Current Issues

Hamas Retas Informasi Tentara Israel Lewat Akun Perempuan Palsu

Surya Dipa Nusantara

Posted on February 18th 2020

Konon bagi seorang pria, ujian terberat melakoni hidup di dunia ada tiga. Harta, tahta dan wanita. Urusan terakhir inilah yang kerap kali membuat para pria kerepotan. Salah satu buktinya adalah, tentara Israel yang tidak sadar bahwa datanya tengah diretas karena bujuk rayu seorang perempuan muda lewat dunia maya. Alih-alih nyata, akun perempuan di media sosial tersebut rupanya dijalankan oleh komplotan Hamas, yang tengah menyamar.

Para tentara Hamas, berupaya mengali informasi dari para tentara Israel, yang saat ini tengah menjadi musuh mereka di jalur Gaza, Irak. Caranya, mereka menyaru sebagai seorang perempuan di sebuah media sosial , dan rutin mengirimkan potret dirinya ke tentara-tentara iseng yang menggodanya. Diantara foto-foto itu, para tentara Hamas sudah memasang sebuah link aplikasi yang berguna untuk menyadap handsfree mereka.

Para tentara yang tak sadar pun terlena oleh bujuk rayu akun palsu tersebut. Dan alhasil, rekaman koordinasi mereka seputar perang pun sempat bocor, meskipun salah seorang jurubicara tentara Israel mengatakan tak ada informasi cukup penting dari pembicaraan itu.

Sebetulnya, ini bukan kali pertama Hamas berhasil mebobol jaringan komunikasi tentara Israel. Ini adalah ketiga kalinya. Namun, menurut Letkol Jonathan Concrius, tentara Israel, mengakui bahwa ini adalah cara tercanggih dari Hamas.

“Kami melihat ini sebagai tantangan. Bahwa mereka sedang meningkatkan pola ‘permainan’ mereka,” ujar Letkol Jonathan. Ia pun menambahkan, bahwa penyaru tersebut mengaku sebagai seorang imigran yang memiliki masalah pada pendengaran. Hal itu digunakan tentara Hamas untuk menutupi bahasa Ibrani mereka yang acakadut.

Setelah menjalin percakapan panjang dan menjadi jalinan pertamanan, si perempuan bakal mengirim sebuah tautan berisi malware, dengan dalih link itu adalah foto pribadinya. Meskipun secara visual nantinya linkitu berisi foto, namun tanpa disadari tautan tersebut juga merupakan aplikasi yang dapat digunakan untuk meretas informasi di handphone para tentara. Termasuk percakapan di handsfree.

Tak hanya itu, fungsi dari malware tersebut juga memungkinkan pihak peretas untuk mengakses foto, kontak, hingga lokasi dari pemilik handphone. Sekaligus, aplikasi tersebut dapat digerakan lewat jarak jauh, untuk memotret si pemilik handphone secara rahasia dan otomatis.

Atas kejadian ini, IDF meminta agar para tentara lebih hati-hati dan tak mudah tergiur dari segala bujuk rayu. Karena, keduanya, baik pihak Israel dan Hamas tengah terlibat dalam perseteruan panjang perebutan wilayah di Jalur Gaza, Irak.

 

Related Articles
Interest
3 Aplikasi Ini Bisa Bantu Kalian Cari Informasi yang Terverifikasi

Current Issues
Awas Hoaks! Putin Main Piano Lagu Indonesia Raya

Current Issues
Awas Hoaks! Bukan Anak George W. Bush yang Masuk Islam