Interest

Ketika Para Ahli Memanfaatkan TikTok untuk Menunjang Profesinya

Delima Pangaribuan

Posted on February 17th 2020


Demam TikTok merajalela. Aplikasi asal Tiongkok ini nggak cuma bisa dimanfaatkan buat bersenang-senang saja. Sejumlah ahli di bidang kesehatan, dan hukum memanfaatkan platform ini buat edukasi juga, guys.

 
BBC mewawancarai tiga di antaranya. Mereka adalah seorang dokter masalah reproduksi bernama dr Lora Shahine. Kemudian seorang psikiater bernama dr David Puder. Serta seorang pengacara bidang imigrasi, Victoria Slatton. Ketiganya sering memanfaatkan TikTok sesuai bidangnya masing-masing, untuk membantu banyak warganet yang punya masalah terkait.
 
Kepada BBC, dr Lora mengakui bahwa motivasinya menggunakan TikTok adalah untuk memberi bantuan lebih banyak ke orang-orang. Terutama yang masih kesulitan mendapatkan akses layanan kesehatan. Selain itu, bidangnya masih cukup sensitif di kalangan masyarakat awam. Dokter Lora menangani pasien yang memiliki masalah kesuburan, seperti mandul atau keguguran. 
 

Menurutnya, masih banyak orang yang menganggap tabu isu itu, dan kerap menyalahkan korban. "Tujuanku adalah untuk mengedukasi orang-orang, dan mengurangi stigma tentang kemandulan, dan keguguran. Dua isu ini seringkali dianggap memalukan," ungkapnyi kepada BBC. 
 
Lewat postingan TikTok-nyi, dia menyemangati para korban sekaligus memperingatkan orang-orang supaya nggak menyalahkan korban atas kemandulan atau keguguran yang dialami. 
 
Dia menambahkan, ada satu postingan TikTok-nya yang paling banyak ditonton warganet. Sampai 2,2 juta kali views. Padahal, menurutnyi, itu hanya video sederhana. "Aku hanya muncul di layar, dan bilang kalau kalian masih menuduh kemandulan, dan keguguran adalah kesalahan korban sendiri, I'm gonna get you," tuturnya.

 
Kalau dr David punya motivasi agar bisa lebih mengenal generasi Z. Banyak pasiennya yang mengalami masalah kesehatan mental, dan merupakan bagian dari generasi itu. "Kita bisa belajar memahami mereka dengan ikut menggunakan aplikasi ini," jelas David. 
 
Ia juga jadi banyak belajar istilah-istilah baru yang sebelumnya nggak familiar buatnya. Misalnya vibe check. Padahal, istilah itu berkaitan juga dengan permasalahan sosial anak muda, dan berpengaruh ke kesehatan mental mereka. "Sebelumnya saya nggak tahu kalau ada yang namanya vibe check. Sekarang saya malah membicarakan soal ilmu tentang vibe check," ujarnya.
 
Sementara itu, Victoria merasa banyak anak muda yang mengalami kesulitan karena mereka imigran, dan kerap dapat masalah administrasi. Dia ingin menjembatani antara masyarakat imigran dengan sistem imigrasi yang selama ini jarang diketahui. 
 
Victoria biasanya cuma menggunakan gesture-gesture lucu sambil menunjuk. Kemudian menambahkan tulisan yang berisi pesan yang ingin dia sampaikan atau jelaskan ke orang-orang. Informasi simpel seperti itu saja ternyata banyak yang belum tahu, dan akhirnya banyak imigran muda yang merasa terbantu.
 
dr Lora menuturkan, banyak juga tenaga medis atau ahli lainnya yang menggunakan cara serupa untuk mengedukasi masyarakat. Menurut mereka, cara itu menyenangkan dan bisa menghilangkan sekat antara dokter atau tenaga kesehatan dengan pasien. "Tapi ada kritik juga yang mengatakan kalau cara itu kurang pantas dan mungkin tidak profesional," ujar Lora.
 
Meski begitu, mereka lebih fokus ke efek positif yang ditimbulkan lewat TikTok ini. Dokter David pernah menerima pesan dari salah satu warganet. Mereka merasa lebih gampang mendapat informasi dari TikTok dibandingkan tenaga profesional lain. "Seseorang mengunggah komentar kalau dia belajar lebih banyak dari satu postingan TikTok daripada dua tahun ikut terapi. Aku pikir itu hanya bercanda tapi tetap saja itu hal yang positif," tuturnya.
 
Victoria juga sepakat kalau pemanfaatan TikTok untuk edukasi lebih memudahkan mereka untuk menjangkau khalayak. Dia mendapat lebih banyak pesan dari warganet imigran sejak aktif di TikTok. Banyak yang merasakan pengalaman, dan kesulitan sebagai imigran, dan ingin berbagi cerita dengan Victoria, sekaligus menanyakan solusi. "Aku pikir itu hal keren dari TikTok karena aku bisa menjangkau banyak orang dalam waktu cepat," kata Victoria. (*)
Related Articles
Interest
Cara Membuat Masker Kain Tanpa Jahit ala Influencer Brittany Xavier

Interest
Deretan TikTok Para Tenaga Medis di Tengah Penatnya Melawan Coronavirus

Interest
5 Challenges Lucu di TikTok yang Bisa Kalian Bikin Bareng Teman-Teman