Current Issues

On This Day: Fonograf, Nenek Moyang Pemutar Musik Dipatenkan

Kezia Kevina Harmoko

Posted on February 19th 2020

(Wikipedia)

 

Asing sama foto di atas? Keliatan kayak foto jadul banget ya. Tapi benda di foto tersebut adalah nenek moyang pemutar musik saat ini lhoKok bisa?

Orang di foto tersebut adalah Thomas Alva Edison dan barang ciptaannya, fonograf. Phono artinya suara dan graf artinya tulis. Gampangnya, alat ini memang untuk menulis atau merekam suara. Tercipta pada 1877, fonograf secara resmi dipatenkan pada 19 Februari 1878. Sejak itu, dunia rekaman telah berubah seutuhnya.

Terinspirasi dari transmitter dan keyboard telepon yang ia buat, Thomas Alva Edison membuat rancangan sebuah alat yang mampu merekam dan memutar ulang suara berbasis plat timah. Beberapa bulan kemudian, ahli mesinnya bernama John Kruesi merealisasikan rancangan tersebut dan terciptalah fonograf timah.

 

Fonograf original Edison tahun 1877 (Getty Images)

 

Cara kerja fonograf ini cukup menarik. Terdapat sebuah silinder kayu (nomor 3) yang dilapisi timah dan terhubung dengan suatu jarum (nomor 2). Jarum ini akan bergerak naik-turun sesuai dengan intonasi suara yang masuk dari tabung (nomor 1). Jarum tersebut akan membentuk pola pada timah, dan pola tersebut lah yang menjadi data suara. Ketika ingin mendengar hasil rekaman, ada jarum lain (nomor 4) yang memutar kembali data suara pada timah. Data suara tersebut diperkuat agar jelas terdengar (nomor 5) dan jadilah suara yang bisa didengar kembali.

 

 

Jadul banget? Memang. Untungnya fonograf terus berkembang menjadi gramofon, radio transitor, kaset audio, compact disk (CD), hingga MP3. Kita beruntung sekali kalau mau dengar musik tinggal buka Spotify atau Joox. Kalau dulu ribet banget! (*)

Related Articles
Current Issues
Awal Mula Perseteruan antara Amerika Serikat dan Iran

Current Issues
Alexander Graham Bell, Penemu Telepon yang Tak Pernah Telepon Ibu dan Istrinya

Current Issues
Asal-usul Dalgona Coffee yang Berawal dari Jajanan Masa Kecil Korea