Current Issues

Perusahaan ini Bergerak di Bidang Pengomposan Jasad Manusia

Regina

Posted on February 17th 2020

Recompose Jasad Manusia (WBUR News)

Sebuah perusahaan di Amerika Serikat punya ide gila. Mereka bergerak di jasa pengomposan jasad manusia. Kegiatan itu diklaim bisa lebih ramah lingkungan di banding proses pemakaman jasad maupun kremasi jasad.

Baru-baru ini perusahaan dengan nama Recompose itu menjelaskan cara kerja pengomposan jasad manusia secara ilmiah. Menurut studi yang mereka lakukan, jaringan lunak manusia akan rusak dengan aman selama 30 hari ketika dilakukan proses pengomposan.

Recompose menyebut proses pengomposan jasad manusia bisa menghemat lebih dari satu ton karbon dibanding ketika sebuah jasad diremasi. Dari studi yang mereka lakukan, pengomposan jasad juga lebih ramah lingkungan dibanding dengan pemakaman konvensional.

Kok bisa? Ya, karena dalam proses pemakaman konvensional, tubuh yang dikubur akan menghasilkan gas metana. Gas itu yang akan dilepas ke bumi. Gas tersebut berbahaya untuk bumi. Sebab, gas metana termasuk dalam gas rumah kaca (green house gas, GHG).

Katrina Spade (Recompose Life)

Atas dasar itulah, Recompose menawarkan layanan pengomposan manusia. Mereka mengklaim inilah yang pertama di dunia. Operasional perusahaan ini sendiri akan dilakukan di negara bagian Washington, Februari mendatang.

Melansir BBC, kepala eksekutif dan pendiri Recompose, Katrina Spade mengatakan, kekhawatirannya tentang perubahan iklim lah yang mendasarinya membuat perusahan Recompose. Atas gagasan ini, banyak orang sudah berminat untuk dikomposkan ketika meninggal nanti. “Sejauh ini 15 ribu orang telah mendaftar di perusahaan kami,” klamnya.

Untuk urusan izin ke negara, mereka optimis akan lolos saat pertama kali diajukan. “Proyek ini berjalan begitu cepat mengingat urgensi perubahan iklim yang kian ekstrim,” tambahnya.

Proses pengomposan manusia itu melibatkan jasad yang diletakan di bejana tertutup. Kemudian jasad itu diberi serpihan kayu, alfalfa (tanaman untuk pakan ternak), dan rumput jerami itu. Bahan-bahan itu ditambahkan untuk membantu memecah mikroba dan pembusukan tubuh.

Selanjutnya, 30 hari kemudian tubuh selesai diurai. Saat itulah jasad manusia sudah bisa dijadikan pupuk kompos untuk tanaman. Proses ini disebut penguraian ulang.

Meskipun prosesnya sederhana, ternyata Katrina menghabiskan waktu empat tahun untuk riset ini. Dia meminta bantuan ilmuwan tanah, Prof Lynne Carpenter Boggs untuk menyempurnakan metodenya.

Prof Lynne sendiri pernah melakukan studi pengomposan ternak. Kini tugas dia untuk mengimplementasikannya dengan obyek manusia. Dia juga memastikan bahwa jasad kompos akan aman untuk tanaman.

Dalam melakukan studi pengomposan jasad manusia ini, Prof Lynne dan Katrina melakukan studi percontohan dengan enam relawan yang setuju dalam proyek penelitian ini. Persetujuan didapat sebelum relawan itu meninggal.

Perusahan Recompose berharap agar usaha yang dilakukan ini bisa disetujui di negara lain, mengingat urgensi perubahan iklim.(*)

 
Related Articles
Current Issues
Kenapa sih Rindu Itu Berat?

Current Issues
Harimau Kebun Binatang Bronx Positif Covid-19, Ternyata Begini Cara Ngetesnya...

Current Issues
On This Date: 11 April 1976 Komputer 'Apple-1' Dirilis, Dibuat dari Uang Jual VW