan Makan dan Diet Ekstrim

Regina

Posted on February 19th 2020

Demi Lovato (Bustle)

 

Menjadi seorang artis memang berat. Apalagi mereka dituntut untuk berpenampilan sempurna di hadapan banyak orang. Hal itu dialami oleh Demi Lovato, hingga ia mengalami gangguan pola makan.

Demi bahkan diet ekstrim hingga berefek pada kesehatan mentalnya. “Aku harus bekerja keras di gym setiap hari. Enam hari selama seminggu untuk mempertahankan dan menurunkan berat badanku,” ungkap Demi seperti dikutip dari Hollywood Life.

Dalam sebuah klip video yang diunggah oleh sahabatnya Ashley Graham, Demi Lovato mengungkapkan bahwa dia mengalami overdosis di tahun 2018. “Lelah melarikan diri, tidak menerima diri apa adanya dengan diet ekstrim yang aku pikir dapat memulihkan berat badan,” jelasnya.

Melansir Billboard, Demi Lovato berterus terang bahwa dia bertahun-tahun berjuang melawan bulimia dan anoreksia. Bulimia merupakan gangguan psikologis pasien yang mengakibatkan kelainan makan, pasien makan secara berlebihan kemudian memuntahkannya. Sedang anoreksia adalah gangguan makan yang menolak makan untuk mempertahankan berat badan dan mengakibatkan ketakutan terhadap peningkatan berat badan (meski berat badan naik sedikit).

Penyanyi dan penulis lagu asal Amerika Serikat itu mulai mengetahui bahwa pola pikir yang tidak sehat membuat dia mengalami ganguan psikologis dan berakibat pada pola makannya.

“Aku baru menyadari bahwa mungkin gejalaku tidak begitu jelas, tapi aku yakin itu masalah pola makan,” ujarnya seperti dikutip dari Billboard.

Dia juga mengaku bahwa orang sekitarnya turut membuatnya kian bingung. “Orang-orang tertentu di sekitarku memberitahu bahwa aku harus mencari cara lain untuk masalah yang aku hadapi, itu justru membuatnya lebih sulit,” ucapnya.

Demi menyebut pola pikirnya yang salah membuatnya kian buruk. Percobaan diet yang macam-macam turut memperkeruh keadaan karena berat badannya tidak turun secara signifikan.

“Jujur saya pikir itulah yang menyebabkan segala sesuatu selama setahun terakhir aneh,” ujarnya. Dia pikir selama ini dia menemukan cara untuk memulihkan penyakitnya itu, namun ternyata tidak.

“Dan hidup dalam kebohongan ini, dan mencoba terus bahagia dengan diri saya padahal sebenarnya tidak begitu menyakitkan,” pungkasnya. (*)

 

Artikel Terkait
Interest
Takut Gendut? Jangan-jangan Kamu Terkena Anoreksia!

Tech
Instagram Dukung Penderita Gangguan Makan untuk Cari Bantuan Melalui Fitur Ini

Entertainment
Demi Lovato Sebut “Memuji” Orang yang Terlihat Tubuhnya Kurusan Bisa Jadi Toxic