Current Issues

Pemerintah Italia Pugar Habis-habisan Kota Bersejarah Bernama Pompeii

Surya Dipa Nusantara

Posted on February 19th 2020

 

Jika kalian akrab dengan sejarah zaman Romawi kuno, tentu kalian sedikit banyak pernah mendengar nama Pompeii. Kota itu kini telah lenyap disapu sebuah tragedi bencana alam maha dahsyat yang membumihanguskan seluruh peradaban di dalamnya.

Bencana itu bermula dari erupsi sebuah gunung bernama Vesuvius, yang mengundang gempa dan datangnya air bah. Setelah itu, Pompeii tenggelam bersama seluruh warga yang tinggal di dalamnya. Dan namanya, hanya bersisa sebagai sejarah.

Setelah hidup dalam teka-teki dan imajinasi, kini kalian beneran bisa melihat peninggalan dari kota itu. Setelah dilakukan proyek restorasi besar-besaran oleh pemerintah Italia, kini Pompeii bisa kembali dinikmati dan dijadikan salah satu destinasi di Italia. Salah satu yang paling menarik adalah kembali dibukanya sebuah bangunan yang cukup monumental bernama House of Lovers.

 

 

Sebetulnya, pada awal-awal 1950-an, Pompeii sempat dibuka untuk umum. Tapi, tahun 1980, gempa kembali mengamuk Pompeii. Dan sejak saat itu, destinasi menuju kota yang hidup dalam legenda itu ditutup.

Kemudian, sejak 2014, pemerintah Italia menggelontorkan dana besar-besaran. Sekitar USD 228 juta telah disiapkan untuk proyek pemugaran ini.

“Pompeii adalah kota yang memiliki sejarah panjang. Ada kisa penebusan dan kelahiran di sana. Setelah dibangun, tempat ini menjadi penting untuk penelitian dan pengalian arkeologis sejarah bangsa. Tempat ini menjadi sangat penting bagi Italia,” ujar Dario Frenschini, Menteri Urusan Kebudayaan dan Pariwisata Italia.

Salah satu hasil dari penelitian itu adalah penemuan sebuah prasasti di dalam House of Lovers yang bertuliskan, "Amantes, ut apes, vitam melitam exigunt”. Menurut Dario, kata-kata itu artinya, bahwa 'cinta adalah pemimpin, seperti lebah, yang mencari kehidupan semanis madu'. Baginya, kata-kata itu adalah sumber inspirasi bagi orang-orang Italia.

 

 

“Ini adalah sebuah tantangan penting dan segar untuk menjaga pengetahuan atas identitas bangsa sendiri,” tutup Dario.

Wah, sebetulnya di Indonesia juga banyak lho potensi yang bisa dimanfaatkan. Seperti Atambua, atau Morotai. Jika saja ditangani secara serius, pasti gak bakal kalah deh sama Pompeii. (*)

Related Articles
Current Issues
Ilmuwan Pecahkan Misteri Telur Hias Berusia 5.000 Tahun di British Museum

Current Issues
Serunya India Merayakan Holi di Tengah Keresahan Coronavirus

Current Issues
On This Date: 14 Februari 2005, YouTube Bermula dari Situs Kencan Online