Sport

5 Momen Sensasional Michael Jordan ini Tak Akan Dilupakan Sejarah Basket Dunia

Ridho

Posted on February 17th 2020

Hari ini, 17 Februari, legenda basket dunia Michael Jordan berulang tahun ke 57. Banyak moment spesial yang pernah dicetak oleh MJ --sapaan Michael Jordan. Berikut ini, mainmain.id mengajak kalian flash back melihat kehebatan MJ saat masih aktif menjadi pemain.

Shattered Backboard

Salah satu momen yang setidaknya sempat jadi bahan pembicaraan adalah tentang MJ yang memecahkan papan pantul di Italia. Kejadian tersebut terjadi pada 1985, musim keduanya bermain di NBA. Tepatnya adalah di Kota Trieste, Nike menjalani tur promosi dengan mengajak serta MJ. Di sana, pebasket lulusan UNC tersebut mengikuti laga tanding dengan tim setempat.

Laga eksebisi tersebut diikuti dan pemain basket terpilih di Italia. Momen yang jadi obrolan hangat terjadi saat MJ melakukan slam dunk. Ia tampak menahan badan sepersekian detik di ring sebelum akhirnya papan pantul itu pecah berserakan.

Di kawasan Eropa, basket belum begitu populer kala itu. Apalagi, Italia identik dengan negara sepak bola sehingga tak banyak penonton yang menyaksikan pertandingan eksebisi tersebut.

Oleh karena itu, kejadian ini tidak terpublikasi dengan baik mengingat tidak terjadi di NBA yang sudah punya sorotan media deras sejak lama. Maka, bisa dimaklumi bila kejadian ini sempat hilang ditelan zaman. Lalu, sekitaran tahun 2005, mulai muncul video yang mengunggah rekaman kejadian ini.

 

Free Throw Dunk

Pada momen inilah awal mula munculnya logo Air Jordan. Saat itu MJ melakukan akrobatik slam dunk lewat garis free throw. Hal itu mengingatkan aksi legenda basket 'Doctor J' Julius Erving. Para penonton yang hadir saat itupun terperangah melihat aksi keren dari MJ ini.

Dalam aksinya ini, MJ setidaknya membutuhkan tiga kali percobaan. Pertama di tahun 1985, ia gagal dan dikalahkan oleh "The Human Highlight Reel" Dominique Wilkins. Ditahun 1987 ia berkeinginan untuk membalaskan dendamnya di ajang kontes slam dunk ini. Barulah di tahun 1988 MJ sukses membalas dendam kepada Wilkins ketika ia memenangkan kontes menggunakan dunk ikonik dari garis free trhow.

 

Anti Gravity Shoot

Chicago Bulls yang kala itu masih belum menjadi tim kuat. Mereka harus berhadapan dengan salah satu tim yang dominan di NBA, Cleveland Cavaliers. Dihuni nama nama besar seperti Mark Price, Brad Daugherty, and Larry Nance, Cleveland tak ubahnya sebagai tim raksasa pada zamannya. Dan pada tahun 1989 kedua tim itu bertemu di babak playoff.

Baik Bulls ataupun Cleveland sama-sama menunjukkan kekuatannya ditiap pertemuan. Ketika head to head seimbang 2-2, laga penentuan pun digelar. Dan di laga kelima antara Bulls dan Cleveland ini, momen epik itu terjadi.

Saat itu Craig Ehlo and Larry Nance yang tahu bahwa Jordan akan melakukan tembakan terakhirnya, coba untuk melakukan pressure ketat. Lewat kecerdikan melihat situasi, akhirnya MJ berhasil melepaskan shooting di paint area.

Shooting yang ia lakukan pun tak biasa. MJ melompat dan menahan diri sepersekian detik sebelum melepaskan tembakan terarah. MJ seakan melawan gaya gravitasi demi mendapat momentum yang tepat.

 

63 Poin Dalam Satu Pertandingan

Di musim keduanya sebagai pemain NBA, MJ kehilangan banyak kesempatan untuk membela timnya, Chicago Bulls. Terhitung ada 64 pertandingan yang ia lewatkan akibat cidera kaki.

Sampai akhirnya ia comeback dari cideranya dengan perasaan penuh semangat membawa timnya melaju ke playoffs. Saat itu lawan yang ia hadapi adalah Boston Celtics. Sang lawan yang punya lima pemain besar Larry Bird, Kevin McHale, Robert Parish, Dennis Johnson, and Bill Walton, jelas diunggulkan dalam laga ini.

Semua pemain Bulls bermain dibawah tekanan. Tapi hal itu tak berlaku bagi MJ. Ia tampil sensasional di laga kali ini dengan mencetak 63 poin. Capaian MJ ini mendapat banyak sorotan. Salah satunya dari sang lawan, Larry Bird. "Ia adalah pemain yang mengesankan. Jordan bermain sangat baik pada pertandingan ini. Saya pikir ia adalah Tuhan yang menyamar jadi Michael Jordan," ujar Larry.

 

Switch Between Hand Layup

Tujuan utama Michael Jordan bermain di NBA adalah meraih sebuah gelar bergengsi. Menginjak musim ketujuhnya di NBA, jalan MJ dan tim menuju final tidaklah mudah. Kala itu ada dua tim yang sangat diunggulkan. Yakni Boston dan Detroit. Mereka siap menghentikan langkah Bulls kapanpun saat berhadapan. 

1991 adalah tahun milik Bulls. Terbukti saat itu mereka berhasil mengalahkan Detroit di fase playoff. Setelah itu Bulls akan meladeni kekuatan dari Lakers. Saat game kedua antara Bulls dan Lakers, Jordan membuat ribuan pasang mata yang hadir terperangah. Hal itu ia tunjukkan saat melakukan layup yang menghibur.

Dalam aerial jumpnya MJ mengubah posisi bola dari tangan kanan ke kiri sebelum melepaskan kedalam ring. Trik itu ia lakukan secara cepat saat terbang diudara.(*)

Related Articles
Sport
Film Anyar Michael Jordan Tayang 19 April

Sport
Ngefans Parah Sama Jordan? Series 'The Last Dance' Sudah Hadir di Netflix

Sport
Begini Tim Pasca Produksi 'The Last Dance' Selesaikan Proyek dari Rumah Mereka